Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

7 Fakta Enrekang, dari Julukan Kota Danke hingga Penghasil Kopi Arabika yang Kualitasnya Mendunia

Kompas.com - 21/02/2022, 22:07 WIB
Puspasari Setyaningrum

Editor

KOMPAS.com - Kabupaten Enrekang adalah salah wilayah di Provinsi Sulawesi Selatan.

Ibukota kabupaten ini berada di Kota Enrekang yang berjarak sekitar 236 kilometer sebelah utara Kota Makassar.

Baca juga: Pelajar di Enrekang Dilaporkan Tak Bisa Jalan Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Kabupaten Enrekang memiliki luas 1.786,01 kilometer persegi dan terbagi dalam 12 kecamatan.

Adapun kabupaten Enrekang berbatasan dengan Kabupaten Tana Toraja di sebelah utara, Kabupaten Luwu di sebelah selatan, Kabupaten Sidrap di sebelah timur, dan Kabupaten Pinrang di sebelah barat.

Baca juga: Seorang Pria Datangi Polres Enrekang dengan Membawa Parang, Diduga Gangguan Jiwa

Enrekang tak hanya dilimpahi dengan keindahan alam, namun juga menyimpan berbagai fakta unik yang membuat daerah ini menjadi istimewa

Simak dulu beberapa fakta menarik Enrekang pada ulasan berikut ini.

Baca juga: Bawa Parang dan Berteriak Tidak Takut Polisi di Polres Enrekang, Seorang Pria Ditangkap

1. Julukan Kota Danke

Danke merupakan produk keju lokal dari Enrekang.Tangkapan Layar YouTube/ Mr. Ammarjie Danke merupakan produk keju lokal dari Enrekang.

Enrekang merupakan satu-satunya wilayah di Sulawesi Selatan yang menjadi penghasil danke.

Danke merupakan produk keju lokal dari bahan dasar susu kerbau atau sapi yang diolah secara tradisional.

Proses penggumpalan susu atau pembentukan curd menggunakan enzim dari daun dan buah pepaya yang membuat susu menjadi padat dan memisahkan kandungan protein dengan air.

Hasil penggumpalan ini kemudian dimasak lalu dicetak dalam tempurung kelapa yang dibelah menjadi dua.

Tekstur danke menyerupai tahu dengan warna putih kekuningan dan rasa gurih beraroma keju parmesan.

Cara menikmatinya adalah dengan dimakan bersama beras ketan wangi yang bernama Pulu' Mandoti yang juga hanya tumbuh di tempat tersebut.

2. Pembagian Dua Kawasan

Letak Enrekang dalam peta.Tangkapan Layar Google Map Letak Enrekang dalam peta.

Melansir laman resmi Pemprov Sulawesi Selatan, menurut pengembangan wilayahnya Enrekang dibagi kedalam dua kawasan yaitu Kawasan Barat Enrekang (KBE) dan Kawasan Timur Enrekang (KTE).

KBE meliputi Kecamatan Alla, Kecamatan Anggeraja, Kecamatan Enrekang dan Kecamatan Cendana, dengan total luas sekitar 659,03 kilometer persegi atau meliputi 36,90 persen dari wilayah Kabupaten Enrekang

Sementara KTE meliputi Kecamatan Curio, Kecamatan Malua, Kecamatan Baraka, Kecamatan Bungin dan Kecamatan Maiwa, dengan total luas sekitar 1.126,98 kilometer persegi atau 63,10 persen dari wilayah Kabupaten Enrekang.

Wilayah KBE menjadi pusat kegiatan perdagangan dan industri, sementara wilayah KTE memiliki potensi pertanian tanaman pangan dan hortikultura serta tanaman perkebunan dan kehutanan.

3. Suku Massenrempulu

Kebudayaan Enrekang yang khas dikenal dengan sebutan Massenrempulu yang berada diantara kebudayaan yaitu Bugis, Mandar dan Tana Toraja.

Ciri khas daerah budaya Massenrempulu yang secara garis besar terbagi atas 3 bahasa dari 3 rumpun etnik yang berbeda, yaitu bahasa Duri, Enrekang dan Maiwa.

Ada baju adat khas Massenrempulu dan tarian khas Massenrempulu yaitu tarian mabendu dangke, tari mabindu deppa tetakan, tari panen pulu mandoti.

Kondisi ini membuat Dinas Kebudayaan Enrekang pada 2019 berupaya agar suku Massenrempulu mendapat pengakuan nasional sehingga ada keterwakilan dari sisi sosial budaya.

4. Keindahan Lekuk Bukit Nona

Hamparan perbukitan di Bukit Nona, Enrekang, Sulawesi Selatan.Kompas.com/Lusia Kus Anna Hamparan perbukitan di Bukit Nona, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Diantara antara Kota Enrekang dan Tana Toraja terhampar pemandangan indah sebuah bukit bernama Bukit Nona.

Warga setempat menyebut bukit ini dengan nama Buttu Kabobong bermakna sesuatu yang seharusnya disembunyikan.

Sesuai namanya, bukit ini memang memiliki bentuk khas yang disebut mirip dengan alat kelamin wanita.

Lekuk indah perbukitan ini merupakan hasil dari pengangkatan dasar laut akibat tumbukan lempeng benua.

Sisi jalan sepanjang bukit terdapat warung-warung tempat pengunjung berhenti sejenak untuk makan, berbelanja buah-buahan, atau berfoto dengan latar panorama Bukit Nona.

5. Air Terjun Lagandang yang Menawan

Pesona air terjun Lagandang di Dusun Benteng Banua, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.asiz albar/tribunenrekang.com Pesona air terjun Lagandang di Dusun Benteng Banua, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang.

Saat berkunjung ke Kabupaten Enrekang, jangan lupa berkunjung ke Air terjun Lagandang di Dusun Benteng Banua, Desa Bambapuang, Kecamatan Anggeraja.

Air terjun ini berjarak sekitar 15 kilometer dari Kota Enrekang atau 245 kilometer dari pusat Kota Makassar.

Air terjun Lagandang memiliki ketinggian sekitar 40 meter, dengan kolam peandian sedalam tiga hingga empat meter.

Segarnya air terjun yang berasal dari alira sungai pegunungan Bambapuang ini akan menggoda siapapun yang datang kesana.

Apalagi kolam di bawahnya berwarna hijau kebiruan yang jernih alami karena memang belum banyak terjamah oleh manusia.

6. Panorama Desa Wisata Mendatte

Melansir laman jadesta.kemenparekraf.go.id, Desa Mendatte terletak di lembah berjuluk "Suruganna Bambapuang" karena diapit oleh gugusan pegunungan Bambapuang dan di sebelah barat dan Gunung Nona di sebelah timur.

Desa Mendatte berlokasi di Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang dan terletak di pinggiran jalan poros/trans provinsi Enrekang-Makale.

Selain potensi di sektor agrowisata dan Taman Wisata Alam Butlas, keindahan alam Desa Mendatte juga didukung dengan adanya Sungai Mata Allo, dan Bunker Jepang yang bisa menarik wisatawan.

7. Kopi Arabika Enrekang Berkualitas Ekspor

ilustrasi kopi arabika gayo aceh yang memenangi kompetisi Cup of Excellence Indonesia 2021. SHUTTERSTOCK/ismed_photography_SS ilustrasi kopi arabika gayo aceh yang memenangi kompetisi Cup of Excellence Indonesia 2021.

Kopi arabika hasil alam Kabupaten Enrekang sudah bisa menembus pasar internasional sejak beberapa tahun terakhir.

Kopi Enrekang telah diekspor ke berbagai negara seperti Korea Selatan, Australia, dan Norwegia.

Baru-baru ini, kopi kalosi Enrekang juga dipamerkan di Paviliun Indonesia dalam gelaran Expo 2020 Dubai.

Kopi kalosi enrekang telah dimodifikasi dalam bentuk kopi drip bags sebagai bagian dari upaya melestarikan potensi kopi lokal.

Sumber:
sulselprov.go.id 
jadesta.kemenparekraf.go.id 
pertanian.go.id 
antaranews.com 
makassar.tribunnews.com 
travel.kompas.com 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Gerindra dan PSI Berharap Koalisi Indonesia Maju Berlanjut di Pilkada Semarang

Gerindra dan PSI Berharap Koalisi Indonesia Maju Berlanjut di Pilkada Semarang

Regional
Kawah Wisata Panas Bumi di Suoh Erupsi, Dentuman Keras 3 Kali

Kawah Wisata Panas Bumi di Suoh Erupsi, Dentuman Keras 3 Kali

Regional
UKT Mahal, Siti Mundur dari Universitas Riau, Pihak Kampus Berdalih

UKT Mahal, Siti Mundur dari Universitas Riau, Pihak Kampus Berdalih

Regional
Disdikbud Jateng Larang Wisuda, Pengadaan Seragam, dan Study Tour, Apa Alasannya?

Disdikbud Jateng Larang Wisuda, Pengadaan Seragam, dan Study Tour, Apa Alasannya?

Regional
Akses ke TPA Jatibarang Semarang Diperketat, Dilarang Bawa Korek Api

Akses ke TPA Jatibarang Semarang Diperketat, Dilarang Bawa Korek Api

Regional
1 Korban Banjir Bandang di OKU Ditemukan Tewas Tersangkut di Kayu

1 Korban Banjir Bandang di OKU Ditemukan Tewas Tersangkut di Kayu

Regional
Sinyal Duet Gerindra dan PKB di Pilkada Jateng 2024 Menguat, Apa Indikasinya?

Sinyal Duet Gerindra dan PKB di Pilkada Jateng 2024 Menguat, Apa Indikasinya?

Regional
7.800 Ekor Anjing di Sikka Sudah Disuntik Vaksin, Pemkab Sebut Capaian Masih Rendah

7.800 Ekor Anjing di Sikka Sudah Disuntik Vaksin, Pemkab Sebut Capaian Masih Rendah

Regional
Danau Kelimutu Berubah Warna, Pengunjung Diimbau Waspada Gas Beracun

Danau Kelimutu Berubah Warna, Pengunjung Diimbau Waspada Gas Beracun

Regional
Pilkada Kota Semarang, Ita dan Ade Bhakti Penjajakan ke Gerindra

Pilkada Kota Semarang, Ita dan Ade Bhakti Penjajakan ke Gerindra

Regional
Update Daftar Cawali-Cawawali Solo dari PDI-P, Siapa Saja Mereka?

Update Daftar Cawali-Cawawali Solo dari PDI-P, Siapa Saja Mereka?

Regional
Pemprov Jateng Evaluasi Larangan Pungutan di Sekolah, Alasannya Banyak Orangtua Siswa Ingin Menyumbang

Pemprov Jateng Evaluasi Larangan Pungutan di Sekolah, Alasannya Banyak Orangtua Siswa Ingin Menyumbang

Regional
10 Ha Lahan Pemda Sumbar di Tanah Datar Jadi Titik Relokasi Korban Banjir

10 Ha Lahan Pemda Sumbar di Tanah Datar Jadi Titik Relokasi Korban Banjir

Regional
'Ngopi' Bareng, Ade Bhakti Bocorkan Obrolannya dengan Gibran

"Ngopi" Bareng, Ade Bhakti Bocorkan Obrolannya dengan Gibran

Regional
Polisi di Ambon Sita 540 Liter Miras Saat Razia di Kapal

Polisi di Ambon Sita 540 Liter Miras Saat Razia di Kapal

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com