Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 08/06/2022, 19:14 WIB

Biasanya, wisatawan akan berkumpul di pantai kurang lebih pukul 05.30 WIB, sebelum berangkat ke laut.

 

Wisatawan dapat menyewa perahu nelayan yang tersedia untuk perjalanan ini. Pantai Lovina memiliki ombak yang tenang sehingga perjalanan dapat menggunakan perahu nelayan.

Perahu maksimal digunakan untuk empat orang selain nelayan. Perahu akan membawa wisatawan hingga dua kilometer ke arah tengah laut, tempat biasa lumba-lumba muncul.

Baca juga: Pantai Sanur di Bali, Keindahan, Aktivitas, dan Rute

Selama perjalanan, wisatawan dapat menikmati pemandangan sepanjang Pantai Lovina. Wisatawan juga dapat melihat daratan yang semakin lama akan semakin mengecil

Biaya Melihat Lumba-lumba

Faktor cuaca akan menentukan keberuntungan wisatawan untuk melihat lumba-lumba.

Wisata melihat lumba-lumba kan berlangsung selama tiga jam. Jika selama perjalanan wisatawan merasa mual, jangan ragu untuk memberitahu pada nelayan untuk kembali ke daratan.

Biaya untuk melihat lumba-lumba mulai Rp 50.000 per orang, sedang jika ingin menyewa perahu harga sewa mulai sekitar Rp 200.000 per perahu.

Selain menikmati lumba-lumba, kawasan Pantai Lovina juga memiliki spot untuk snorkeling maupun menyelam.

Dipinggir pantai, wisatawan dapat menemukan kerang yang beraneka-ragam.

Rute Menuju Pantai Lovina Dari Denpasar

Jarak tempuh menuju Pantai Lovina dari Denpasar sekitar 81,3 kilometer yang dapat dicapai dalam waktu sekitar 2 jam 16 menit. Perjalanan dapat melalui Jalan Denpasar - Singaraja.

Baca juga: Pantai Klayar di Pacitan, Keindahan, Harga Tiket, dan Rute

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikut Program Asimilasi, Napi di Lapas Pontianak Ini Malah Kabur

Ikut Program Asimilasi, Napi di Lapas Pontianak Ini Malah Kabur

Regional
Sektor Pangan hingga Rokok Kretek Picu Inflasi di Bangka Belitung

Sektor Pangan hingga Rokok Kretek Picu Inflasi di Bangka Belitung

Regional
Viral Exit Tol Colomadu Bakal Ditutup Selamanya, Jasamarga Angkat Bicara

Viral Exit Tol Colomadu Bakal Ditutup Selamanya, Jasamarga Angkat Bicara

Regional
Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung Dibobol Maling, Sejumlah Paket Berisi Handphone Dicuri

Kantor Ekspedisi di Rangkasbitung Dibobol Maling, Sejumlah Paket Berisi Handphone Dicuri

Regional
Tangani Banjir, Pemkot Semarang Usul Pembangunan 'Groundsill' di Sungai Mluweh

Tangani Banjir, Pemkot Semarang Usul Pembangunan "Groundsill" di Sungai Mluweh

Regional
Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Monitor Alat Berat di IKN

Polisi Tangkap Komplotan Pencuri Monitor Alat Berat di IKN

Regional
2 Perwira Polres Tual Terkena Anak Panah Saat Lerai Bentrok Warga

2 Perwira Polres Tual Terkena Anak Panah Saat Lerai Bentrok Warga

Regional
Anak usia 14 Tahun Hamil 5 Bulan karena Diperkosa Ayah Tiri, Korban Diancam hingga Ketakutan

Anak usia 14 Tahun Hamil 5 Bulan karena Diperkosa Ayah Tiri, Korban Diancam hingga Ketakutan

Regional
Dugaan Tabrak Lari di Sragen, Pengemudi Sepeda Motor Tewas di TKP

Dugaan Tabrak Lari di Sragen, Pengemudi Sepeda Motor Tewas di TKP

Regional
2 Pekerja Bengkel di Babel Curi Aset Perusahaan untuk Dijual Lagi ke Rongsokan

2 Pekerja Bengkel di Babel Curi Aset Perusahaan untuk Dijual Lagi ke Rongsokan

Regional
Latihan Ilmu Kebal, Seorang Polisi di Sulsel Alami Luka Sayat di Leher dan Tusuk di Perut

Latihan Ilmu Kebal, Seorang Polisi di Sulsel Alami Luka Sayat di Leher dan Tusuk di Perut

Regional
40 Hari Buron, Sukarni Terduga Pembunuh Selingkuhan di Malang Tewas Gantung Diri

40 Hari Buron, Sukarni Terduga Pembunuh Selingkuhan di Malang Tewas Gantung Diri

Regional
Jajan Permen Dilarutkan Air Kemasan di Depan Sekolah, 8 Siswa SD Pariaman Dilarikan ke RS

Jajan Permen Dilarutkan Air Kemasan di Depan Sekolah, 8 Siswa SD Pariaman Dilarikan ke RS

Regional
Rusun Disiapkan untuk Warga Dinar Indah yang Langganan Banjir, Wali Kota Semarang: Agar Hidup Tenang

Rusun Disiapkan untuk Warga Dinar Indah yang Langganan Banjir, Wali Kota Semarang: Agar Hidup Tenang

Regional
Ketua PKK Kendal Chacha Frederica Sebut Masih Ada Uang Bantuan 'Stunting' Dibelikan Diaper

Ketua PKK Kendal Chacha Frederica Sebut Masih Ada Uang Bantuan "Stunting" Dibelikan Diaper

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.