Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mari Bantu Leni, Anak Yatim Piatu yang Jalan Kaki 14 Km ke Sekolah dan Jualan Kelapa untuk Menyambung Hidup

Kompas.com - 01/12/2023, 05:45 WIB
Robertus Belarminus

Editor

WAKATOBI, KOMPAS.com – Leni (15) tidak pernah minder dengan teman-temannya meski harus berjalan kaki ke sekolah sejauh 14 kilometer. 

Teriknya panas mentari tak pernah menyurutkan niat Leni untuk bisa sampai di SMA Negeri 1 Wangiwangi, di Sulawesi Tenggara, tempatnya menimba ilmu.

“Saya tidak minder dengan teman-teman lain. Saya dari SD sudah berjalan kaki,” kata Leni, Selasa (7/11/2023).

Kompas.com bekerja sama dengan Kitabisa.com menggalang dana untuk membantu Leni. Uluran tangan Anda dapat disalurkan dengan cara klik di sini. 

Perjalanan dari rumahnya di Dusun Langgaha Baru, Desa Wungka, Kecamatan Wangiwangi Selatan, menuju sekolah biasa ditempuh hampir 2 jam berjalan kaki. Ia mendapat jadwal masuk sekolah siang. 

Baca juga: Diduga Balapan di Tengah Laut Sambil Bawa Penumpang, 1 Longboat di Wakatobi Ditabrak dan Tenggelam

 

“Saya mulai pergi ke sekolah jam 10.00 Wita, tiba sekitar jam 12.00. Kalau pulang jam 4 atau jam 5 (sore), tapi tiba di rumah sudah mau maghrib,” ujar Leni.

Leni menjadi yatim piatu setelah kedua orangtuanya meninggal dunia sejak ia masih sekolah dasar (SD). 

Sehingga ia hidup bersama kedua adiknya yang masih kecil. Ketika pamannya meninggal dunia, Leni dan kedua adiknya tinggal bersama dengan neneknya yang sudah lumpuh dan stroke.

Untuk memenuhi kebutuhan setiap hari, Leni bahu-membahu bersama kedua adiknya dengan bekerja menjadi buruh bangunan dan Leni menjual kelapa.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Wangiwangi Yuwono mengatakan, sejak awal masuk SMA, Leni menggunakan seragam SMP-nya.

“Maka, kami dari guru bermaksud untuk mengumpulkan sedekah Jumat dan kami akan berikan pakaian seragam. Kemudian, teman-teman kelasnya dengan rasa iba mengumpulkan sumbangan dan sumbangan itu diberikan kepada Leni di rumahnya,” ucap Yuwono.

Baca juga: Kisah Anak Yatim Piatu di Wakatobi Berjalan Kaki ke Sekolah Sejauh 14 Km

 

Yuwono menuturkan, Leni termasuk anak yang cerdas dan pintar sehingga ditempatkan di kelas unggulan di sekolahnya.

“Ia kalau ke sekolah tidak pernah terlambat. Hanya kalau pulang, dia tiba di rumahnya sudah habis maghrib," ungkap Yuwono. 

Kompas.com bekerja sama dengan Kitabisa.com menggalang dana untuk membantu Leni. Uluran tangan Anda dapat disalurkan dengan cara klik di sini.

(Sumber: Kompas.com | Penulis: DEFRIATNO NEKE)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com