Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Anak di Rohil Selamat Usai Minum Kopi Beracun Pemberian Ibu Tiri

Kompas.com - 11/05/2024, 16:55 WIB
Reza Kurnia Darmawan

Editor

KOMPAS.com - Anak berinisial B (11) di Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, selamat meski sempat meminum kopi beracun pemberian ibu tirinya, RI alias Wanti (36).

Pelaku meracuni korban pada Minggu (5/5/2024) sekitar pukul 12.30 WIB.

Berdasarkan hasil interogasi terhadap RI, pelaku mencampurkan dua bungkus racun tikus ke dalam minuman kopi kemasan. Ia lantas memberikannya ke korban.

Usai meminum kopi beracun, B kejang-kejang. Korban sempat memuntahkan kopi yang diminumnya.

Kejadian itu diketahui tantenya. Tante korban lantas memberi tahu suaminya. Mereka lalu membawa korban ke rumah sakit.

Baca juga: Ibu di Riau Coba Bunuh Anak Tirinya dengan Racun Tikus

Paman korban diberi tahu istrinya bahwa sebelum B keracunan, korban sempat minum kopi kemasan pemberian ibu tiri.

"Korban selamat. Namun atas kejadian tersebut, paman korban membuat laporan ke Polsek Pujud untuk penyidikan lebih lanjut," ujar Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Rohil AKBP Andrian Pramudianto, Rabu (8/5/2024), dikutip dari Antara.

Andrian mengatakan, sewaktu peristiwa itu, korban tinggal dengan ibu tirinya. Ayah korban tak berada di rumah.

Saat diinterogasi polisi, RI mengakui telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan percobaan pembunuhan terhadap anak tirinya.

"Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dengan barang bukti satu botol sisa minuman kopi kemasan diduga dicampur racun," ucapnya.

Baca juga: Pengakuan Ibu Racuni Anak Tiri di Riau: Saya Kesal sama Bapaknya

Pengakuan pelaku


Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Pujud AKP Tri Adiyatmika menuturkan, RI meracuni anak tirinya karena kesal dengan sang suami.

Menurut tersangka, selama menikah selama 4 tahun dengan ayah korban, dirinya pernah mengalami KDRT. RI juga menyebut suaminya sering marah-marah tidak jelas.

"Jadi saya melampiaskan kepada anaknya dengan memberi racun tikus," ungkap tersangka dalam video yang diterima Kompas.com.

Selepas ditetapkan tersangka, ibu yang racuni anak tiri itu ditahan.

Polisi menjerat RI dengan Pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT juncto Pasal 76C UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 338 juncto Pasal 53 KUHP.

"Tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara," tutur Tri.

Baca juga: Bunuh Anggota Polisi, Remaja di Lampung Campur Racun dan Obat Nyamuk ke Minuman Korban

Sumber: Kompas.com (Penulis: Idon Tanjung | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief, Andi Hartik), Antara

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

PPDB SMAN/SMKN di Jateng, Kuotanya Capai 225.230 Kursi

Regional
Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Sakit Hati Disebut Kere, Buruh Bangunan di Grobogan Bunuh Rentenir

Regional
KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

KPU Kota Serang Terima Dana Hibah Rp 28 Miliar untuk Pilkada 2024

Regional
Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Buron 1 Tahun, Ayah Pemerkosa Anak Kandung di Aceh Timur Dibekuk

Regional
Program 'Makan Siang Gratis' Berubah Jadi 'Makan Bergizi Gratis', Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Program "Makan Siang Gratis" Berubah Jadi "Makan Bergizi Gratis", Budiman Sudjatmiko Ungkap Alasannya

Regional
Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Pantai Jodo di Batang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

KSP Kopdit Pintu Air Minta Perbaikan Jalan, Pj Bupati Sikka: Saya Tidak Janji tapi Saya Catat

Regional
Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Keluarga Kalin Puas Pratu FS Jadi Tersangka, Minta Pelaku Dihukum Mati

Regional
3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

3 Desa di Bangka Belitung Terendam Banjir, 225 Jiwa Terdampak

Regional
Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Gara-gara Tak Dikasih Tembakau, ODGJ di NTT Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya

Regional
Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Siswi SD di Padang Pariaman Tewas Terbakar Saat Gotong Royong di Sekolah, Luka Bakar 80 Persen

Regional
Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Kapal Pengangkut Karam, 40 Ton Beras Bulog Basah

Regional
Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Jalur Pantura Semarang-Demak Macet Parah, Apa Penyebabnya?

Regional
Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Jalan Provinsi dan Negara di Rejang Lebong Terhantam Longsor

Regional
Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Seorang Anak Hilang Terseret Ombak di Pantai Jetis Cilacap

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com