Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Wanita di Balikpapan Jadi Pengedar Sabu, Mengaku Dapat Barang dari “Pace”

Kompas.com - 02/12/2022, 14:52 WIB
Ahmad Riyadi,
Ardi Priyatno Utomo

Tim Redaksi

BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Jajaran Polsek Balikpapan Selatan, Balikpapan, Kalimantan Timur, meringkus seorang wanita di salah satu indekos kawasan Jalan Mayjen Sutoyo RT 44 Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota pada Selasa (29/11/2022). Wanita berinisial AS (46) ini rupanya seorang pengedar sabu.

Pengungkapan ini bermula dari informasi masyarakat bahwa di lokasi tersebut kerap dijadikan tempat transaksi narkoba.

Baca juga: 1 Perempuan dan 2 Pria Diamankan Saat Transaksi Narkoba di Binjai

Sehingga petugas berpakaian preman langsung melakukan penyelidikan di lokasi yang dimaksud. Hasilnya, polisi berhasil mendapatkan ciri-ciri pelaku kemudian melakukan penggerebekan.

“AS kami amankan di indekosnya. Kemudian saat kami geledah, didapati barang bukti sabu seberat tiga gram dalam dompet pink miliknya,” kata Kapolsek Balikpapan Selatan, AKP Bambang Suhandoyo pada Jumat (2/12/2022).

AS pun digiring ke Mapolsek Balikpapan Selatan untuk ditindaklanjuti. Hasil dari pemeriksaan petugas, AS mengaku mendapatkan barang haram itu dari seseorang yang kerap dipanggil “Pace”.

“Dapatnya dari seseorang yang dipanggil Pace, di kawasan Jalan Martadinata. Ini masih kami lakukan pengembangan terkait pengakuan pelaku itu,” tuturnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Baca juga: Seperti Tak Ada Habisnya, Polisi Terus Gempur Peredaran Narkoba di Kampung Boncos

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

[POPULER REGIONAL] Pendaki Gunung Tewas Tersambar Petir | Honor KPPS Dipakai untuk Judi 'Online'

[POPULER REGIONAL] Pendaki Gunung Tewas Tersambar Petir | Honor KPPS Dipakai untuk Judi "Online"

Regional
10 Soto Khas Jawa Tengah, Ada Soto Grombyang dan Soto Garing

10 Soto Khas Jawa Tengah, Ada Soto Grombyang dan Soto Garing

Regional
Gempa M 5.7 Banten Selatan Kejutkan Warga: Guncangannya Cukup Lama

Gempa M 5.7 Banten Selatan Kejutkan Warga: Guncangannya Cukup Lama

Regional
Mobil Pengangkut BBM Terguling dan Meledak di Dumai

Mobil Pengangkut BBM Terguling dan Meledak di Dumai

Regional
Kronologi 5 Pendaki Tersambar Petir di Gunung Cikuray, 1 Orang Meninggal Dunia

Kronologi 5 Pendaki Tersambar Petir di Gunung Cikuray, 1 Orang Meninggal Dunia

Regional
Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Banten, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Momen Tim SAR Kena 'Prank' Bocah Dikira Tenggelam di Irigasi Brebes

Momen Tim SAR Kena "Prank" Bocah Dikira Tenggelam di Irigasi Brebes

Regional
Truk Angkut Kabel Terguling di JLS, Satu Orang Tewas

Truk Angkut Kabel Terguling di JLS, Satu Orang Tewas

Regional
Emosi Rongsokannya Dijual, Kakek di Lampung Bunuh Rekannya Pakai Gancu

Emosi Rongsokannya Dijual, Kakek di Lampung Bunuh Rekannya Pakai Gancu

Regional
PDIP Riau Klaim Kemenangan dan Sebut Pertama Sepanjang Sejarah

PDIP Riau Klaim Kemenangan dan Sebut Pertama Sepanjang Sejarah

Regional
Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Kekasih di Lampung Ditangkap

Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Pasangan Kekasih di Lampung Ditangkap

Regional
Serangan Jantung Usai Kawal Pemilu di Dompu, Iptu Arif Meninggal

Serangan Jantung Usai Kawal Pemilu di Dompu, Iptu Arif Meninggal

Regional
Gara-gara Sakit Gigi, Pria di Kayong Utara Bunuh Istri yang Setel Musik Kencang

Gara-gara Sakit Gigi, Pria di Kayong Utara Bunuh Istri yang Setel Musik Kencang

Regional
Harga Beras Meroket, Kepala Desa di Wonosobo Bagikan Beras Hasil Bengkok kepada Warga Kurang Mampu

Harga Beras Meroket, Kepala Desa di Wonosobo Bagikan Beras Hasil Bengkok kepada Warga Kurang Mampu

Regional
Banjir Demak, Komnas HAM: Pemerintah Perlu Pikirkan Anak Sekolah

Banjir Demak, Komnas HAM: Pemerintah Perlu Pikirkan Anak Sekolah

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com