Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkot Yogyakarta Mulai Olah Sampah Jadi Bahan Bakar Alternatif RDF

Kompas.com - 16/05/2024, 17:11 WIB
Wisang Seto Pangaribowo,
Gloria Setyvani Putri

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif yaitu Refused Derived Fuel (RDF).

RDF merupakan bahan bakar alternatif yang memiliki nilai kalor tinggi serta bahan yang mudah terbakar.

RDF digunakan oleh industri yang dalam proses produksinya terdapat pembakaran dengan menggunakan bahan bakar fosil atau batubara.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Yogya, Ahmad Haryoko mengatakan, pengolahan RDF dilakukan di TPS 3R Nitikan.

Baca juga: Buang Sampah Sembarangan, Warga Sleman Didenda Rp 1 Juta

"Satu hari TPS 3R NItikan mampu mengolah 75 ton sampah perhari dijadikan RDF," kata dia, Kamis (16/5/2024).

Ia menjelaskan dari 75 ton sampah perhari yang diolah oleh TPST 3R ini diperlukan pemilahan karena tidak semua sampah bisa dijadikan RDF. Sampah yang dapat diolah langsung menjadi RDF sebanyak 35 ton, lalu 20 ton membutuhkan proses pengeringan.

Dalam proses pengolahan sampah ini melibatkan sebanyak 165 petugas.

"Terbagi dalam 2 shift dari pukul 06.00 sampai 18.00 WIB," katanya.

Lanjut dia, hasil dari olahan sampah ini bakal dikirim ke berbgai tempat seperti di Cilacap, Pasuruan, dan Kendal.

RDF dari hasil olahan sampah di Kota Yogyakarta ini dijadikan bahan bakar pabrik seman yang berada di tiga lokasi tersebut.

Menurut Haryoko, rdf ini sudah dilakukan standarisasi sehingga sesuai dengan spesifikasi RDF yang dibutuhkan untuk industri.

"Kita sudah bekerja sama dengan PT SBI yang ada di Cilacap dalam hal pengelolaan penggunaan RDF," tandas Haryoko.

Di TPST 3R Nitikan Pemkot Yogyakarta memiliki dua jenis mesin. Pertama adalah modul mesin RDF dan kedua adalah mesin Gibrig.

Dia menjelaskan, untuk mesin modul RDF sebagai mesin pengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif sedangkan mesih gibrig digunakan untuk memilah sampah organik dan anorganik.

Sampah organik ini diproses kembali menjadi pupuk.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Respon Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri soal Maju Pilkada NTB bersama Jubir Kemenlu

Respon Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri soal Maju Pilkada NTB bersama Jubir Kemenlu

Regional
Polisi Buru Otak Peredaran 13.990 Butir Pil Ekstasi di Sumsel

Polisi Buru Otak Peredaran 13.990 Butir Pil Ekstasi di Sumsel

Regional
Jadi Korban Asusila Kerabat Sendiri, Bocah SD di Batam Hamil 7 Bulan

Jadi Korban Asusila Kerabat Sendiri, Bocah SD di Batam Hamil 7 Bulan

Regional
Pelatihan 'Camera Trap' demi Mitigasi Konflik Macan Tutul di Sukabumi

Pelatihan "Camera Trap" demi Mitigasi Konflik Macan Tutul di Sukabumi

Regional
Ribuan Petani Lampung Korban Konflik Agraria, LBH Tuding Mafia Tanah

Ribuan Petani Lampung Korban Konflik Agraria, LBH Tuding Mafia Tanah

Regional
320 Pegawai Kemenag Aceh Jaya Jalani Tes Urine

320 Pegawai Kemenag Aceh Jaya Jalani Tes Urine

Regional
Pelaku Perundungan Siswi SD di Ambon Ternyata Cucu Kepsek, Tidak Pernah Berperilaku Aneh

Pelaku Perundungan Siswi SD di Ambon Ternyata Cucu Kepsek, Tidak Pernah Berperilaku Aneh

Regional
Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Regional
Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Regional
Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Regional
Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Regional
Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus 'Study Tour' di Subang

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Regional
Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com