Ayah yang Diseret Anak Kandungnya di Sumba Tengah, Dirujuk ke RS Sumba Timur

Kompas.com - 20/01/2022, 10:15 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Umbu Roma Runuwali (62), warga Desa Dasa Elu, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi korban penganiayaan anak kandungnya Saktiawan Umbu Kura Lena (34), saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.

Pelaku yang merupakan anaknya, menyeret Umbu Roma dan menganiaya korban di tempat keramaian.

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, mengatakan, korban kini dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Sumba Timur (RSUD) Umbu Rara Meha, Kabupaten Sumba Timur.

Baca juga: Pria di NTT Tendang dan Seret Ayahnya di Tempat Keramaian

Harus dirujuk

Sebelumnya, kata Irwan, korban sempat menjalani perawatan medis di RSUD Waibakul, Kabupaten Sumba Tengah.

Namun, karena butuh penanganan medis yang lebih intensif kemudian dirujuk ke rumah sakit kabupaten tetangga.

"Nanti akan kita informasikan perkembangan kesehatan korban dan juga penanganan terhadap pelaku," ujar Irwan, kepada Kompas.com, Kamis (20/1/2022).

Baca juga: Motif Anak Seret dan Tendang Ayah di NTT, Kesal karena Tak Diberi Uang Pinjaman Bank

Polisi periksa saksi

Kini, anggotanya telah memeriksa empat orang sebagai saksi yang dianggap melihat dan mengetahui kejadian tersebut.

Tidak hanya melakukan pemeriksaan saksi lanjut Irwan, polisi juga mengamankan barang bukti berupa rekaman CCTV dari tempat penjualan telepon seluler Risky Cell yang disimpan pada sebuah flash disk.

Baca juga: Selain Tendang dan Seret Ayahnya, Pria Ini Juga Pukuli Korban Pakai Kayu


"Ada juga barang bukti lainnya yang telah diamankan yakni sebatang kayu balok yang diduga digunakan pelaku dalam melakukan penganiayaan terhadap korban," kata Irwan.

Pelaku, kata Irwan, saat ini sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Sumba Barat, untuk proses hukum lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, seorang pria bernama Saktiawan Umbu Kura Lena (34), warga Desa Tarumajaga, Kecamatan Katikutana Selatan, Kabupaten Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditangkap aparat kepolisian setempat.

Baca juga: Tembus Angka 111 di Awal Tahun, Kasus DBD di Manggarai Barat Tertinggi di NTT

Dia ditangkap karena menganiaya ayah kandungnya sendiri Umbu Roma Runuwali (62), hingga babak belur dan dilarikan ke rumah sakit.

"Pelaku sudah kita tangkap dan langsung ditangani di Polres (Sumba Barat)," ujar Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto, kepada Kompas.com, Senin (17/1/2022).

Irwan menyebutkan, kasus penganiayaan itu terjadi di Konter Risky yang terletak di Desa Anakalang, Kecamatan Katikutana, Kabupaten Sumba Tengah, Jumat (14/1/2022) sekitar pukul 17.35 Wita.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petani Kibarkan Bendera Merah Putih di Sawah, Dedi Mulyadi: Simbol Memerdekakan Petani

Petani Kibarkan Bendera Merah Putih di Sawah, Dedi Mulyadi: Simbol Memerdekakan Petani

Regional
Saat Emak-emak di Probolinggo Ikut Upacara, Kenakan Pakaian Adat Sambil Gendong Anak

Saat Emak-emak di Probolinggo Ikut Upacara, Kenakan Pakaian Adat Sambil Gendong Anak

Regional
Pengait Rusak, Bendera Merah Putih Batal Berkibar Saat Upacara Kemerdekaan di Solo

Pengait Rusak, Bendera Merah Putih Batal Berkibar Saat Upacara Kemerdekaan di Solo

Regional
Peristiwa Bumi Hangus Kenali, Saat Jambi Diincar Belanda karena Jadi Penghasil Avtur di Sumatera Masa Revolusi Fisik

Peristiwa Bumi Hangus Kenali, Saat Jambi Diincar Belanda karena Jadi Penghasil Avtur di Sumatera Masa Revolusi Fisik

Regional
8 Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara, Ada Prasasti dan Berita China

8 Sumber Sejarah Kerajaan Tarumanegara, Ada Prasasti dan Berita China

Regional
Pertama sejak Berdiri, Ponpes Al Mukmin Ngruki yang Didirikan Abu Bakar Ba'asyir Gelar Upacara Bendera 17 Agustus

Pertama sejak Berdiri, Ponpes Al Mukmin Ngruki yang Didirikan Abu Bakar Ba'asyir Gelar Upacara Bendera 17 Agustus

Regional
Sosok Kasat Narkoba Polres Karawang yang Ditangkap Terkait Peredaran Ekstasi, Ahli Menyamar Tangkap Bandar Narkoba

Sosok Kasat Narkoba Polres Karawang yang Ditangkap Terkait Peredaran Ekstasi, Ahli Menyamar Tangkap Bandar Narkoba

Regional
5 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

5 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Mataram Kuno

Regional
Bendera Merah Putih Sepanjang 200 Meter Berkibar di Bukit Wolo Ngadha

Bendera Merah Putih Sepanjang 200 Meter Berkibar di Bukit Wolo Ngadha

Regional
Jambi Paradise: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Jambi Paradise: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Jam Buka

Regional
Ikut Rayakan HUT Ke-77 RI, Mantan Panglima OPM Wilayah Keerom Suarakan Perdamaian

Ikut Rayakan HUT Ke-77 RI, Mantan Panglima OPM Wilayah Keerom Suarakan Perdamaian

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasat Narkoba Polres Karawang Ditangkap Kasus Narkotika| Polisi di Palu Diduga Terima Suap Rp 4,4 M

[POPULER NUSANTARA] Kasat Narkoba Polres Karawang Ditangkap Kasus Narkotika| Polisi di Palu Diduga Terima Suap Rp 4,4 M

Regional
Curhat Atlet ASEAN Para Games Perwakilan Papua Barat yang Diduga Masih Terkatung-katung di Solo: Kami Tak Tahu Kapan Dipulangkan

Curhat Atlet ASEAN Para Games Perwakilan Papua Barat yang Diduga Masih Terkatung-katung di Solo: Kami Tak Tahu Kapan Dipulangkan

Regional
Mantan Panglima OPM Wilayah Keerom Ikut Rayakan HUT Ke-77 RI

Mantan Panglima OPM Wilayah Keerom Ikut Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Pantai Kenjeran: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Pantai Kenjeran: Daya Tarik, Harga Tiket, Jam Buka, dan Rute

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.