Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tangkap 3 Pengedar Narkoba di Tual Maluku, Polisi Sita 11 Paket Sabu

Kompas.com - 20/10/2022, 21:28 WIB
Rahmat Rahman Patty,
Andi Hartik

Tim Redaksi

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Direktorat Reserse Narkoba Kepolisian Daerah (Polda) Maluku membongkar upaya penyelundupan narkoba jenis sabu melalui jasa pengiriman di Kota Tual, Maluku.

Dalam kasus ini, polisi meringkus tiga orang yang diduga sebagai pemilik sekaligus pengedar sabu. Yakni, REJ alias Pai, AS alias Gondrong, dan SP alias Sukip.

Total, barang bukti yang diamankan dalam penangkapan itu sebanyak 11 paket sabu.

Baca juga: Oknum Anggota Polda Sulsel Ditangkap Edarkan Sabu di Kabupaten Gowa

Kepala Bidang Humas Polda Maluku Kombes Pol Muhamad Roem mengatakan, penangkapan terhadap tiga pengedar sabu ini berlangsung di waktu dan tempat yang berbeda di Tual.

"Ada tiga orang yang ditangkap dalam kasus ini," kata Roem kepada Kompas.com, Kamis (20/10/2022).

Dia menjelaskan, awalnya petugas menangkap REJ alias Pai setalah mengambil sabu di sebuah jasa pengiriman barang di Tual pada 3 Oktober 2022.

Baca juga: Desersi dan Cabuli Anak di Bawah Umur, 2 Anggota Polres Tual Maluku Dipecat

Penangkapan terhadap REJ dilakukan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa ada penyelundupan sabu dari Makassar dengan tujuan Tual. Polisi kemudian berkoordinasi dengan pihak jasa pengiriman.

"Dengan bantuan pihak jasa pengiriman, maka dilakukan teknik control delivery dan ada tanggal 3 Oktober 2022 sekira pukul 12.30 WIT penerima barang diamankan di Jalan Poros Ohoitel-Watran, Kota Tual," jelas Roem.

Dalam penangkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti berupa dua paket sabu seberat 20 gram.

Dari hasil pemeriksaan dan pengembangan, polisi kemudian menangkap tersangka lainnya yakni AS alias Gondrong.

AS ditangkap polisi di Jalan Taar Baru, Kecamatan Dulah Selatan, Kota Tual, Selasa (18/10/2022) sekira pukul 18.45 WIT.

"Pelaku diamankan oleh aparat Sat Resnarkoba Polres Tual sedang membawa satu paket narkotika jenis sabu," ujarnya.

Setelah penangkapan itu, polisi kembali menangkap SP alias Sukip di hari yang sama di Dusun Dumar, Kecamatan Dulah Selatan, Kota Tual.

Dari tangan tersangka SP, polisi menyita delapan paket sabu dan bong atau alat hisap sabu.

"SP diamankan bersama barang bukti berupa delapan paket sabu dan berupa alat hisap dan uang hasil penjualan," terangnya.

Baca juga: Naikkan Tual Sagu, Sakiman Nyaris Tewas Diterkam Buaya di Kepulauan Meranti

Mereka bertiga saat ini telah meringkuk di sel tahanan Polres Tual.

Ketiganya dijerat dengan Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Roem mengakui bahwa Kota Tual saat ini merupakan salah satu daerah rawan peredaran narkoba. Karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama melakukan pemberantasan peredaran narkotika di wilayah itu.

"Tual saat ini merupakan salah satu daerah terawan narkoba di wilayah Maluku. Sehingga kami imbau semua pihak terkait, baik formal dan nonformal bisa bersama-sama melakukan antisipasi dalam bentuk tindakan nyata secara bersama untuk penanggulangan peredaran gelap narkoba," katanya.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Sempat Cekcok dengan 2 Pria, Perempuan di Grobogan Ditemukan Tewas Mulut Terlakban

Regional
Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Pemotor Korban Tanah Ambles di Jembatan Monano Belum Ditemukan

Regional
Bayi yang Baru Lahir Dibuang di Dalam Ember, Pelakunya Remaja 17 Tahun

Bayi yang Baru Lahir Dibuang di Dalam Ember, Pelakunya Remaja 17 Tahun

Regional
Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Sujud Syukur

Tiba di Tanah Air, Jemaah Haji Kloter Pertama Debarkasi Solo Sujud Syukur

Regional
Ditemukan Botol Obat, Mahasiswa Asal Papua Meninggal di Kamar Kos Bantul Sempat Depresi

Ditemukan Botol Obat, Mahasiswa Asal Papua Meninggal di Kamar Kos Bantul Sempat Depresi

Regional
Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Balikpapan Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca Morowali Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Ringan

Regional
Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Prakiraan Cuaca Batam Hari Ini Minggu 23 Juni 2024, dan Besok : Tengah Malam ini Berawan

Regional
Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Perempuan Tewas di Rumah Kontrakan Grobogan, Mulut Dilakban, Tangan dan Kaki Terikat Tali

Regional
Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Pemeran Pria Dalam Video Mesum di Ambon yang Viral Ditahan Polisi

Regional
Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Ratusan Warga di Bangka Belitung Terjerat Arisan Bodong, Kerugian Capai Rp 4 Miliar

Regional
Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Tabrakan Beruntun 4 Mobil di Exit Tol Soroja, Polisi: Pengendara Mitsubishi Colt Hilang Kendali

Regional
Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Jembatan Wariori Nyaris Ambruk, Sopir Mobil Trans Papua Barat Mengeluh

Regional
3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

3 Wisatawan Terseret Ombak Pantai Payangan Jember, 1 Korban Hilang

Regional
Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Bayi Meninggal di Sukabumi Setelah Imunisasi Tak Jadi Diotopsi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com