Beri Sembako hingga Uang kepada Warga yang Divaksin, Kapolda Papua: Agar Mereka Mau Datang...

Kompas.com - 22/09/2021, 22:48 WIB
Warga Jayapura yang mendapat empat rak telur setelah divaksin di salah satu titik vaksinasi di Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/9/2021) Dok Humas Polda PapuaWarga Jayapura yang mendapat empat rak telur setelah divaksin di salah satu titik vaksinasi di Kota Jayapura, Papua, Selasa (21/9/2021)

KOMPAS.com - Polda Papua menggenjot vaksinasi Covid-19 di empat klaster penyelenggara Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021.

Kegiatan vaksinasi Covid-19 yang diadakan Polda Papua itu mengusung tema "Gebyar Vaksin". Vaksinasi itu digelar di sejumlah titik secara serentak.

Kapolda Papua Irjen Mathius D Fakhiri mengatakan, vaksinasi itu digelar bukan hanya karena perhelatan PON.

"Tapi lebih agar masyarakat sehat. Pemerintah akan usahakan Papua bisa 100 persen bersama daerah lainnya di Indonesia," kata Fakhiri di Jayapura, Rabu (22/9/2021).

Terdapat pemandangan unik dalam vaksinasi yang digelar Polda Papua tersebut. Warga yang telah disuntik vaksin Covid-19 mendapat sejumlah hadiah.

Baca juga: Capaian Vaksinasi di 4 Daerah Penyelenggara PON XX Papua Belum Penuhi Target

Hadiah yang diberikan mulai dari telur sebanyak dua rak, pulsa senilai Rp 100.000, atau uang tunai Rp 100.000. Warga yang telah disuntik vaksin Covid-19 bisa memilih hadiah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut Fakhiri, hadiah itu diberikan untuk menarik warga agar mau datang ke lokasi vaksinasi.

"Ini agar masyarakat mau datang karena vaksin ini terbukti memperkuat imun tubuh. 94 persen masyarakat yang meninggal karena Covid-19 itu mereka belum divaksin," kata Fakhiri di Jayapura, Rabu (22/9/2021).

Salah satu warga Jayapura, Randy mengikuti vaksinasi Covid-19 di Gedung Tongkonan, Kota Jayapura, Selasa (21/9/2021).

Randi belum divaksin karena mengaku takut dengan jarum suntik.

Halaman:
Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Wagub Bali: Terima Kasih...

PPKM Level 3 Saat Natal dan Tahun Baru Dibatalkan, Wagub Bali: Terima Kasih...

Regional
IKA UB Bentuk Tim agar Kasus Hukum Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah Ditangani secara Transparan

IKA UB Bentuk Tim agar Kasus Hukum Mahasiswi yang Bunuh Diri di Makam Ayah Ditangani secara Transparan

Regional
Epidemiolog Khawatir Mobilitas Warga Meningkat Saat Natal dan Tahun Baru Setelah PPKM Level 3 Dibatalkan

Epidemiolog Khawatir Mobilitas Warga Meningkat Saat Natal dan Tahun Baru Setelah PPKM Level 3 Dibatalkan

Regional
Kapal Nelayan Karam di Laut Kalbar karena Mesin Rusak dan Gelombang, 4 ABK Selamat

Kapal Nelayan Karam di Laut Kalbar karena Mesin Rusak dan Gelombang, 4 ABK Selamat

Regional
Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Curhat Harsi Usai Harga Tengkleng Jualannya Dianggap Mahal dan Jadi Viral: Warung Jadi Sepi...

Regional
Tengkleng Bu Harsi Solo Viral karena Dianggap Mahal, Pembeli Mengaku Bayar Rp 150.000 untuk 2 Porsi

Tengkleng Bu Harsi Solo Viral karena Dianggap Mahal, Pembeli Mengaku Bayar Rp 150.000 untuk 2 Porsi

Regional
Cerita Ayu, Ibu Hamil 9 Bulan yang Lolos dari Awan Panas Gunung Semeru, Berlari hingga Kaki Terinjak-injak Warga

Cerita Ayu, Ibu Hamil 9 Bulan yang Lolos dari Awan Panas Gunung Semeru, Berlari hingga Kaki Terinjak-injak Warga

Regional
Usai Bentrok dengan Polisi, Warga Desa Tamilow Maluku Tengah Blokade Jalan

Usai Bentrok dengan Polisi, Warga Desa Tamilow Maluku Tengah Blokade Jalan

Regional
Polisi Bersitegang dengan Warga Desa Tamilow, Polda Maluku: Jika Anggota Salah Tak Akan Dibela

Polisi Bersitegang dengan Warga Desa Tamilow, Polda Maluku: Jika Anggota Salah Tak Akan Dibela

Regional
'Ini Jelas Menakut-nakuti Masyarakat, Seperti Terjadi Kerusuhan Besar atau Mau Menangkap Penjahat Negara'

"Ini Jelas Menakut-nakuti Masyarakat, Seperti Terjadi Kerusuhan Besar atau Mau Menangkap Penjahat Negara"

Regional
PPKM Level 3 Batal Diterapkan, Moeldoko Sebut Tetap Banyak Pembatasan

PPKM Level 3 Batal Diterapkan, Moeldoko Sebut Tetap Banyak Pembatasan

Regional
Diterjang Angin Kencang, 3 Rumah Guru di NTT Ambruk

Diterjang Angin Kencang, 3 Rumah Guru di NTT Ambruk

Regional
S Disebut Sengaja Datang ke Bandara YIA Hanya untuk Buat Konten Porno

S Disebut Sengaja Datang ke Bandara YIA Hanya untuk Buat Konten Porno

Regional
Banjir Soppeng Makan Korban Jiwa, 1 Bocah Ditemukan Tewas, 1 Balita Masih Dicari

Banjir Soppeng Makan Korban Jiwa, 1 Bocah Ditemukan Tewas, 1 Balita Masih Dicari

Regional
PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Banyuwangi Berencana Supervisi Destinasi

PPKM Level 3 Saat Nataru Batal, Banyuwangi Berencana Supervisi Destinasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.