Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Hasil Survei Serologi di Bangka Belitung, Antibodi Capai 90,9 Persen

Kompas.com - 20/03/2022, 17:02 WIB
Heru Dahnur ,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

BANGKA, KOMPAS.com- Pemerintah melakukan berbagai persiapan sebelum mengubah status pandemi Covid-19 menjadi endemi.

Salah satunya dilakukan dalam bentuk survei serologi (antibodi) di seluruh Indonesia.

Di Kepulauan Bangka Belitung ada dua daerah yang diambil sampelnya dengan hasil dianggap menggembirakan, yakni Kota Pangkalpinang tercatat dengan antibodi 90,9 persen dan Kabupaten Bangka Selatan 85,6 persen.

Baca juga: Hasil Serologi Antibodi Covid-19 Penduduk Indonesia Mencapai 86,6 Persen

Survei dilakukan dalam periode November - Desember 2021.

"Survei serologi ini dilakukan dengan metodologi lokasi, waktu, sampel, pemeriksaan spesimen, entri data dan analisis," kata Anggota Tim Survei, Pandu Riono saat konferensi pers virtual, Jumat (18/3/2022).

Survei yang dilakukan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia itu mencakup 514 daerah kabupaten dan kota dengan masing-masing 100 sampel.

"Indonesia sebagai negara kedua terbesar di dunia yang telah melakukan survei tersebut di bawah India," ujar Pandu.

Pandu menuturkan, survei juga menjelaskan persentase antibodi masyarakat Indonesia antara yang belum divaksinasi, vaksin pertama, dan vaskin kedua.

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 19 Maret 2022

Hasilnya, masyarakat yang telah menerima vaksin kedua memiliki antibodi tertinggi yaitu 99,1 persen.

Sedangkan orang yang baru satu kali vaksin memiliki antibodi 91,3 persen dan yang belum menerima vaksin sebesar 73,9 persen.

"Dalam memilih responden, kami memilih berdasarkan wilayah dengan dua strata terbesar," jelas Pandu.

"Aglomerasi atau upaya pengumpulan beberapa elemen ke dalam suatu wilayah dengan kehidupan sosial-ekonomi tinggi, dan wilayah pedesaan di kabupaten yang jauh dari perkotaan. Sehingga, mendapatkan informasi apakah pandemi ini terbatas di wilayah aglomerasi, atau sudah meluas ke seluruh wilayah," tambah Pandu.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com