Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pemkab Bima Usulkan UMK Rp 2,4 Juta, Naik 7,19 Persen

Kompas.com - 06/12/2022, 11:20 WIB
Junaidin,
Krisiandi

Tim Redaksi

BIMA, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), telah mengusulkan Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2023 ke Pemprov NTB, Senin (5/12/2022).

Besarannya Rp 2,4 juta atau naik sekitar 7,19 persen dari upah minimum tahun 2022 senilai Rp 2,2 juta.

Kenaikan UKM ini disepakati setelah melalui proses penghitungan bersama Dewan Pengupahan dengan merujuk pada inflasi NTB sebesar 6,8 persen.

"Bupati sudah menandatangani surat usulan UMK sebesar Rp2.400.833.00. Surat itu kami usulkan langsung ke provinsi," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bima, Fatahullah saat dikonfirmasi, Selasa (6/12/2022).

Baca juga: Kabur ke Kabupaten Bima, DPO Kasus Korupsi Dana Covid-19 di Flores Timur Ditangkap

Menurut dia, kenaikan UMK direalisasikan hampir setiap tahun. Hanya saja pada praktiknya di lapangan tidak semua perusahaan mampu menerapkan.

Sekitar 70 persen perusahaan di Kabupaten Bima mengupah berdasarkan hasil kesepakatan bersama antara pengusaha dan karyawan.

"Hanya perusahaan besar saja yang mampu menggaji karyawan sesuai UMK, itu pun sekitar 30 persen di Bima. Kebanyakan itu masih dibawah UMK, kami juga tidak bisa memaksa karena melihat lagi kemampuan perusahaan ini," jelasnya.

Dikatakan, UMK selain menjadi acuan bagi perusahaan kelas menengah ke atas, juga sebagai jaring pengaman bagi setiap karyawan saat terjadi perselisihan.

Seperti misalnya terjadi pemutusan hubungan kerja pada karyawan dengan gaji dibawah UMK. Jika masa kerjanya sudah melebihi waktu uji coba selama tiga bulan, maka praktis yang bersangkutan sudah dianggap karyawan tetap.

Dengan begitu hak atas gaji atau pesangon karyawan tersebut ketika ada perselisihan akan dihitung berdasarkan besaran UMK yang berlaku di Kabupaten Bima.

Baca juga: UMK Se-Bali Ditetapkan, Perusahaan Tak Patuh Bisa Dipidana

"Itu jika ada laporan perselisihan terkait dengan ketenagakerjaan. Ini sesuai aturan baru di Undang-undang Cipta Kerja," ungkapnya.

Disinggung pengupahan di perusahaan retail modern di Kabupaten Bima, Fatahullah meyakinkan, semuanya sudah menggaji karyawan sesuai UMK. Hal itu sesuai hasil pengecekan langsung yang dilakukan jajaran hubungan industrial di lapangan.

"Kebanyakan yang belum ini hanya toko-toko atau UMKM, karena omset mereka masih kecil," kata Fatahullah.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kronologi Paman di Konawe Selatan Bunuh Keponakan Berusia 10 Tahun, Pelaku Sempat Serang Tetangga

Kronologi Paman di Konawe Selatan Bunuh Keponakan Berusia 10 Tahun, Pelaku Sempat Serang Tetangga

Regional
Sosok Letda Oktavianus Danramil Aradide yang Gugur Ditembak OPM Paniai, Dikenal Pengayom Masyarakat

Sosok Letda Oktavianus Danramil Aradide yang Gugur Ditembak OPM Paniai, Dikenal Pengayom Masyarakat

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Siang ini Hujan Ringan

Regional
'Saat Takbiran Suami Saya Dipukuli'

"Saat Takbiran Suami Saya Dipukuli"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tasmah Kehilangan Suami dan 2 Anak Kecelakaan Tol Cikampek | Pemudik Meninggal di Pelabuhan Bakauheni

[POPULER NUSANTARA] Tasmah Kehilangan Suami dan 2 Anak Kecelakaan Tol Cikampek | Pemudik Meninggal di Pelabuhan Bakauheni

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Malam Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Sabtu 13 April 2024, dan Besok : Malam Hujan Ringan

Regional
Libur Lebaran, Kota Lama Semarang Diserbu Wisatawan

Libur Lebaran, Kota Lama Semarang Diserbu Wisatawan

Regional
162.000 Wisatawan Berlibur ke Semarang Saat Lebaran, Melonjak 32 Persen

162.000 Wisatawan Berlibur ke Semarang Saat Lebaran, Melonjak 32 Persen

Regional
BMKG Deteksi 169 Titik Panas di Kaltim, Meningkat Drastis dari Sebelumnya

BMKG Deteksi 169 Titik Panas di Kaltim, Meningkat Drastis dari Sebelumnya

Regional
Cegah Lakalantas Saat Balik, Kakorlantas: Maksimal Berkendara 4 Jam

Cegah Lakalantas Saat Balik, Kakorlantas: Maksimal Berkendara 4 Jam

Regional
Dua Rumah di Situbondo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 225 Juta

Dua Rumah di Situbondo Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp 225 Juta

Regional
Mengintip Tim Drogba, Anggota Polres Magetan Penolong Pemudik yang Sulit 'Nanjak'

Mengintip Tim Drogba, Anggota Polres Magetan Penolong Pemudik yang Sulit "Nanjak"

Regional
Sebelum Kecelakaan Maut, Sopir Bus Rosalia Indah Sempat Berhenti di Pekalongan untuk Hilangkan Kantuk

Sebelum Kecelakaan Maut, Sopir Bus Rosalia Indah Sempat Berhenti di Pekalongan untuk Hilangkan Kantuk

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com