Disdik Pematangsiantar Temukan 3 Siswa Positif Covid-19, Sempat Nongkrong di Tempat Umum

Kompas.com - 18/02/2022, 14:30 WIB

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Sebanyak tiga siswa yang terjaring tim patroli sekolah Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar ditemukan positif Covid-19.

Ketua Tim Patroli Sekolah Disdik Kota Pematangsiantar Abdul Rasyid mengatakan, siswa yang terpapar Covid-19 itu merupakan pelajar SMP dan SMA sederajat.

Ketiganya dinyatakan positif Covid-19 melalui swab test yang dilakukan di salah satu Puskesmas.

Baca juga: Stok Minyak Goreng Langka di Pematangsiantar, Pemkot Gelar Pasar Murah

"Kemarin Kamis (17/2) dua pelajar kita dapati di Warnet, dua-duanya positif. Kemudian dua pelajar kami dapati di Simpang sedang merokok, satu positif," kata Rasyid ditemui saat memantau tes swab di kompleks SMPN 2 Pematangsiantar, Jumat (18/2/2022) siang.

Rasyid menjelaskan, ketiganya sudah dipulangkan dan saat ini menjalani isolasi mandiri (Isoman) selama 10 hari, kemudian akan dilakukan kembali swab test hingga dinyatakan negatif Covid-19.

Sementara itu pihaknya bekerja sama dengan tim tenaga kesehatan Puskesmas melakukan penelusuran kontak erat salah satu siswa yang terpapar di salah satu ruang kelas.

Baca juga: 19 Siswa Diamankan saat Nongkrong di Jam Pelajaran, Hasil Tes Covid-19 Negatif

Hasilnya, belasan pelajar yang mengikuti swab test dinyatakan negatif.

"Sekarang ini dilakukan tracing ke ruangan kelasnya. Dari hasil swab siswa di ruang kelas ini hasilnya negatif," ucapnya.

Patroli siswa di Pematangsiantar

Sebelumnya, tim patroli sekolah Disdik Pematangsiantar juga sempat mengamankan 19 orang siswa SMA dari sejumlah tempat nongkrong, kafe dan biliar, Rabu (16/2/2022).

Padahal saat itu seluruh sekolah SMA sederajat di Kota Pematangsiantar memberlakukan pembelajaran daring 100 persen.

Sedangkan untuk jenjang SD dan SMP diberlakukan pembelajaran luring 50 persen.

Rasyid mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Pematangsiantar berupaya mencegah penularan Covid-19, di tengah kondisi Kota Pematangsiantar menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 3.

"Kami terus melakukan patroli, mengawasi anak-anak sekolah yang berkeliaran saat jam sekolah dan melakukan sosialisasi. Kalau ada kami temui, kami bawa lalu di swab test ," tutup Rasyid.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Nelayan Asal NTT Ditahan di Australia

8 Nelayan Asal NTT Ditahan di Australia

Regional
Teluk Kiluan: Daya Tarik, Harga Tiket, Rute, dan Penginapan

Teluk Kiluan: Daya Tarik, Harga Tiket, Rute, dan Penginapan

Regional
Korban dan 7 ABH Siswa SD Kasus Perundungan di Malang Alami Trauma, Psikolog: Anak Butuh Dukungan Lingkungan Sekitar

Korban dan 7 ABH Siswa SD Kasus Perundungan di Malang Alami Trauma, Psikolog: Anak Butuh Dukungan Lingkungan Sekitar

Regional
Wagub Jateng Ungkap Zakat ASN Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Wagub Jateng Ungkap Zakat ASN Berhasil Turunkan Angka Kemiskinan

Regional
TNI AL Bakal Bangun Pangkalan di Maluku Barat Daya

TNI AL Bakal Bangun Pangkalan di Maluku Barat Daya

Regional
Polisi Periksa 7 ABH Perundung Siswa Kelas 2 SD di Kepanjen, Psikolog: Berikan Sanksi Sebagai Efek Jera

Polisi Periksa 7 ABH Perundung Siswa Kelas 2 SD di Kepanjen, Psikolog: Berikan Sanksi Sebagai Efek Jera

Regional
4 Daftar Batik Jawa Tengah, dari Solo hingga Pekalongan

4 Daftar Batik Jawa Tengah, dari Solo hingga Pekalongan

Regional
Tersisa Waktu 3 Hari untuk Mencari Pilot Helikopter AKP Arif Rahman

Tersisa Waktu 3 Hari untuk Mencari Pilot Helikopter AKP Arif Rahman

Regional
Syarat Jadi Anggota DPD di Sumbar, Butuh 2.000 Dukungan Tersebar di 10 Daerah

Syarat Jadi Anggota DPD di Sumbar, Butuh 2.000 Dukungan Tersebar di 10 Daerah

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng, Apindo Bakal Tetap Gunakan PP 36, Ini Alasannya

Ganjar Umumkan UMP Jateng, Apindo Bakal Tetap Gunakan PP 36, Ini Alasannya

Regional
Polisi Sebut Penjual Nanas yang Tewas Dianiaya Pesilat di Gresik Sempat Buat Surat Klarifikasi

Polisi Sebut Penjual Nanas yang Tewas Dianiaya Pesilat di Gresik Sempat Buat Surat Klarifikasi

Regional
Angka Kemiskinan Bertambah hingga 30 juta Penduduk Pasca Covid-19, Begini Upaya Baznas RI

Angka Kemiskinan Bertambah hingga 30 juta Penduduk Pasca Covid-19, Begini Upaya Baznas RI

Regional
Kontingen PON Papua Barat Tuntut Bonus Peraih Medali, Dispora: Rencananya Desember Sudah Cair

Kontingen PON Papua Barat Tuntut Bonus Peraih Medali, Dispora: Rencananya Desember Sudah Cair

Regional
Berjuang Mandiri, Pasutri Asal Semarang Ini Hidup Nomaden dan Bentuk Gerakan Suarakan Isu Lingkungan

Berjuang Mandiri, Pasutri Asal Semarang Ini Hidup Nomaden dan Bentuk Gerakan Suarakan Isu Lingkungan

Regional
Terbitkan SPH Palsu untuk Ganti Rugi Tol, Mantan Kades di Sumsel Jadi Tersangka

Terbitkan SPH Palsu untuk Ganti Rugi Tol, Mantan Kades di Sumsel Jadi Tersangka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.