Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Arca Nandiswara Ditemukan Saat Ekskavasi Situs Pandegong di Jombang

Kompas.com - 14/11/2021, 17:56 WIB
Moh. Syafií,
Dony Aprian

Tim Redaksi

JOMBANG, KOMPAS.com - Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPBC) Jawa Timur, bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, sejak Jumat (12/11/2021), mengekskavasi sebuah situs bangunan purbakala.

Situs tersebut dikenal sebagai "Situs Pandegong". Lokasinya berada di Dusun Kwasen, Desa Menganto, Kecamatan Mojowarno, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Pada hari pertama dan kedua, tim ekskavasi berhasil menyingkapkan struktur bata merah era klasik di sisi barat daya, pada kedalaman antara 1 hingga 1,5 meter.

Baca juga: Arca Dicuri dan Rawan Rusak, Pemkab Magetan Bangun Rintisan Museum

Struktur bangunan di sisi barat daya itu dilihat dengan struktur lainnya yang masih terpendam di dalam tanah.

Dugaan sementara, struktur bangunan era klasik yang belum diketahui masa pembuatannya berbentuk persegi.

Jayadi, warga setempat sekaligus juru pelihara Situs Pandegong mengungkapkan, selain itu berhasil menyingkap lapisan tanah yang menemukan keberadaan struktur bangunan yang tersusun dari era bata klasik, tim ekskavasi juga menemukan sebuah fragmen arca.

Arca yang terbuat dari batu andesit tersebut ditemukan pada Sabtu (13/11/2021) sekitar pukul 15.00 WIB.

Arca itu ditemukan tim ekskavasi saat menggali tanah pada kedalaman 1 meter, di sisi barat daya lokasi ekskavasi.

Baca juga: Disbudpar Kediri Teliti Arca Kepala Kala yang Ditemukan Warga, Diduga dari Mataram Kuno

Fragmen arca tersebut sosok laki-laki memakai mahkota. Di sebelah kanan gambar terdapat gambar tombak dengan tiga mata tombak.

"Ditemukan kemarin, jam 3 sore. Kemarin itu ekskavasi hari kedua," kata Jayadi kepada Kompas.com, di kawasan Situs Pandegong, Minggu (14/11/2021).

Penemuan arca di kawasan Situs Pandegong tidak hanya saat pelaksanaan ekskavasi yang dilakukan sejak 2 hari lalu.

Pada 2017, tutur Jayadi, ditemukan Arca Dewa Brahma di kawasan Situs Pandegong. Arca tersebut kini disimpan di tempat penyimpanan benda purbakala BPCB Jawa Timur.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Sosok Ayah di Empat Lawang yang Banting Bayinya hingga Tewas, Masih Berusia 18 Tahun, Sering Aniaya Istri

Sosok Ayah di Empat Lawang yang Banting Bayinya hingga Tewas, Masih Berusia 18 Tahun, Sering Aniaya Istri

Regional
Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Jadi Korban Banjir Sumbar, Ritawati: Saya Terus Memimpikan Suami yang Hilang

Regional
Penampungannya Jadi Venue PON, Pengungsi Rohingya Dipindah dari Banda Aceh

Penampungannya Jadi Venue PON, Pengungsi Rohingya Dipindah dari Banda Aceh

Regional
Ada Perayaan Waisak 2024, Jam Kunjungan Wisata Candi Borobudur Berubah

Ada Perayaan Waisak 2024, Jam Kunjungan Wisata Candi Borobudur Berubah

Regional
Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Belasan Warung Remang-remang di Brebes Disegel Warga

Diduga Jadi Tempat Prostitusi, Belasan Warung Remang-remang di Brebes Disegel Warga

Regional
Kala Prajurit Kopassus Dilantik Tanpa Didampingi Keluarga Usai Jalani Pendidikan di Nusakambangan

Kala Prajurit Kopassus Dilantik Tanpa Didampingi Keluarga Usai Jalani Pendidikan di Nusakambangan

Regional
Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Usai Santap Makanan Pengajian, Puluhan Warga di Brebes Keracunan Massal

Regional
Berkunjung ke Aceh, Menpora Diminta Tambah Anggaran PON Rp 531 Miliar

Berkunjung ke Aceh, Menpora Diminta Tambah Anggaran PON Rp 531 Miliar

Regional
Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Prakiraan Cuaca Semarang Hari Ini Minggu 19 Mei 2024, dan Besok : Malam Ini Cerah Berawan

Regional
Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Tak seperti Pemilu, Peminat PPK dan PPS di Pilkada Menurun

Regional
Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Mengenal Megathrust dan Hubungannya dengan Potensi Gempa dan Tsunami di Indonesia

Regional
Usai Kecelakaan Maut Subang, Tim Gabungan Cek Kelayakan Bus Pariwisata di Banyumas

Usai Kecelakaan Maut Subang, Tim Gabungan Cek Kelayakan Bus Pariwisata di Banyumas

Regional
Soal 'Study Tour', Gibran: Jangan Dihilangkan

Soal "Study Tour", Gibran: Jangan Dihilangkan

Regional
Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta, Gibran Bakal Salurankan Bantuan Meski Tak ber-KTP Solo

Kebakaran Rumah di Bantaran Rel Kereta, Gibran Bakal Salurankan Bantuan Meski Tak ber-KTP Solo

Regional
Usai dari Lebak, 1.500 Warga Baduy Lanjutkan Perjalanan  Bertemu Pj Gubernur Banten

Usai dari Lebak, 1.500 Warga Baduy Lanjutkan Perjalanan Bertemu Pj Gubernur Banten

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com