Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kasus DBD di Solo Capai 129 pada Periode Januari-Juli, 6 di Antaranya Meninggal Dunia

Kompas.com - 03/08/2022, 17:42 WIB
Labib Zamani,
Dita Angga Rusiana

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo, Jawa Tengah mencatat ada 129 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada periode Januari hingga Juli 2022. Dari jumlah tersebut, enam di antaranya meninggal dunia.

Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DKK Solo Tenny Setyoharini mengatakan, banyaknya jumlah kasus DBD tersebut disebabkan oleh cuaca di Solo yang sering hujan.

Akibatnya muncul banyak genangan air yang menjadi perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti pembawa virus dengue.

"Yang kemarin rasanya tidak ada kemarau. Jadi masih ada hujan," kata Tenny di Solo, Jawa Tengah, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Simak Cara Mencegah DBD Paling Efektif Menurut Dinkes Kota Bandung

Tenny mengatakan sudah mengeluarkan surat edaran kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap pergantian musim.

Melalui surat edaran itu masyarakat diharapkan teratur melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Sebab, habitat nyamuk Aedes aegypti berada di air bersih.

"Karena nyamuk aedes aegypti ini paling suka air bersih untuk berkembang biak. Memang habitatnya di air bersih," terang dia.

Upaya lain yang dilakukan mencegah perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti adalah dengan melibatkan puskesmas di masing-masing wilayah.

Kemudian ada kegiatan Jumat sehat yang merupakan program rutin Dinas Kesehatan untuk turun ke masyarakat setiap dua pekan sekali.

Menurut dia banyak kegiatan yang dilakukan dalam kegiatan ini. Salah satunya untuk menampung aspirasi masyarakat khususnya di bidang kesehatan.

"Kita juga melibatkan kader jumantik di masing-masing wilayah supaya masyarakat rutin melakukan PSN," kata Tenny.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Partai di Brebes Buka Penjaringan Pilkada, Mantan Wakil Bupati dan Sejumlah Petani Bawang Ambil Formulir

Partai di Brebes Buka Penjaringan Pilkada, Mantan Wakil Bupati dan Sejumlah Petani Bawang Ambil Formulir

Regional
Jasad Korban Penembakan KKB Belum Dipindahkan karena Pesawat Takut Terbang ke Homeyo

Jasad Korban Penembakan KKB Belum Dipindahkan karena Pesawat Takut Terbang ke Homeyo

Regional
Klaim Dapat Dua Rekomendasi Golkar, Dico Bisa Pilih Maju di Pilkada Jateng atau Kendal

Klaim Dapat Dua Rekomendasi Golkar, Dico Bisa Pilih Maju di Pilkada Jateng atau Kendal

Regional
Cegah PMK Jelang Idul Adha, Pedagang di Solo Diminta Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah

Cegah PMK Jelang Idul Adha, Pedagang di Solo Diminta Tak Datangkan Sapi dari Luar Daerah

Regional
Raker Konwil I Apeksi Pekanbaru Dimulai, Ini Rangkaian Kegiatannya

Raker Konwil I Apeksi Pekanbaru Dimulai, Ini Rangkaian Kegiatannya

Kilas Daerah
Jadi Narsum HTBS, Pj Nurdin Paparkan Upaya Pemkot Tangerang Tanggulangi Tuberkulosis

Jadi Narsum HTBS, Pj Nurdin Paparkan Upaya Pemkot Tangerang Tanggulangi Tuberkulosis

Regional
Promosikan Produk Unggulan Koperasi dan UMKM, Pemkot Semarang Gelar SIM

Promosikan Produk Unggulan Koperasi dan UMKM, Pemkot Semarang Gelar SIM

Regional
Ingin Tetap Oposisi, PKS Solo Tolak Bergabung ke Prabowo-Gibran

Ingin Tetap Oposisi, PKS Solo Tolak Bergabung ke Prabowo-Gibran

Regional
Balihonya Bermunculkan Jelang Pilkada, Ketua PPP Magelang Beri Penjelasan

Balihonya Bermunculkan Jelang Pilkada, Ketua PPP Magelang Beri Penjelasan

Regional
Warga Pesisir Lampung Ikuti Sekolah Lapang Iklim

Warga Pesisir Lampung Ikuti Sekolah Lapang Iklim

Regional
Antisipasi Kebocoran PAD, Dishub Kota Serang Terapkan Skema E-Parkir

Antisipasi Kebocoran PAD, Dishub Kota Serang Terapkan Skema E-Parkir

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Jumat 3 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Jumat 3 Mei 2024, dan Besok : Berawan Sepanjang Hari

Regional
WNA Ilegal Masuk Indonesia via Tanjung Balai Diserahkan ke Kejaksaan

WNA Ilegal Masuk Indonesia via Tanjung Balai Diserahkan ke Kejaksaan

Regional
Tanaman Pisang di Ende Terserang Penyakit Darah Pisang

Tanaman Pisang di Ende Terserang Penyakit Darah Pisang

Regional
Dosen Unika Atma Jaya Daftar Jadi Calon Gubernur NTT di Partai Gerindra

Dosen Unika Atma Jaya Daftar Jadi Calon Gubernur NTT di Partai Gerindra

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com