Pulang Kampung ke Palu, Witan Sulaeman Dapat Hadiah Rumah dan Beasiswa S2

Kompas.com - 08/01/2022, 12:42 WIB
Editor Khairina

KOMPAS.com- Gelandang Tim Nasional Indonesia Witan Sulaeman pulang ke kampung halamannya, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (7/1/2022).

Berkat prestasinya membawa Timnas Indonesia meraih runner up Piala AFF 2020, pemain berusia 20 tahun ini mendapat bonus rumah dari Gubernur Sulawesi Tengah Rusdy Mastura.

Dia juga mendapat beasiswa studi hingga S2 dari Wali Kota Palu Hadianto Rasyid.

"Itu karena telah berjasa dan membawa harum Indonesia khsusnya lagi Kota Palu," kata Hadianto, yang juga Ketua Asprov PSSI Sulawesi Tengah, seperti ditulis Tribun Palu.

Baca juga: Sosok Witan Sulaeman, Anak Pedagang Sayur yang Sederhana, Bakatnya Terlihat Sejak TK

Wali Kota Palu Hadianto Rasyid mengajak Witan Sulaeman makan siang bersama di kantornya, Jl Balai Kota, Kelurahan Tanamondindi, Kecamatan Mantikukore.

Wali Kota mengajaknya untuk bercerita dan berbagi pengalaman, usai ajang Piala AFF 2020, kemarin.

Rumah dari Gubernur

Hadiah rumah dari Gubernur Sulteng untuk pemain yang mencetak 5 assist dalam Piala AFF 2020 itu diserahkan oleh Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng Nizar Rahmatu.

Di rumah barunya itu Witan akan bertetangga dengan Abdul Rahman, atlet taekwondo kebanggaan Sulteng.

Baca juga: Sosok Kiper Timnas Indonesia Nadeo Argawinata, Hobi Baca Buku dan Idolakan Cak Nun

Abdul Rahman adalah satu-satunya peraih medali emas untuk Sulteng di PON XX Papua 2021 dari cabang olahraga taekwondo. Ia lebih dulu mendapat hadiah rumah dari Rusdy Mastura.

“Alhamdulillah dua putra terbaik di Sulawesi Tengah yang meraih prestasi ini berhadapan jadi tetangga. Alhamdulillah ini sah menjadi milik mereka,” kata Nizar.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keluhkan Sakit Perut, Siswi SD di Bengkulu Hamil 6 Bulan, Polisi Ringkus Pemerkosa

Keluhkan Sakit Perut, Siswi SD di Bengkulu Hamil 6 Bulan, Polisi Ringkus Pemerkosa

Regional
Mengunjungi Rumah Pemeran Utama Film 'Arul', Tinggal di Tebing Berdinding Bilik Bambu

Mengunjungi Rumah Pemeran Utama Film "Arul", Tinggal di Tebing Berdinding Bilik Bambu

Regional
Mengintip Progres Dua Proyek Raksasa Penyedia Air Baku untuk Ibu Kota Nusantara…

Mengintip Progres Dua Proyek Raksasa Penyedia Air Baku untuk Ibu Kota Nusantara…

Regional
Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Bentrok Perguruan Silat Kerap Terjadi, Apa yang Perlu Dilakukan untuk Menghentikannya?

Regional
Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Jelang Idul Adha, Ketersediaan Daging di Sumut Aman, Cukup untuk 3 Bulan

Regional
Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Jepara Ourland Park: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Cerita Gibran Dimarahi Ibu-ibu Saat Punguti Sampah di CFD: Dikira Petugas DLH

Regional
Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Konflik di Antara Perguruan Silat Kerap Terjadi, Sosiolog Sebut Pentingnya Penanaman Nilai Luhur dan Pendidikan Kedewasaan

Regional
Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Progres Bendungan Sepaku Semoi 40 Persen, Bisa Sediakan Air 2.500 Liter Per Detik

Regional
Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Kampoeng Kopi Banaran: Harga Tiket, Jam Buka, dan Daya Tarik

Regional
Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Kisah Tamuddin, Pembudidaya Rumput Laut Pertama di Nunukan yang Sempat Dituding Gila

Regional
3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

3 Bendera Milik Terduga Simpatisan ISIS di Malang Diamankan, Pengamat: Menunjukkan Eksistensi Kelompok

Regional
Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Tak Hanya di Banjarmasin, Banjir Rob Juga Rendam 20 Desa di Banjar Kalsel

Regional
Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Bisnis Merkuri Ilegal di Maluku, Tersangka Kirim 19 Ton Selama 2 Tahun, Ditangkap Saat Distribusikan Barang

Regional
Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Kisah Jenazah Guru Honorer Ditandu Selama 13 Jam, Menembus Gelapnya Hutan hingga Basah Kehujanan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.