Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Taman Nasional Wakatobi: Sejarah, Ekosistem, dan Tempat Wisata di Dalamnya

Kompas.com - 13/02/2022, 14:24 WIB

KOMPAS.com - Taman Nasional Wakatobi merupakan pusat konservasi alam yang ada di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara.

Taman Nasional Wakatobi dibentuk melalui Surat Keputusan Menteri Khutanan Nomor 7661/KPTS-II/2002 yang diteken tanggal 19 Agustus 2002.

Luas lahan taman nasional ini mencapai 1,39 juta hektare, dan di dalamnya terdapat 25 gugusan terumbu karang sepanjnag 600 kilometer.

Baca juga: Taman Nasional Gunung Leuser: Sejarah, Flora dan Fauna, hingga Tempat Wisata di Dalamnya

Sejarah Taman Nasional Wakatobi

Gagasan pembentukan Taman Nasional Wakatobi sudah dimulai sejak tahun 1989 silam.

Pada saat itu, wilayah Wakatobi merupakan kawasan konservasi laut yang ditetapkan melalui survei yang diselenggarakan Dirjen Kehutanan dan Konservasi Alam.

Dalam survei tersebut, terungkap bahwa Wakatobi memiliki sumber daya laut yang sangat melimpah.

Kandungan laut di Wakatobi ini antara lain terumbu karang, beragam jenis ikan, hingga keragaman habitat yang menghasilkan panorama laut yang memukau.

Dari konservasi laut, Kepulauan Wakatobi kemudian diubah namanya menjadi Taman Nasional Wakatobi pada Juli 1996.

Kemudian pada 9 Agustus 2002, kawasan ini secara resmi ditetapkan sebagai Taman Nasional Wakatobi

Mengingat sudah menjadi taman nasional, maka kawasan ini tidak hanya fokus pada habitat laut saja, melainkan juga yang ada di darat.

Baca juga: Taman Nasional Meru Betiri: Lokasi, Flora dan Fauna, hingga Tempat Wisata di Dalamnya

Ekosistem Perairan Taman Nasional Wakatobi

Keindahan alam bawah laut Wakatobi.DOK. FREEPIK Keindahan alam bawah laut Wakatobi.
Taman Nasional Wakatobi sama seperti taman nasional lain yang menyimpan dan melestarikan keanekaragaman hayati di dalamnya.

Terlebih Taman Nasional Wakatobi berada di Coral Triangle atau Segitiga Terumbu Karang.

Coral Triangle adalah istilah yang mengacu pada wilayah seluas 6 juta kilometer yang membentang dari Malaysia, Indonesia, Kepulauan Solomon, hingga Timor leste.

Di Indonesia, Coral Triangle ini melewati wilayah Kepulauan Wakatobi, yang membuatnya semakin istimewa.

Bahkan, fenomena adanya Coral Triangle ini membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menetapkan tanggal 9 Juni sebagai Coral Triangle Day.

Sebagaimana disinggung sebelumnya, di Taman Nasional Wakatobi ini terdapat 25 gugusan terumbu karang sepanjang 600 kilometer.

Di sana dapat ditemui sekitar 112 jenis dari 13 famili terumbu karang.

Selain itu, Taman Nasional Wakatobi ini juga memiliki berbagai spesies langka yang dilindungi seperti penyu sisik, penyu hijau, ikan Napoleon.

Kemudian kepiting kenari, lola, duyung, lumba-lumba, hingga cumi-cumi berbintik hitam.

Di Taman Nasional Wakatobi juga ditemukan jenis burung laut, seperti angsa batu coklat, cerek melayu, hingga raja udang.

Jenis famili Cetaceans langka juga terdapat di taman nasional ini, yaitu paus sperma, paus pemandu sirip pendek, paus pembunuh, paus pembunuh kerdil, lumba-lumba totol, lumba-lumba gigi kasar, lumba-lumba abu-abu, lumba-lumba hidung totol, dan paus kepala semangka.

Jenis-jenis ikan di taman nasional ini juga sangat banyak sekali. Konon terdapat sekitar 500 jenis ikan yang sudah teridentifikasi di sana.

Baca juga: Taman Nasional Alas Purwo: Sejarah, Flora dan Fauna di Dalamnya, serta Spot Wisata

Tempat Wisata di Taman Nasional Wakatobi

Rumah suku Bajo di Pulau Wangi-Wangi.Shutterstock/Sony Herdiana Rumah suku Bajo di Pulau Wangi-Wangi.
Taman Nasional Wakatobi sangat cocok bagi wisatawan yang menyukai keindahan alam bawah laut.

Beragam aktivitas wisata dapat dilakukan di kawasan ini, seperti menyelam, snorkeling, hingga berenang untuk melihat gugusan terumbu karang dan hewan laut yang indah.

Ada beberapa pulau utama di Kepulauan Wakatobi yang ramai dikunjungi wisatawan, antara lain:

  • Pulau Wangi-Wangi

Pulau Wangi-Wangi merupakan gerbang pertama untuk menjelajahi keindahan Taman Nasional Wakatobi.

Di pulau ini, pengunjung dapat menyaksikan keindahan matahari terbit di horizon selagi lumba-lumba berenang mengelilingi perahu.

Selain itu, pengunjung juga bisa mengunjungi Desa Tradisional Liya Togo yang lokasinya sekitar 15 kilometer dari pusat pulau.

Di desa ini terdapat rumah berbahan kayu dan juga tradisi turun temurun dari era kerajaan Liya, termasuk benteng-benteng tua.

  • Pulau Tomia

Selama 10 tahun terakhir, Pulau Tomia sudah dikenal sebagai situs selam bagi para pecinta selam.

Di Pulau Tomia terdapat kurang lebih 40 situs selam yang sudah dinamakan dan dipetakan.

Salah satu terumbu karang yang menantang sekaligus cantik yang kerap menjadi incaran para penyelam veteran adalah terumbu karang Roma, yang diambil dari salah satu kota terbesar di Italia.

  • Pulau Kaledupa

Pulau Kaledupa ini dikelilingi oleh hutan mangrove dan pohon kelapa yang menawarkan atmosfer damai dan tenang.

Laut yang jernih, pasir yang putih, pohon kelapa yang bergoyang dan suara ombak yang menyapa pantai menjadikan pulau ini tempat yang pas untuk bersantai.

Sumber:
Tribunnewswiki.com
KKP.go.id

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bahan Baku Petasan Diduga Picu Ledakan di Cilacap, 1 Orang Tewas Terpental ke Kolam

Bahan Baku Petasan Diduga Picu Ledakan di Cilacap, 1 Orang Tewas Terpental ke Kolam

Regional
Jari Kelingking Bayi yang Terputus Sudah Dioperasi, Pihak RS Minta Keluarga Korban Selesaikan Secara Kekeluargaan

Jari Kelingking Bayi yang Terputus Sudah Dioperasi, Pihak RS Minta Keluarga Korban Selesaikan Secara Kekeluargaan

Regional
Warga Cilacap Tewas akibat Petasan yang Dibuatnya Meledak, Tubuh Korban Terlempar ke Kolam

Warga Cilacap Tewas akibat Petasan yang Dibuatnya Meledak, Tubuh Korban Terlempar ke Kolam

Regional
Warga Cilacap Tewas Mengenaskan akibat Ledakan Petasan, Sebagian Anggota Tubuh Hilang

Warga Cilacap Tewas Mengenaskan akibat Ledakan Petasan, Sebagian Anggota Tubuh Hilang

Regional
Lecehkan 11 Anak di Bawah Umur, Ibu Muda di Jambi Jadi Tersangka, Diduga Paksa Korban Nonton Adegan Intim

Lecehkan 11 Anak di Bawah Umur, Ibu Muda di Jambi Jadi Tersangka, Diduga Paksa Korban Nonton Adegan Intim

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tukang Becak Tambal Jalan Berlubang Demi Putrinya | Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot Magelang

[POPULER NUSANTARA] Tukang Becak Tambal Jalan Berlubang Demi Putrinya | Logo TNI Kembali Terpasang di Kantor Pemkot Magelang

Regional
Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 5 Februari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Petir

Prakiraan Cuaca di Surabaya Hari Ini 5 Februari 2023 : Pagi Cerah Berawan, Siang Hujan Petir

Regional
Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 5 Februari 2023 : Siang hingga Sore Hujan Ringan

Prakiraan Cuaca di Denpasar Hari Ini 5 Februari 2023 : Siang hingga Sore Hujan Ringan

Regional
Wanita Pemilik Rental PS Lecehkan 11 Anak di Jambi, Paksa Korban Pegang Payudara hingga Tonton Video Porno

Wanita Pemilik Rental PS Lecehkan 11 Anak di Jambi, Paksa Korban Pegang Payudara hingga Tonton Video Porno

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Provokator Bentrok di Kota Tual

Polisi Kembali Tangkap 2 Provokator Bentrok di Kota Tual

Regional
Pacar Kabur, Gadis 19 Tahun di Situbondo Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, Mayatnya Dibuang ke Parit

Pacar Kabur, Gadis 19 Tahun di Situbondo Bunuh Bayi yang Baru Dilahirkan, Mayatnya Dibuang ke Parit

Regional
Kronologi Kelingking Bayi di Palembang Tergunting hingga Putus Saat Perawat Ganti Selang Infus

Kronologi Kelingking Bayi di Palembang Tergunting hingga Putus Saat Perawat Ganti Selang Infus

Regional
Bukit Tranggulasih di Banyumas: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Bukit Tranggulasih di Banyumas: Daya Tarik, Jam Buka, dan Rute

Regional
Suami di Probolinggo Beri Mas Kawin Linggis untuk Istrinya, Ternyata Punya Arti Mendalam

Suami di Probolinggo Beri Mas Kawin Linggis untuk Istrinya, Ternyata Punya Arti Mendalam

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 4 Februari 2023

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 4 Februari 2023

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.