Kabupaten Sumba Timur Masuk PPKM Level 3 di Inmendagri, Bupati: Diberi Kesempatan Terapkan Level 2, tapi...

Kompas.com - 23/09/2021, 22:00 WIB
Bupati Sumba Timur, Nusa TenggaraTimur (NTT), Khristofel Praing (kiri) dan Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu (kanan) pada saat diwawancarai sejumlah awak media di Waingapu, Senin (26/7/2021). KOMPAS.com/IGNASIUS SARABupati Sumba Timur, Nusa TenggaraTimur (NTT), Khristofel Praing (kiri) dan Wakil Bupati Sumba Timur David Melo Wadu (kanan) pada saat diwawancarai sejumlah awak media di Waingapu, Senin (26/7/2021).

WAINGAPU, KOMPAS.com - Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2.

Hal itu disampaikan Bupati Sumba Timur Khristofel Praing saat dikonfirmasi terkait Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 44 Tahun 2021 tanggal 20 September 2021.

Baca juga: 22 Kecamatan Terancam Kekeringan, Ini Langkah yang Dilakukan Pemkab Sumba Timur

Dalam Inmendagri tersebut menyatakan bahwa Kabupaten Sumba Timur menjadi salah satu daerah di NTT dengan status PPKM Level 3 sejak 21 September hingga 4 Oktober 2021.

Khristofel mengklaim, Sumba Timur masih diberikan kesempatan untuk menerapkan PPKM level 2 selama dua pekan ke depan.

"Tetap (menerapkan PPKM) level 2. Dan, diberikan kesempatan untuk dalam dua minggu ini memenuhi target (vaksin dosis pertama mencapai) 50 persen," kata Khristofel saat dihubungi Kompas.com, Kamis (23/9/2021) malam.

Baca juga: Viral, Video Ibu di Gresik Jambak Anaknya karena Tak Mau Makan, Polisi Turun Tangan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara itu, persentase vaksinasi dosis pertama di Kabupaten Sumba Timur masih 30,93 persen hingga 23 September 2021.

"Berarti (harus ada penambahan) kurang lebih 15.000 (orang yang harus divaksin) dalam dua minggu, saya pikir tidak mungkin," ungkap Khristofel.

 

Bupati menilai, ada sejumlah kendala yang dihadapi pemerintah.

"Kami terbatas (terkait jumlah) vaksinator. Selain itu, terbatas juga alokasi vaksin (dari pemerintah pusat)," ujar Khristofel lagi.

Saat ini, Khristofel sudah memerintahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumba Timur Yacobus Yiwa untuk menggencarkan kegiatan vaksinasi sesuai dengan jumlah stok vaksin yang tersedia di Dinkes setempat.

"Sesegera mungkin, vaksin yang ada diupayakan dibagikan ke puskesmas-puskesmas untuk dilakukan pelayanan kepada masyarakat," jelas Khristofel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Polda Banten Akan Berlakukan Ganjil Genap ke Tempat Wisata Saat Libur Nataru

Regional
Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Desak Polisi Ungkap Pembunuh Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik, Warga Kupang Nyalakan 1.000 Lilin

Regional
Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Borobudur Marathon 2021 Pancing Geliat Ekonomi Usai Terpukul Pandemi

Regional
3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

3 Tekanan Global yang Sedang Dihadapi Indonesia Menurut Erick Thohir

Regional
Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Urus Semua Perizinan di Surabaya Kini Wajib lewat Aplikasi, Eri Cahyadi Ungkap Alasannya

Regional
Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Petani Blitar Temukan Granat Nanas Aktif Saat Mencangkul Ladang

Regional
Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Berawal Lihat HP, Sopir Taksi Online Ini Rampok Penumpangnya, Korban Diikat lalu Dimasukkan ke Bagasi

Regional
Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Peristiwa Berdarah di Desa OKU Sumsel, 5 Warga Tewas Ditusuk Seorang Pria

Regional
10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

10 Hari Nol Kasus, Pasien Covid-19 Kembali Muncul di Salatiga

Regional
Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Bocah 4 Tahun di NTT Tewas Tersetrum, Diduga Petugas Salah Pasang Kabel

Regional
Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Istri yang Tewas Disiram Air Keras Pernah 3 Kali Tolak Pinangan Pelaku

Regional
'ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah'

"ASN yang Belum Divaksin, Tahan Gaji Mereka, Ini Perintah"

Regional
Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Usai Bunuh Selingkuhan Istrinya, Pria Ini Serahkan Diri

Regional
Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Genjot Vaksinasi, Bupati Maluku Tengah Kerahkan Seluruh ASN Turun ke Desa, Kadinas Juga Harus Terjun ke Lapangan

Regional
Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Rusak Kotak Suara hingga Pukul Polisi Saat Pilkades, 9 Orang Jadi Tersangka, Cakades Ikut Diperiksa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.