Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/02/2022, 16:19 WIB

KOMPAS.com - Puluhan pengemudi ojek online (ojol) mendatangi rumah seorang pelanggan yang berada di kawasan Jalan Jadimulya, Cirebon, Jawa Barat, Senin (31/1/2022).

Para pengemudi ojol itu datang ke rumah tersebut karena tak terima salah satu rekannya bernama Ahmad Asep dimaki.

Aksi mereka pun viral di media sosial. Video itu viral setelah diunggah akun Instagram @lambe ojol.

Baca juga: Puluhan Driver Ojek Online Datangi Rumah Pelanggan, Protes karena Temannya Dimaki dan Diberi Bintang 1

Ahmad Asep, pengemudi ojol yang mendapat perkataan kasar dari pelanggan tersebut menceritakan, kejadian yang dialaminya terjadi pada Minggu (30/1/2020) sekitar pukul 12.14 WIB.

Kata Asep, saat itu ia mendapatkan pesanan mengantarkan makanan ke kawasan Jadimulya.

Mendapat pesanan itu, Asep kemudian menjalankannya dan setelah itu mengantarkan ke titik lokasi yang dikirimkan pelanggan.

Sesampainya di lokasi yang dituju, Asep lalu mengabari ke pelanggannya. Namun, ia malah dimarahi.

"Saya sudah sampai di titik yang pelanggan kirim. Saya langsung kabarkan ke pelanggan. Seketika, pelanggan balas chat dengan kata kasar, lalu nelepon marah-marah. Saya kaget dan diam saja," kata Asep kepada Kompas.com sambil menenangkan diri.

Baca juga: Duduk Perkara Puluhan Driver Ojol Datangi Rumah Pelanggan, Berawal Rekannya Dimaki

Setelah itu, pelanggan tersebut meminta Asep untuk bertanya ke warga, tapi ia kembali mendapat kata-kata kasar oleh pelanggan itu.

"Saya bingung Mas, dimarahi terus, padahal sudah sesuai. Saya antarkan ke rumahnya, dia keluar pagar, langsung ambil makanan, dan masuk seketika," ujarnya.

Setelah mengantakan makanan tersebut, kata Asep, pelanggan itu memberikan bintang satu kepada dirinya.

"Setelah itu saya dapat bintang satu," ungkapnya.

Baca juga: Hendak Melamar Jadi Cleaning Service, Febri Malah Ditawari Jadi Polisi, Ini Kisahnya

Asep mengaku, mendapat bintang satu seperti kerja kerasnya tidak dihargai. Ia pun mengaku kejadian ini baru pertama yang dialaminya.

Namun, Asep menyudahi insiden yang dialaminya. Sebab, pelanggan tersebut sudah meminta maaf di kantor desa. Asep pun meminta maaf kepada pelanggan itu.

"Saya minta maaf karena saya marah berlebihan," kata pelanggan tersebut dalam video klarifikasi yang juga tersebar di sejumlah media sosial.

Baca juga: Pengakuan Driver Ojol di Cirebon yang Dimaki-maki Pelanggan: Saya Bingung Dimarahi Terus

Dia berusaha untuk tidak mengulangi perkataan dan sikap tersebut.

Sementara itu, rekan Asep, bernama Iswanto mengatakan, mereka mendatangi rumah pelanggan tersebut hendak meminta klarifikasi atas perkataannya yang kasar terhadap rekannya.

"Awalnya rekan kami sudah mengantarkan pesanan sesuai aplikasi. Saat rekan kami memberi tahu sudah sampai, pelanggan marah karena terlewat beberapa rumah. Dia menyampaikan dengan kata-kata kasar," kata Iswanto kepada Kompas.com melalui pesan singkat.

Pernyataan kasar itu menyinggung banyak perasaan pengemudi ojek online di Cirebon dan sekitarnya hingga mereka mendatangi rumah pelanggan tersebut.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Gedung SMA Dibangun Asal-asalan, Ganjar Mengamuk | Puluhan Driver Ojol Datangi Rumah Pelanggan

Viral di media sosial

Sebelumnya, warganet dihebohkan dengan beredarnya sebuah video puluhan pengemudi ojol mendatangi kantor Balai Desa Jadimulya, Kecamatan Gunung Jati, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Senin (31/1/2022)

Video itu viral setelah diunggah akun Instagram @lambe ojol.

Dalam video tersebut, ojek online beramai-ramai mendatangi lokasi rumah pelanggan tersebut.
Kedatangan mereka dijaga oleh kepolisian setempat. Mereka menyampaikan aspirasi terkait rekan seprofesi pengemudi ojek online yang mendapatkan kalimat kasar dari pelanggan.

"Buntut atas perlakuan kasar seorang pelanggan ojek online terhadap pengemudi ojol. Akhirnya, rumah pelanggan ojol didatangi puluhan pengemudi ojek online di Jalan Jadimulya," kata lambe ojol melalui kalimat penyerta video tersebut.

Baca juga: Awal Mula Driver Ojol Laporkan Kehilangan Motor Berujung Dipukul Polisi

 

(Penulis : Kontributor Kompas TV Cirebon, Muhamad Syahri Romdhon | Editor : Khairina)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bertemu Suporter Persib Bandung dan PSIS Semarang, Ganjar Usul Diadakan Kongres Antar-suporter

Bertemu Suporter Persib Bandung dan PSIS Semarang, Ganjar Usul Diadakan Kongres Antar-suporter

Regional
Siswa SD di Bangka Nyaris Diculik, Ada Minibus Hitam Menghampiri

Siswa SD di Bangka Nyaris Diculik, Ada Minibus Hitam Menghampiri

Regional
Buru 2 Pelaku Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Polisi Bongkar Peran Samanhudi

Buru 2 Pelaku Perampokan Rumah Dinas Wali Kota Blitar, Polisi Bongkar Peran Samanhudi

Regional
Banyak Fasilitas Alun-alun yang Rusak dan Hilang, Pemkab Klaten Berencana Pasang CCTV

Banyak Fasilitas Alun-alun yang Rusak dan Hilang, Pemkab Klaten Berencana Pasang CCTV

Regional
Nelayan Asal Lebak Banten Hilang di Samudera Hindia, Terdampar ke Tasikmalaya

Nelayan Asal Lebak Banten Hilang di Samudera Hindia, Terdampar ke Tasikmalaya

Regional
Badut Jalanan Bacok Rekan Seprofesi, Berawal Korban Dituduh Ambil Uang Setoran Sewa Pakaian Rp 80.000

Badut Jalanan Bacok Rekan Seprofesi, Berawal Korban Dituduh Ambil Uang Setoran Sewa Pakaian Rp 80.000

Regional
Perlawanan Hukum Samanhudi, Mantan Wali Kota Blitar yang Diduga Terlibat Perampokan Santoso

Perlawanan Hukum Samanhudi, Mantan Wali Kota Blitar yang Diduga Terlibat Perampokan Santoso

Regional
2 Waria Pengeroyok Seorang Pria hingga Pingsan di Kendari Diburu Polisi, Sudah Kabur ke Luar Sultra

2 Waria Pengeroyok Seorang Pria hingga Pingsan di Kendari Diburu Polisi, Sudah Kabur ke Luar Sultra

Regional
Cerita Polisi Diteriaki Maling Saat Tangkap Eks Kepala Dusun Tersangka Perampokan di Lombok Barat

Cerita Polisi Diteriaki Maling Saat Tangkap Eks Kepala Dusun Tersangka Perampokan di Lombok Barat

Regional
Geger Kabar Penculikan Anak di Banyumas, Ada Pesan Teks hingga Suara

Geger Kabar Penculikan Anak di Banyumas, Ada Pesan Teks hingga Suara

Regional
Mantan Kepala Dusun di Lombok Tengah Ditangkap atas Kasus Perampokan

Mantan Kepala Dusun di Lombok Tengah Ditangkap atas Kasus Perampokan

Regional
Kantor BCA Pontianak Terbakar, Api Diduga dari Ruangan 'Account Officer'

Kantor BCA Pontianak Terbakar, Api Diduga dari Ruangan "Account Officer"

Regional
Uji Coba Sukses, Kini Beli Solar Subsidi di Payakumbuh dan 50 Kota Pakai Kode QR

Uji Coba Sukses, Kini Beli Solar Subsidi di Payakumbuh dan 50 Kota Pakai Kode QR

Regional
Polisi Sebut Samanhudi Curhat soal Dendamnya terhadap Walkot Blitar ke Komplotan Perampok

Polisi Sebut Samanhudi Curhat soal Dendamnya terhadap Walkot Blitar ke Komplotan Perampok

Regional
Digandeng Megawati Lagi, Gibran Bantah Ada Simbol Khusus: Beliau Itu Sudah Seperti Ibu, Eyang Saya Sendiri

Digandeng Megawati Lagi, Gibran Bantah Ada Simbol Khusus: Beliau Itu Sudah Seperti Ibu, Eyang Saya Sendiri

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.