Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Melihat Mata Air Hodo dan Benteng Kerajaan yang Terkubur Letusan Tambora

Kompas.com - 09/04/2023, 22:41 WIB
Junaidin,
Pythag Kurniati

Tim Redaksi

Pengunjung bisa istirahat sejenak atau mandi sambil menikmati pemandangan laut yang indah sebelum melanjutkan perjalanan.

"Mata air ini merupakan fenomena geologi yang unik karena berada di batuan beku andesit yang sifatnya kompak, sehingga deformasi pada batuan sangat berperan dalam menentukan besarnya debit air yang keluar dari bawah tanah," kata Hudan Ramadani, Penanggung Jawab Sekretariat Geopark Tambora Kabupaten Dompu.

Baca juga: Jalur Pendakian Gunung Tambora NTB Ditutup Mulai 24 Januari

Hasil analisis ahli geologi memperkirakan bahwa usia mata air ini jauh lebih tua dari letusan Gunung Tambora.

Dulu, terdapat aliran sungai yang hulunya berada di lembah Tambora. Karena letusan hebat pada 1815, sungai itu terkubur material pasir dan batuan.

Mata Air Hodo tidak pernah kering sepanjang tahun. Air yang terus mengalir dari retakan bebatuan dimanfaatkan warga setempat untuk kebutuhan sehari-hari.

Kendati mata air ini menjadi salah satu bukti betapa hebatnya letusan Gunung Tambora, namun kondisinya belum terawat.

"Untuk merawat ini perlu kolaborasi, tidak bisa Geopark Tambora berjalan sendiri. Harus barengan dengan pemerintah daerah dan provinsi," kata Hudan.

Kawanan kerbau berendam. Kawanan kerbau berendam.

Selain menyuguhkan mata air yang menyembur dari retakan batuan, panorama alam ini memberi kesejukan dengan pepohonan besar yang mengelilinginya.

Mata air ini juga membentuk kolam alami dan hanya dibatasi pasir hitam lebih kurang 10 meter dengan bibir pantai.

Pada bagian timur dapat dijumpai kawanan ternak yang berendam setelah mencari makan di kawasan hutan setempat.

"Selain menjadi tempat singgah, mata air ini kami manfaatkan untuk minum dan memenuhi kebutuhan sehari-hari," kata Arif, salah seorang warga di Mata Air Hodo.

Baca juga: Oi Hodo, Tempat Ratusan Kerbau Berkubang Bersama

Menurut dia, sebagai tempat yang memiliki nilai sejarah, objek ini semestinya dikelola secara maksimal agar bisa menjadi salah satu tujuan wisata.

Apalagi fasilitas penunjang seperti MCK dan gazebo sudah tersedia, termasuk warung-warung yang menjajakan makanan dan minuman.

"Tinggal ditata rapi dan dikelola saja sebenarnya, tapi sekarang hanya dibiarkan alami seperti ini," ujarnya.

Situs Doro Bente

Situs Doro Bente di NTB. Situs Doro Bente di NTB.

Halaman Berikutnya
Halaman:


Terkini Lainnya

Setubuhi Pacar Berkali-kali, Pemuda di Nunukan Ditangkap Polisi

Setubuhi Pacar Berkali-kali, Pemuda di Nunukan Ditangkap Polisi

Regional
Dua Gempa Besar Guncang Seram Timur Maluku, BPBD: Tak Berdampak Kerusakan

Dua Gempa Besar Guncang Seram Timur Maluku, BPBD: Tak Berdampak Kerusakan

Regional
Polisi Belum Temukan Ada Pelanggaran Pidana atas Tenggelamnya Dokter Wisnu

Polisi Belum Temukan Ada Pelanggaran Pidana atas Tenggelamnya Dokter Wisnu

Regional
Gelar Rakorcabsus, PDI-P Kebumen Usulkan Bambang Pacul Jadi Cagub Jateng

Gelar Rakorcabsus, PDI-P Kebumen Usulkan Bambang Pacul Jadi Cagub Jateng

Regional
Blora Jadi Tuan Rumah Popda 2024, Bupati Arief Sambut Atlet Pelajar dari Wilayah Eks Karesidenan Pati

Blora Jadi Tuan Rumah Popda 2024, Bupati Arief Sambut Atlet Pelajar dari Wilayah Eks Karesidenan Pati

Regional
Tawuran Antarsekolah di Purworejo, 12 Siswa Diamankan, 5 Jadi Tersangka

Tawuran Antarsekolah di Purworejo, 12 Siswa Diamankan, 5 Jadi Tersangka

Regional
Update Penjaringan Parpol di Pilkada Brebes, Ada Nama Paramitha Widya Kusuma

Update Penjaringan Parpol di Pilkada Brebes, Ada Nama Paramitha Widya Kusuma

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Senin 6 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Senin 6 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Regional
BMKG: Gempa M 5,8 di Seram Timur Maluku Dipicu Aktivitas Sesar Naik

BMKG: Gempa M 5,8 di Seram Timur Maluku Dipicu Aktivitas Sesar Naik

Regional
Aziz Minta Restu di Hadapan Massa, Terkait Pilkada Magelang?

Aziz Minta Restu di Hadapan Massa, Terkait Pilkada Magelang?

Regional
Cerita Awal Mula Marliah Pensiunan PNS Tiba-tiba Jadi WNA Malaysia

Cerita Awal Mula Marliah Pensiunan PNS Tiba-tiba Jadi WNA Malaysia

Regional
Gempa M 5,8 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berisiko Tsunami

Gempa M 5,8 Guncang Seram Bagian Timur Maluku, Tak Berisiko Tsunami

Regional
Pencarian Pria yang Hilang Diterkam Buaya di Ende Berlanjut

Pencarian Pria yang Hilang Diterkam Buaya di Ende Berlanjut

Regional
WN Papua Nugini Ditangkap karena Membawa Dua Butir Amunisi

WN Papua Nugini Ditangkap karena Membawa Dua Butir Amunisi

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Senin 6 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Senin 6 Mei 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com