Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sempat Terjadi Gempa Susulan di Banten

Kompas.com - 04/02/2022, 18:49 WIB
Abba Gabrillin

Editor

SERANG, KOMPAS.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan bahwa sempat terjadi gempa bumi susulan di Banten, pada Jumat (4/2/2022), pukul 17.35 WIB.

Gempa bumi susulan itu tercatat dengan magnitudo 3,0.

"Hingga pukul 17.35 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya satu aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 3,0," demikian bunyi keterangan pers BMKG, Jumat.

Baca juga: Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Terjadi di Banten

BMKG mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang belum tentu benar.

Warga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

BMKG juga mengingatkan warga untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa dan tetap stabil.

Baca juga: Merasa Oleng, Eh, Ternyata Ada Gempa, Semua Langsung Keluar

Sebelumnya, gempa magnitudo 5,5 terjadi pada Jumat, pukul 17.10 WIB.

Lokasi gempa berada pada 71 kilometer barat daya Bayah, Banten, atau pada koordinat 7.48 LS 105.92 BT.

Titik gempa berada pada kedalaman 10 kilometer.

BMKG menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Baca juga: Gempa di Bayah, BMKG Ingatkan Potensi Gempa Susulan

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Penusuk Sopir Batik Solo Trans Ditangkap, Pelaku Kubur Pisau di Kebun Belakang Rumah

Penusuk Sopir Batik Solo Trans Ditangkap, Pelaku Kubur Pisau di Kebun Belakang Rumah

Regional
Mawardi-Harnojoyo Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Cagub-Cawagub Sumsel di PAN dan PDI-P

Mawardi-Harnojoyo Ambil Formulir Pendaftaran Bakal Cagub-Cawagub Sumsel di PAN dan PDI-P

Regional
Sekolah Diliburkan, Ribuan Guru Unjuk Rasa di Kantor Bupati Merauke

Sekolah Diliburkan, Ribuan Guru Unjuk Rasa di Kantor Bupati Merauke

Regional
Pengakuan Pria yang Bunuh Mantan Istri di Kota Mataram, Sakit Hati dan Cemburu

Pengakuan Pria yang Bunuh Mantan Istri di Kota Mataram, Sakit Hati dan Cemburu

Regional
KPU Buka Lowongan 2.880 PPK untuk Pilkada Jateng 2024, Berikut Syaratnya

KPU Buka Lowongan 2.880 PPK untuk Pilkada Jateng 2024, Berikut Syaratnya

Regional
Kronologi KA Rajabasa Tabrak Bus di OKU Timur, Sopir dan Kernet Kabur

Kronologi KA Rajabasa Tabrak Bus di OKU Timur, Sopir dan Kernet Kabur

Regional
Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Sedang

Prakiraan Cuaca Manado Hari Ini Senin 22 April 2024, dan Besok : Pagi ini Hujan Sedang

Regional
Setelah Putusan MK, Gibran Harap Kubu Anies-Ganjar Ikut Bangun Indonesia

Setelah Putusan MK, Gibran Harap Kubu Anies-Ganjar Ikut Bangun Indonesia

Regional
Penyebab Suporter Panser Biru Boikot Laga PSIS Semarang Vs RANS Nusantara

Penyebab Suporter Panser Biru Boikot Laga PSIS Semarang Vs RANS Nusantara

Regional
Pelaku Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Ditangkap, Motif Ingin Kuasai Harta Korban

Pelaku Pembunuhan Karyawan Toko Pakaian Asal Karanganyar Ditangkap, Motif Ingin Kuasai Harta Korban

Regional
6 Hari Hilang di Laut, Dokter RSUD Praya Belum Ditemukan

6 Hari Hilang di Laut, Dokter RSUD Praya Belum Ditemukan

Regional
Hadiri Gala Dinner Rosade, Pj Agus Fatoni: Penting bagi Dokter Obgyn Beri Edukasi Stunting pada Masyarakat

Hadiri Gala Dinner Rosade, Pj Agus Fatoni: Penting bagi Dokter Obgyn Beri Edukasi Stunting pada Masyarakat

Regional
Seorang Nelayan di Nagekeo NTT Tenggelam Saat Memanah Ikan di Laut

Seorang Nelayan di Nagekeo NTT Tenggelam Saat Memanah Ikan di Laut

Regional
Simpan Dendam, Pria di Semarang Nekat Aniaya Mantan Istrinya hingga Masuk Rumah Sakit

Simpan Dendam, Pria di Semarang Nekat Aniaya Mantan Istrinya hingga Masuk Rumah Sakit

Regional
Penumpang Bus Terlempar Keluar Usai Ditabrak Kereta Api di OKU Timur, Ini Kronologinya

Penumpang Bus Terlempar Keluar Usai Ditabrak Kereta Api di OKU Timur, Ini Kronologinya

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com