Kompas.com - 27/04/2022, 15:19 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pengawas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson menilai pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan utama tersebut masih belum maksimal.

Harisson mengatakan, hal tersebut lantaran masih sarana dan prasarana kurang, seperti ruangan dan tempat tidur.

"Sarana prasarana di RSUD Soedarso masih minim. Seperti jumlah tempat tidur dan ruangan. Ini yang jadi kendala dalam memberikan pelayanan maksimal kepada pasien," kata Harisson kepada wartawan, Rabu (27/4/2022).

Baca juga: Kasus Perdagangan Burung Dilindungi, Seorang Pria di Pontianak Dituntut Penjara 4 Bulan

Harisson menerangkan, keterbatasan ruangan yang menyebabkan waktu tunggu pelayanan di ruang instalasi gawat darurat (IGD) menjadi lama.

Bahkan ada yang menunggu lebih dari 7 sampai 8 jam. Sedangkan masa tunggu ideal paling lama 6 jam.

"Setelah kami lihat, ruang di Soedarso sangat terbatas, sedangkan rumah sakit ini menjadi rumah sakit rujukan di Kalbar serta sebagai rumah sakit pemerintah yang melayani Jaminan Kesehatan Nasional BPJS," ucap Harisson.

Harisson melanjutkan, saat ini telah dibangun gedung baru rumah sakit, sehingga diharapkan keluhan masyarakat terkait pelayanan sudah tidak banyak lagi.

Baca juga: Kebocoran Sumur Gas di Mandailing Natal, 21 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Namun demikian, dengan segala keterbatasan, Harisson mengimbau kepada seluruh petugas RSUD Soedarso Pontianak untuk tetap memberikan pelayanan maksimal, yakni membuat pasien merasa nyaman dan merasa seperti berada di rumah saat menjalani masa rawat inap.

“Jadi, pelayanan kita harus benar-benar ramah. Kami akan uji coba semua perawat dan karyawan untuk menyapa pasien agar pasien bisa merasa tenang dan nyaman," tutup Harisson.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Guru PPPK Mengadu Belum Digaji ke Hotman Paris, Dinas Pendidikan Bandar Lampung Membantah

Guru PPPK Mengadu Belum Digaji ke Hotman Paris, Dinas Pendidikan Bandar Lampung Membantah

Regional
Viral Video Bentrok Suporter Futsal Antarpelajar di Banjarbaru, 2 Orang Terluka

Viral Video Bentrok Suporter Futsal Antarpelajar di Banjarbaru, 2 Orang Terluka

Regional
9 Bulan Belum Digaji, Belasan Guru PPPK Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

9 Bulan Belum Digaji, Belasan Guru PPPK Bandar Lampung Mengadu ke Hotman Paris

Regional
Puluhan Mahasiswa Nduga di Manokwari Berunjuk Rasa Tuntut Kasus Mutilasi Diusut Tuntas

Puluhan Mahasiswa Nduga di Manokwari Berunjuk Rasa Tuntut Kasus Mutilasi Diusut Tuntas

Regional
Bandara Minangkabau Kembali Layani Penerbangan Internasional

Bandara Minangkabau Kembali Layani Penerbangan Internasional

Regional
Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus Benda Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

Tujuh Saksi Diperiksa dalam Kasus Benda Meledak di Asrama Polisi Sukoharjo

Regional
Mendag Zulhas Sebut Harga Sembako Stabil, Pedagang Pasar di Pekanbaru: Katanya Saja

Mendag Zulhas Sebut Harga Sembako Stabil, Pedagang Pasar di Pekanbaru: Katanya Saja

Regional
3 Warga NTT Dibacok Seorang Teman Saat Makan Bersama

3 Warga NTT Dibacok Seorang Teman Saat Makan Bersama

Regional
'Tidak Semua Masyarakat Papua Mendukung Gubernur Lukas Enembe'

"Tidak Semua Masyarakat Papua Mendukung Gubernur Lukas Enembe"

Regional
Harga Rumput Laut Nunukan Anjlok, Upah Buruh Ikat Bibitnya Turun Rp 5.000

Harga Rumput Laut Nunukan Anjlok, Upah Buruh Ikat Bibitnya Turun Rp 5.000

Regional
Wali Kota Banjarbaru Berdayakan Ekonomi Masyarakat dari Tingkat RT

Wali Kota Banjarbaru Berdayakan Ekonomi Masyarakat dari Tingkat RT

Regional
Jumlah Stunting di Indonesia Lebih Tinggi dari Standar WHO

Jumlah Stunting di Indonesia Lebih Tinggi dari Standar WHO

Regional
Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri di Blora

Kepala Kantor Kemenag Grobogan Ditemukan Gantung Diri di Blora

Regional
Derita Yohanes, Bayi di Manggarai Mengidap Hidrosefalus, Tak Punya Biaya Berobat ke RS

Derita Yohanes, Bayi di Manggarai Mengidap Hidrosefalus, Tak Punya Biaya Berobat ke RS

Regional
Jadi Ibu Kota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru Berbenah

Jadi Ibu Kota Provinsi Kalsel, Kota Banjarbaru Berbenah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.