UNGARAN, KOMPAS.com - Dua residivis pencurian sepeda motor yang beraksi di Kabupaten Semarang berhasil ditangkap. Sementara satu orang lainnya, melarikan diri dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
Kapolsek Getasan Iptu Ari Parwanto mengatakan tersangka Wahyudi alias Gemblong warga Desa Sugihan Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang telah enam kali masuk penjara. Sementara Joni Hernawan warga Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Kabupaten Klaten, sudah empat kali dipenjara.
"Kasusnya sama, yakni curanmor. Untuk tersangka yang DPO bernama Isman," jelasnya, Selasa (22/8/2023) di Mapolsek Getasan.
Baca juga: Komplotan Pelaku Curanmor di Palembang dan Banyuasin Ditangkap, Beraksi di 31 Lokasi
Menurut Ari, pencurian yang dilakukan komplotan ini dilakukan di Desa Samirono, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada Selasa (8/8/2023) sekira pukul 19.20 WIB.
"Saat kejadian korban Syarif sedang memperbaiki knalpot sepeda motor Vario di depan rumah, kunci motor masih menggantung," terangnya.
Kemudian korban masuk ke rumah untuk mengambil knalpot yang akan dipasang. Saat di dalam rumah, dia mendengar sepeda motor didorong lalu bergegas keluar.
"Mengetahui sepeda motornya dicuri, korban meminta tolong tetangganya untuk mengejar. Selain itu warga juga melapor ke Polsek Getasan," kata Ari.
Tersangka Joni yang dicurigai lalu ditangkap dan mengakui mencuri bersama dua orang lain.
"Saat dilakukan pengembangan, Wahyudi ditangkap di Boyolali dan diamankan Yamaha Jupiter yang jadi sarana pencurian," jelasnya.
"Namun saat akan melakukan penangkapan terhadap Isman, tersangka telah kabur. Tapi berhasil disita Honda Vario di sekitar rumahnya, sepeda motor ini merupakan hasil kejahatan," ungkap Ari.
Dikatakan, komplotan ini tak hanya beraksi di Kabupaten Semarang tapi juga di sejumlah wilayah lainnya.
"Mereka juga melakukan pencurian di Kendal, Ambarawa, Magelang, dan Salatiga. Setelah dapat sepeda motor, lalu ditaruh di penitipan hingga laku dijual," paparnya.
Sementara Wahyudi mengaku telah melakukan pencurian sebanyak tujuh kali. Enam di antaranya berakhir di penjara.
Baca juga: Komplotan Curanmor di Kampar Riau Ditangkap, 12 Motor Disita
"Modelnya hunting, keliling bersama. Kalau ada motor yang tidak dikunci langsung diambil. Nunggu keteledoran pemilik, terutama yang kuncinya tertinggal," ujarnya.
"Kami tidak pakai alat, langsung ambil saja, tidak harus motor matik. Kalau laku dijual kisaran Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Nanti uangnya dibagi rata, satu orang Rp 700.000. Jualnya lewat Facebook," kata Wahyudi.
Wahyudi yang telah menjalani hukuman penjara di Salatiga, Ambarawa, dan Kendal mengaku kapok saat mencuri selalu tertangkap polisi.
"Uangnya ya buat kebutuhan sehari-hari bukan hobi mencuri. Tapi karena tertangkap terus jadi kapok," ungkapnya.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.