Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Otak Penganiayaan Pencuri yang Dikubur Hidup-hidup Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Kompas.com - 27/10/2021, 20:34 WIB
Ari Maulana Karang,
David Oliver Purba

Tim Redaksi

GARUT, KOMPAS.com - Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tewasnya seorang terduga pencuri bernama Maman, warga Garut, Jawa Barat, pada Mei 2021.

S, salah satu tersangka dikenakan pasal pembunuhan berencana. 

Baca juga: Jadi Tersangka, 14 Warga yang Aniaya Pencuri hingga Tewas Dijerat Pasal Berlapis

Dari pemeriksaan pihak kepolisian, S diduga telah merencanakan menghabisi korban.

Di mana S terlebih dahulu mengintai korban, mengamankan, menganiaya, hingga mengubur jenazah korban.

Baca juga: Duduk Perkara Pencuri Tewas Dihakimi Massa, Ternyata Masih Hidup Saat Dimasukkan Liang Kubur

"Iya betul, karena sejak awal sudah merencanakan mengintai. Di kuburan juga dia yang turun menghabisi korban begitu tahu korban masih hidup," ujar Kasatreskrim Polres Garut AKP Dede Sopandi, saat dihubungi Kompas.com, Rabu (27/10/2021).

Korban diintai karena pernah mencuri

Dede menuturkan, pelaku dan warga sudah mengetahui kebiasaan Maman yang suka mencuri.

Maman bahkan pernah menandatangani surat perjanjian untuk tidak lagi mencuri.

Namun, warga masih tetap curiga terhadap Maman hingga akhirnya S mengajak warga lainnya untuk mengintai korban.

Begitu Maman tertangkap saat akan membongkar gudang sayuran, S bersama warga lainnya langsung menganiaya korban.

Warga kemudian beramai-ramai membawa korban yang dikira sudah mati ke kaki Gunung Cikuray untuk dikuburkan. 

Saat dimasukkan ke liat lahat, ternyata Maman belum meninggal. S turun ke liang lahat dan menghabisi korban. 

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Seorang Wanita di Kupang Bakar Rumah Adiknya

Seorang Wanita di Kupang Bakar Rumah Adiknya

Regional
Pemudik Antre di Buffer Zone, Belum Punya Tiket Nekat Mau Nyeberang

Pemudik Antre di Buffer Zone, Belum Punya Tiket Nekat Mau Nyeberang

Regional
Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat, Diperkirakan Lebih dari 150.000 Pemudik Bakal Kembali ke Jawa

Arus Balik di Bakauheni Mulai Meningkat, Diperkirakan Lebih dari 150.000 Pemudik Bakal Kembali ke Jawa

Regional
Mobil Pemudik Ditabrak Kereta Api di Serang Banten, 7 Orang Luka-luka

Mobil Pemudik Ditabrak Kereta Api di Serang Banten, 7 Orang Luka-luka

Regional
Kendaraan Arah Jakarta Diimbau Lewat Tol Pemalang untuk Antisipasi Macet Jalur Ajibarang-Bumiayu, Ini Rutenya

Kendaraan Arah Jakarta Diimbau Lewat Tol Pemalang untuk Antisipasi Macet Jalur Ajibarang-Bumiayu, Ini Rutenya

Regional
Polisi Terapkan 2 Kali 'One Way' Arah Anyer, Ini Hasilnya

Polisi Terapkan 2 Kali "One Way" Arah Anyer, Ini Hasilnya

Regional
Aksi Pencurian Sepeda di Kupang Terekam CCTV dan Viral di Medsos

Aksi Pencurian Sepeda di Kupang Terekam CCTV dan Viral di Medsos

Regional
Kisah Pilu Istri Dokter TNI Diselingkuhi Malah Jadi Tersangka, Susui Bayinya di Sel Tahanan

Kisah Pilu Istri Dokter TNI Diselingkuhi Malah Jadi Tersangka, Susui Bayinya di Sel Tahanan

Regional
Cerita Sutiyo, Porter Stasiun Solo Balapan Rasakan Berkah Lebaran

Cerita Sutiyo, Porter Stasiun Solo Balapan Rasakan Berkah Lebaran

Regional
Gugur Ditembak OPM, Danramil Aradide Akan Dimakamkan di Nabire

Gugur Ditembak OPM, Danramil Aradide Akan Dimakamkan di Nabire

Regional
Diguyur Hujan Deras sejak Lebaran Hari Kedua, 3 Kecamatan di Lampung Kebanjiran

Diguyur Hujan Deras sejak Lebaran Hari Kedua, 3 Kecamatan di Lampung Kebanjiran

Regional
3 Pelaku Perampokan Ketakutan Usai Bunuh Wanita di Gresik, Satu Pelaku Tewas Bunuh Diri

3 Pelaku Perampokan Ketakutan Usai Bunuh Wanita di Gresik, Satu Pelaku Tewas Bunuh Diri

Regional
Kepadatan Arus Lalin Terjadi di Kawasan Wisata dan Tempat Kuliner Solo

Kepadatan Arus Lalin Terjadi di Kawasan Wisata dan Tempat Kuliner Solo

Regional
3 Anak di Lombok Tengah Ditangkap Kasus Pemerkosaan

3 Anak di Lombok Tengah Ditangkap Kasus Pemerkosaan

Regional
Balon Udara Berisi Petasan Meledak, Pelaku yang Terbangkan Langsung ke Polsek untuk Klarifikasi

Balon Udara Berisi Petasan Meledak, Pelaku yang Terbangkan Langsung ke Polsek untuk Klarifikasi

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com