Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Abdul Hamid Korban Banjir Nunukan, Tidur Memeluk Parang untuk Usir Buaya dan Ular Hitam

Kompas.com - 12/05/2024, 15:12 WIB
Ahmad Dzulviqor,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

NUNUKAN, KOMPAS.com – Abdul Hamid (58), warga Desa Atap, Kecamatan Sembakung, Nunukan, Kalimantan Utara, tampak haru saat melihat banyak anggota TNI dari Kodim 0911/Nunukan, menurunkan banyak papan dan balok kayu untuk membedah rumahnya.

Laki-laki berusia senja ini diam terpaku melihat para prajurit yang hilir mudik, dan mulai melakukan pengukuran, untuk memastikan rumahnya tetap bisa ditempati, dan lebih nyaman ditinggali.

"Ini rumah sudah puluhan tahun, saya lupa pastinya, tapi di sini lah saya bernaung dan tinggal," ujarnya, dengan suara bergetar, saat ditemui Kompas.com, Minggu (12/5/2024).

Baca juga: Banjir Sembakung Jadi Perhatian Nasional, Pemda Nunukan Dapat Bantuan 213 Unit Rumah dari BNPP

Hamid, tinggal sebatang kara. Istrinya sudah meninggal dunia mendahuluinya beberapa tahun lalu, sementara anak-anaknya merantau jauh dari rumah.

Mata Hamid, terlihat berkaca-kaca saat dirinya tahu rumahnya menjadi sasaran pembangunan.

Rumah yang sudah lapuk termakan usia dan selalu terendam banjir tersebut, menjadi sasaran bedah rumah dalam Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-120 di wilayah perbatasan negara.

"Rusak semua ini rumah, karena selalu terendam banjir setiap tahun, dan sudah jabuk (lapuk)," tuturnya.

Baca juga: Diguyur Hujan Deras, Jalan Protokol di Nunukan Selatan Longsor


Baca juga: Lakukan Politik Uang, Ketua RT di Nunukan Divonis 2 Tahun Penjara dan Denda Rp 20 Juta

Banjir kiriman Malaysia

Salah satu sekolah SD di Sembakung Nunukan Kaltara yang mulai terendam banjir kiriman Malaysia. Banjir rutin terjadi setiap tahun dan Pemkab terus menetapkan tanggap darurat setiap tahunnyaDok.BPBD Nunukan Salah satu sekolah SD di Sembakung Nunukan Kaltara yang mulai terendam banjir kiriman Malaysia. Banjir rutin terjadi setiap tahun dan Pemkab terus menetapkan tanggap darurat setiap tahunnya

Untuk diketahui, TMMD 120 di Nunukan, menyasar pada daerah rawan banjir yang terdampak paling parah akibat banjir kiriman Malaysia di Desa Atap, Kecamatan Sembakung.

Kodim 0911/NNK membukakan jalan hampir 2 kilometer menuju bukit untuk daerah relokasi bagi para korban.

Melakukan bedah rumah, hingga menyiapkan ketahanan pangan, dengan membuat areal persawahan di perbukitan, agar warga bisa menikmati panen padi yang selama ini selalu saja gagal panen, akibat banjir kiriman Malaysia.

Baca juga: Update Banjir Bandang di Agam, 6 Meninggal, 11 Orang Belum Ditemukan

Bertahan di pungkau setiap banjir

Diketahui, banjir yang melanda Kecamatan Sembakung, adalah sebuah peristiwa biasa bagi warga pelosok perbatasan RI-Malaysia.

Saking terbiasanya, mereka tidak akan panik atau bingung dengan musibah banjir yang melanda.

Mereka hanya menyusun deretan papan layaknya panggung, tepat di bawah atap rumah mereka, yang mereka sebut sebagai pungkau/para para.

"Kalau banjir, di pungkaulah saya tinggal. Di situ lah saya tidur, memasak, dan semuanya, sambil menunggu air surut," kata dia.

Baca juga: Wilayah Rawan Banjir Kiriman Malaysia Jadi Sasaran TMMD, Kodim 0911/NNK Siapkan Lahan Pangan

Halaman:


Terkini Lainnya

Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Longsor di Distrik Minyambouw Papua Barat, 1 Keluarga Tertimbun

Regional
Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Mengenal Kawah Nirwana Suoh Lampung Barat yang Terbangun Setelah 91 Tahun

Regional
'Ball' Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

"Ball" Pakaian dan Sepatu Bekas Impor Diamankan di Perairan Nunukan

Regional
Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Wapres Ma'ruf Amin ke Bangka, 1.075 Personel Pengamanan Disiagakan

Regional
Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Pelantikan Pengurus Pusat, GP Ansor Usung Transisi Energi dan Ekonomi Digital

Regional
Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Longsor Saat Ibadah Minggu di Distrik Minyambouw, 4 Warga Tertimbun

Regional
Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Kakak Vina Bingung dengan Pernyataan Polisi yang Hapus 2 Nama Pelaku dalam DPO

Regional
Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Optimalisasi Lahan Rawa Seluas 98.400 Hektare, Pemprov Sumsel Optimistis Target Produksi 3,1 Ton GKG Tercapai

Regional
Sapi Terperosok ke dalam 'Septic Tank', Damkar di Ngawi Turun Tangan

Sapi Terperosok ke dalam "Septic Tank", Damkar di Ngawi Turun Tangan

Regional
Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Jelang Idul Adha 2024, Sapi di Kota Malang Diberi Jamu

Regional
Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Pembunuh Gajah Ditangkap di Aceh Utara, Gading Disita di Aceh Barat

Regional
Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Disebut Tewas Kecelakaan, Hansip di Kuningan Ternyata Jadi Korban Pembunuhan, Sang Istri Terlibat

Regional
Budayakan Hidup Sehat, Pj Gubernur Sulsel Ajak OPD dan Masyarakat Rutin Olahraga

Budayakan Hidup Sehat, Pj Gubernur Sulsel Ajak OPD dan Masyarakat Rutin Olahraga

Regional
Sopir Mengantuk, Calya Tabrak Pasutri di Banyumas dan Dua Orang Tewas

Sopir Mengantuk, Calya Tabrak Pasutri di Banyumas dan Dua Orang Tewas

Regional
2 Warga Tertimbun Longsor di Lampung

2 Warga Tertimbun Longsor di Lampung

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com