Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Banjir Bandang di Agam, 6 Meninggal, 11 Orang Belum Ditemukan

Kompas.com - 12/05/2024, 14:16 WIB
Rahmadhani,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

AGAM, KOMPAS.com - Banjir bandang yang menerjang wilayah Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) pada Sabtu (11/5) menyisakan 11 orang yang dinyatakan hilang di Kecamatan Sungai Pua.

Pihak terkait saat ini masih melakukan penyisiran terhadap belasan orang yang hilang tersebut.

Camat Sungai Pua Susi Karmila mengatakan, selain melaporkan kehilangan 11 orang warganya, juga terdapat enam orang warga yang meninggal dunia.

“Dari enam orang yang ditemukan meninggal dunia, empat orang sudah berhasil diidentifikasi atas nama Saukani, Adila, Suryani, dan Mami. Dua orang lagi masih diidentifikasi. Sementara untuk warga yang hilang masih terus dilakukan pencarian,” terangnya, Minggu (12/5/2024).

Baca juga: Banjir Padang Panjang, 2 Warga Hilang, Belasan Rumah Terendam


Baca juga: Banjir Sembakung Jadi Perhatian Nasional, Pemda Nunukan Dapat Bantuan 213 Unit Rumah dari BNPP

Banjir disebutkan lebih besar daripada sebelumnya

Rumah warga hancur akibat banjir lahar dingin, Minggu (12/5/2024) di Agam, Sumatera BaratFoto: BPBD Agam Rumah warga hancur akibat banjir lahar dingin, Minggu (12/5/2024) di Agam, Sumatera Barat

Sebelumnya, bencana banjir bandang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Agam, Sumbar. Di antaranya di kawasan Bukik Batabuah, Lasi, Kecamatan Sungai Pua, Galugua, Kecamatan Ampek Koto, Malalak, Gasan dan Maninjau.

Untuk penanganan, tim BPBD Agam bersama masyarakat membersihkan material banjir bandang dan menyiagakan ambulance di masing-masing Puskesmas.

“Kami juga terus melakukan pencarian terhadap korban hilang,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam Ichwan Pratama Danda, Minggu (12/5/2024).

Baca juga: Beras Mahal, Petani di Demak Pungut Gabah Busuk untuk Konsumsi

Salah seorang warga Nagari Bukik Batabuah, Rina, mengatakan banjir bandang disertai lahar dingin yang menghantam kali ini, lebih besar dari banjir sebelumnya.

Banjir bandang yang datang di malam hari, membuat ia dan keluarga tidak bisa berbuat banyak.

“Selain debit air yang banyak juga terdapat material kayu dan batuan besar yang datang. Jalan kami juga rusak. Bahkan ada rumah yang tertimpa batuan besar,” terangnya.

Baca juga: Terparah sejak 1992, Banjir Demak Rendam 13 Kecamatan, Ketinggian Capai 3 Meter, 25.000 Warga Mengungsi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Mengenal Gunung Sindoro yang Letusannya Pernah Hilangkan Sebuah Kota

Regional
Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Komedi Putar Roboh di Lampung, Baut Tiang Penyangga Ternyata Sudah Berkarat

Regional
Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Kasus Karyawan Koperasi di Lombok Dibunuh Pimpinannya, Jasad Korban Digantung agar Dikira Bunuh Diri

Regional
Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Jelang Idul Adha, Belasan Domba di Bantul Yogyakarta Hilang

Regional
Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Gunung Ibu Kembali Alami Erupsi, Sejumlah Desa Dilanda Hujan Abu

Regional
Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus 'Study Tour' di Subang

Sederet Fakta Terbaru Kasus Kecelakaan Bus "Study Tour" di Subang

Regional
Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Mantan Ajudan Ganjar Kembalikan Formulir Cawagub Tegal ke PDI-P, Ingin Perjuangkan Tanah Kelahiran

Regional
Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Ini Tips Menghindari Penipuan Modus QRIS Palsu

Regional
Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Dinilai Membahayakan, Satu Bangunan di Padang Dibongkar

Regional
Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Kronologi Santriwati di Inhil Dianiaya Pengemudi Kapal Pompong

Regional
Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Sakit Saat di Bandara Hasanuddin, Keberangkatan Satu Calon Jemaah Haji Asal Polman Ditunda

Regional
Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Ijtima Ulama di Bangka, Wapres Tekankan 4 Manhaj Atasi Masalah Bangsa

Regional
Mengintip 'Solo Investment And Public Service Expo 2024', Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Mengintip "Solo Investment And Public Service Expo 2024", Urus Dokumen Sambil Belanja di Mal Paragon

Regional
Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Diduga Selewengkan Dana Bantuan Parpol Rp 89 Juta, Ini Kata PSI Solo

Regional
Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Kakek di Kalsel Cabuli Cucunya, Tepergok Ibu Korban dan Langsung Diusir

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com