Peserta Seleksi PPPK Belum Miliki Nomor Tes, Wali Kota Salatiga: Kita Konfirmasi Kemendikbud

Kompas.com - 13/09/2021, 13:20 WIB
Pelaksanaan seleksi PPPK diawasi ketat oleh penjaga. KOMPAS.com/Dian Ade PermanaPelaksanaan seleksi PPPK diawasi ketat oleh penjaga.

SALATIGA, KOMPAS.com - Dinas Pendidikan Kota Salatiga mengupayakan lima peserta seleksi kompetensi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Jabatan Guru untuk mendapatkan nomor tes.

Mereka yang telah terdaftar tersebut, hingga hari pelaksanaan tes hari pertama, Senin (13/9/2021), belum mendapat nomor sehingga tidak bisa mengikuti seleksi.

Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengungkapkan setelah ada laporan atas kejadian tersebut, langsung memerintahkan Dinas Pendidikan untuk berkomunikasi dengan Kemendikbud.

Baca juga: 2 Pasien Terakhir Pulang, Tak Ada Lagi Pasien Covid-19 di RSUD Salatiga

"Ranahnya memang di Kemendikbud, ini ada laporan syarat sudah komplit tapi kenapa belum dapat nomor. Saya minta segera ditindaklanjuti agar calon peserta mendapat haknya," jelasnya Senin (14/9/2021) usai meninjau seleksi PPPK di SMA Negeri 1 Salatiga.

Yuliyanto mengungkapkan di Salatiga ada 274 peserta yang terdaftar mengikuti seleksi PPPK.

"Namun dari jumlah tersebut, ada lima orang tadi yang belum mendapat nomor tes. Sehingga hanya 269 orang yang mengikuti tes seleksi," paparnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia berharap agar Kemendikbud secepatnya memberikan respons atas kejadian ini sehingga nasib kelima peserta bisa diketahui.

"Semestinya dari 274 peserta PPPK, semua sudah memenuhi syarat harusnya semua mendapatkan nomor tes," kata Yuliyanto.

Baca juga: Seluruh Peserta SKD CPNS dan PPPK di Daerah Ini Gratis Biaya Swab Antigen

Menyinggung kewajiban protokol kesehatan peserta seleksi PPPK, Yuliyanto menilai semua sudah disiplin.

"Kami minta mereka mengenakan masker dobel. Untuk swab antigen juga telah dilakukan," jelasnya.

Sekretaris Daerah Kota Salatiga Wuri Pujiastuti menyampaikan pelaksanaan seleksi dilakukan secara bergelombang agar ada jarak di antara peserta.

"Hari ini ada 140 orang dengan dua sesi," paparnya.

Dia meminta agar peserta yakin dengan kemampuannya sendiri. Jangan percaya dengan calo-calo yang menjanjikan kelolosan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Penjual Jamu Tewas di Tangan Suami karena Cemburu

Regional
Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Cerita Warga di Sikka Dianiaya Oknum Polisi hingga Pingsan, Dituduh Mencuri, Korban Menolak Uang Rp 2,5 Juta dari Pelaku

Regional
Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Regional
Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Regional
Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Regional
Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Regional
Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

Regional
Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Regional
Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Regional
Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Regional
Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Regional
Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Regional
YouTuber Asal Bali Yudist Ardhana: Content Creator Harus Tahu Etika (Bagian 2)

YouTuber Asal Bali Yudist Ardhana: Content Creator Harus Tahu Etika (Bagian 2)

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.