Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3.500 Orang Mengungsi, Kota Serang Berstatus Tanggap Darurat Banjir

Kompas.com - 01/03/2022, 23:07 WIB
Rasyid Ridho,
Abba Gabrillin

Tim Redaksi

SERANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Serang, Banten, menetapkan status tanggap darurat banjir selama lima hari ke depan, terhitung sejak hari ini, Selasa (1/3/2022).

Penetapan status itu berdasarkan Surat Keputusan Nomor 366/Kep.104.Huk/2022 yang ditandatangani oleh Wali Kota Serang Syafrudin.

"Menetapkan status tanggap darurat banjir dari 1 Maret sampai 5 Maret 2022 sesuai apa yang saya tanda tangani," kata Syafrudin kepada wartawan, Selasa.

Baca juga: 5 Orang Tewas akibat Banjir dan Longsor di Kota Serang

Selama tanggap darurat, Pemkot Serang akan melakukan proses pencarian dan penyelamatan korban banjir.

Kemudian, mengevakuasi korban, mengupayakan pemenuhan air bersih dan sanitasi, pangan, sandang, pelayanan kesehatan, serta penampungan dan hunian sementara.

Sebelumnya, ada 3.500 orang yang mengungsi akibat banjir.

Menurut Syafrudin, untuk penanganan banjir akan menggunakan anggaran belanja tidak terduga (BTT).

"Kita Pemkot harus mengeluarkan BTT untuk korban banjir, yang pertama rumah rusak, rusak ringan, sedang dan berat akan mendapatkan bantuan," ujar Syafrudin.

Baca juga: Banjir Terjang Serang dan Pandeglang, Warga Terdampak Mulai Mengungsi

Untuk jumlah rumah rusak saat ini, belum diketahui karena masih dilakukan pendataan di setiap kecamatan.

Berdasarkan data yang dihimpun Pemkot Serang, ada 43 titik banjir di 6 kecamatan di Kota Serang.

Kemudian, ada 5 orang korban jiwa.

Selain itu, 1.500 rumah terendam banjir.

"Sebanyak 3.500 orang yang mengungsi, tapi 20 persennya sudah pulang ke rumah masing-masing. Sebanyak 80 persen masih berada di penampungan yang disiapkan," kata Sayfrudin.

Baca juga: Banjir Serang, Ini Wilayah Terdampak dan Jumlah Korban

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

KPU Sumbawa Tunda Pleno Rekapitulasi karena Ada PPK Belum Selesai Input Data

KPU Sumbawa Tunda Pleno Rekapitulasi karena Ada PPK Belum Selesai Input Data

Regional
Asa Baru Penderita Sumbing di RSU Trimedika Ketapang Grobogan

Asa Baru Penderita Sumbing di RSU Trimedika Ketapang Grobogan

Regional
Temuan Mayat di Kos Kotabaru, Korban Meninggalkan Rumah Sejak 20 Februari

Temuan Mayat di Kos Kotabaru, Korban Meninggalkan Rumah Sejak 20 Februari

Regional
Pulang Belanja, Perempuan di Labuan Bajo Ditembak OTK, Peluru Masih Bersarang di Leher

Pulang Belanja, Perempuan di Labuan Bajo Ditembak OTK, Peluru Masih Bersarang di Leher

Regional
Olah TKP Gudang Oli Bekas di Lampung, Polisi Temukan 50 Tanki Terbakar

Olah TKP Gudang Oli Bekas di Lampung, Polisi Temukan 50 Tanki Terbakar

Regional
Pembobolan Bank Banten Rp 6,1 Miliar, Kejati Dalami Dugaan Pencucian Uang

Pembobolan Bank Banten Rp 6,1 Miliar, Kejati Dalami Dugaan Pencucian Uang

Regional
Kasus Notaris Jual Aset Asrama Milik Provinsi Sumsel di Yogyakarta, Negara Rugi Rp 10 Miliar

Kasus Notaris Jual Aset Asrama Milik Provinsi Sumsel di Yogyakarta, Negara Rugi Rp 10 Miliar

Regional
Oknum Dokter Cabuli Istri Pasien, Pj Gubernur Sumsel Minta Dinkes Turun Tangan

Oknum Dokter Cabuli Istri Pasien, Pj Gubernur Sumsel Minta Dinkes Turun Tangan

Regional
Seorang Mahasiswi Tewas, Terlibat Kecelakaan Maut di Depan Kampus UIN Walisongo Semarang

Seorang Mahasiswi Tewas, Terlibat Kecelakaan Maut di Depan Kampus UIN Walisongo Semarang

Regional
Diduga Korsleting, 10 Rumah dan Belasan Kios di Pasar Geronggang Kotabaru Ludes Dilalap Api

Diduga Korsleting, 10 Rumah dan Belasan Kios di Pasar Geronggang Kotabaru Ludes Dilalap Api

Regional
Tiga Bank Pelat Merah di Semarang Diduga Terlibat Pencucian Uang, Rugikan Negara Rp 141,7 Miliar

Tiga Bank Pelat Merah di Semarang Diduga Terlibat Pencucian Uang, Rugikan Negara Rp 141,7 Miliar

Regional
Satu Pembakar Kotak Suara di Bima Ingin Serahkan Diri asal Status DPO Dihapus

Satu Pembakar Kotak Suara di Bima Ingin Serahkan Diri asal Status DPO Dihapus

Regional
Cerita Warga Penerima Beras Bantuan: 10 Kg Mana Cukup, tapi Alhamdulillah...

Cerita Warga Penerima Beras Bantuan: 10 Kg Mana Cukup, tapi Alhamdulillah...

Regional
Sudah Keluarkan Uang Rp 760 Juta, Pria di Lampung Gagal Jadi Caleg, Kini Lapor ke Bawaslu

Sudah Keluarkan Uang Rp 760 Juta, Pria di Lampung Gagal Jadi Caleg, Kini Lapor ke Bawaslu

Regional
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung Dekat Bendungan PLTA Kerinci

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung Dekat Bendungan PLTA Kerinci

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com