Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 05/12/2022, 18:47 WIB

MANOKWARI, KOMPAS.com - Anggota Fraksi Otonomi Khusus (Otsus) DPR Papua Barat berinisial YAY ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah tahun 2018 yang diperuntukkan kepada organisasi masyarakat Komunitas Anak Wondama Abdi Lingkungan (Kawal).

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Krimsus) Polda Papua Barat, Kombes Pol Romylus Tamtelehitu mengatakan, penetapan tersangka terhadap YAY didasarkan atas dua alat bukti yang diperoleh penyidik Tipidkor Polda.

"Modus perbuatan melawan hukum dari tersangka saudara YAY dilakukan dengan cara yaitu saat saudara YAY menerima hibah sebesar Rp 6.100.000.000 (enam miliar seratus juta rupiah) ternyata saudara YAY telah membuat laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dengan cara memerintahkan sandara FW selaku pihak swasta untuk melakukan penyusunan LPJ tersebut," kata Romylus, Senin (5/12/2022).

Baca juga: Serahkan DIPA 2023, Pj Gubernur Papua Barat Ingatkan Bupati/Wali Kota Monitor Inflasi

Romylus mengatakan, YAY mempertanggungjawabkan belanja hibah lebih tinggi dari realisasi pengeluaran sebenarnya atau mark-up senilai Rp 1.847.407.000 atas dana hibah APBD Provinsi Papua Barat untuk Komunitas Anak Wondama Abdi Lingkungan (KAWAL) pada BPKAD Provinsi Papua Barat TA 2018 dan 2019.

"YAY mempertanggungjawabkan belanja hibah atas kegiatan yang tidak dilaksanakan (fiktif) senilai Rp 2.495.700.000," ungkapnya.

Baca juga: Kontingen PON Papua Barat Tuntut Bonus Peraih Medali, Dispora: Rencananya Desember Sudah Cair

Dengan begitu, Romylus menyebut, kerugian keuangan negara atas perbuatan melawan hukum tersangka YAY yaitu sebesar Rp 4.343.107.000 berdasarkan hasil audit investigasi Perhitungan Kerugian Negara (PKN) BPK RI.

Saat ini, penyidik Tipidkor Polda Papua Barat sudah melayangkan surat panggilan pertama sebagai tersangka kepada YAY, namun hingga saat tidak hadir tanpa alasan yang bisa dipertanggungjawabkan. Sesuai KUHAP, maka penyidik akan melayangkan kembali surat panggilan kedua.

"Dan jika juga tidak hadir tanpa alasan yang sah, maka akan dilakukan upaya jemput paksa saudara YAY," tegasnya.

YAY dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) dan atau 3 Undang-undang RepubIik Indonesia No 31 Tahun 1999 sebagaimana telah dirubah dan ditambah dengan UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas Undang-undang Republik Indonesia No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan acaman hukuman penjara paling singkat 4 tahun penjara dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit senilai Rp 200 juta dan paling banyak senilai Rp 1 miliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mobil Dinas Protokoler Wagub Jateng Terguling di Tol Batang, Bermula Ban Pecah

Mobil Dinas Protokoler Wagub Jateng Terguling di Tol Batang, Bermula Ban Pecah

Regional
Gelombang di Laut Natuna Capai 9 Meter, Basarnas Minta Nelayan dan Kapal Tak Nekat Melaut

Gelombang di Laut Natuna Capai 9 Meter, Basarnas Minta Nelayan dan Kapal Tak Nekat Melaut

Regional
Hengkang dari NasDem, Suami Wagub NTB Jadi Ketua DPW Perindo

Hengkang dari NasDem, Suami Wagub NTB Jadi Ketua DPW Perindo

Regional
Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Tipu Seorang Perempuan, Polisi Gadungan Berpangkat Brigadir Jadi Buruan Polda Sumsel

Regional
Tak Hanya Kencani dan Bunuh Siswi SMP di Sukoharjo, Nanang Pernah Cabuli Mertua serta Aniaya Anak Istri

Tak Hanya Kencani dan Bunuh Siswi SMP di Sukoharjo, Nanang Pernah Cabuli Mertua serta Aniaya Anak Istri

Regional
Viral Video Tawuran Antarpelajar di Semarang, Satu Orang Terluka

Viral Video Tawuran Antarpelajar di Semarang, Satu Orang Terluka

Regional
Mengenal Stasiun Cirebon yang Telah Ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Mengenal Stasiun Cirebon yang Telah Ditetapkan sebagai Bangunan Cagar Budaya

Regional
'Asman' hingga 'Doyok', Jadi Kode Transaksi Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan

"Asman" hingga "Doyok", Jadi Kode Transaksi Narkoba di Gunung Bugis Balikpapan

Regional
Nono, Bocah Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Laptop dari Menteri Nadiem, Lebih Pilih Beasiswa

Nono, Bocah Juara Sempoa Dunia, Tolak Hadiah Laptop dari Menteri Nadiem, Lebih Pilih Beasiswa

Regional
Suara Getaran Selamatkan Satu Keluarga di Sragen dari Longsor

Suara Getaran Selamatkan Satu Keluarga di Sragen dari Longsor

Regional
Rayakan Imlek, Pelajar Se-Banyumas Lomba Memasak Mi dari Mocaf

Rayakan Imlek, Pelajar Se-Banyumas Lomba Memasak Mi dari Mocaf

Regional
Kasus DBD di Sikka NTT Terus Bertambah, 25 Orang Masih Dirawat

Kasus DBD di Sikka NTT Terus Bertambah, 25 Orang Masih Dirawat

Regional
Isu Penculikan Anak Beredar di Grup Sekolah di Lampung, Polisi: Sudah Dicek, Itu Hoaks

Isu Penculikan Anak Beredar di Grup Sekolah di Lampung, Polisi: Sudah Dicek, Itu Hoaks

Regional
Bus Budiman Terbakar di Pool Tasikmalaya

Bus Budiman Terbakar di Pool Tasikmalaya

Regional
Ribuan Mangrove di Batam Ditebang secara Ilegal, Dijadikan Bahan Baku Arang

Ribuan Mangrove di Batam Ditebang secara Ilegal, Dijadikan Bahan Baku Arang

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.