Makam DS, Kakak Bocah 6 Tahun Korban Ilmu Hitam Orangtua Digali

Kompas.com - 10/09/2021, 18:36 WIB
Kondisi AP (6) bocah perempuan telah mulai membaik pasca menjalani operasi mata kanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jumat, (10/9/2021). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Kondisi AP (6) bocah perempuan telah mulai membaik pasca menjalani operasi mata kanan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Syekh Yusuf, Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Jumat, (10/9/2021).

GOWA, KOMPAS.com - Makam DS (22), kakak AP (6) bocah perempuan yang menjadi korban ritual ilmu hitam oleh kedua orangtuanya akan digali oleh tim Forensik Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.

 

Penggalian makam ini berdasarkan penyelidikan aparat kepolisian Polres Gowa atas laporan DS tewas lantaran dicekoki air garam 2 liter dalam ritual ilmu hitam.

Makam DS berada di Lingkungan Lembang Panai, Kelurahan Gantarang, Kecamatan Tinggimoncong Kabupaten Gowa.

Baca juga: Polisi Menduga Ada Puluhan Orang Terlibat Pesugihan Korbankan Mata Anak di Gowa

Jenazah DS akan diotopsi sebagai bagian dari penyelidikan atas laporan DS tewas dalam praktik ritual ilmu hitam.

"Makam kakak korban (DS) akan digali untuk kami lakukan otopsi sebagai bagian dari penyelidikan sebab informasi yang kami terima bahwa korban tewas akibat dicekoki garam," kata Kasubag Humas Polres Gowa AKP Mangatas Tambunan, melalui sambungan telepon pada Jumat (10/9/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi AP saat ini sudah membaik pascamenjalani operasi pada mata kanan dan terus mendapat pendampingan dari tim psikolog untuk menghilangkan luka traumatik korban.

"Alhamdulillah sudah membaik dan sudah mulai berkomunikasi dengan orang lain dan tim psikolog anak terus melakukan pendampingan selama 24 jam" kata Kepala Seksi Pelayanan Medik RSUD Syech Yusuf, Sungguminasa Kabupaten Gowa, dr Suryadi, pada Jumat (10/9/2021).

Baca juga: Kakek dan Paman Anak Korban Pesugihan di Gowa Ditetapkan sebagai Tersangka

Kasus ini berawal dari tewasnya DS pada Rabu, (1/9/2021) malam yang diduga dicekoki air garam 2 liter.

Warga dan petugas Babinkamtibmas TNI-POLRI yang baru saja menghadiri pemakaman DS pada Kamis (2/9/2021) kemudian memergoki para pelaku menggelar ritual dengan mengorbankan mata kanan AP.

AP kemudian dievakuasi paksa oleh petugas meski mendapat perlawanan dari para pelaku.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Oktober 2021

Regional
Gubernur Sumbar Keluarkan Surat Edaran, Pengunjung Objek Wisata hingga Hotel Wajib Sudah Vaksin

Gubernur Sumbar Keluarkan Surat Edaran, Pengunjung Objek Wisata hingga Hotel Wajib Sudah Vaksin

Regional
Paman Ungkap Kondisi Terakhir Jenazah Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Diklatsar Menwa: Mukanya Lebam

Paman Ungkap Kondisi Terakhir Jenazah Mahasiswa UNS yang Tewas Saat Diklatsar Menwa: Mukanya Lebam

Regional
Gara-gara Ritual Buang Sial, Gunung Sanggabuana Karawang Dipenuhi Celana Dalam

Gara-gara Ritual Buang Sial, Gunung Sanggabuana Karawang Dipenuhi Celana Dalam

Regional
Mayat Wanita Terbungkus Plastik di Hutan Grobogan, Polisi: Dibunuh Kekasih Usai Cekcok

Mayat Wanita Terbungkus Plastik di Hutan Grobogan, Polisi: Dibunuh Kekasih Usai Cekcok

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Oktober 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Oktober 2021

Regional
Ada Syarat Tes PCR, 38 Penumpang Pesawat Gagal Terbang dari Bandara YIA Kulonprogo

Ada Syarat Tes PCR, 38 Penumpang Pesawat Gagal Terbang dari Bandara YIA Kulonprogo

Regional
Bandara Pekanbaru Wajibkan Penumpang Pesawat Tujuan Jawa-Bali Ada Surat Hasil PCR Negatif

Bandara Pekanbaru Wajibkan Penumpang Pesawat Tujuan Jawa-Bali Ada Surat Hasil PCR Negatif

Regional
Wali Kota Pekanbaru: Tempat Kuliner 'Kucing-kucingan' dengan Petugas, Pelayannya Tak Pakai Masker...

Wali Kota Pekanbaru: Tempat Kuliner "Kucing-kucingan" dengan Petugas, Pelayannya Tak Pakai Masker...

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 Oktober 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 25 Oktober 2021

Regional
Penjelasan PT INKA soal Tabrakan LRT Jabodetabek

Penjelasan PT INKA soal Tabrakan LRT Jabodetabek

Regional
Honor 174 Anggota Satgas Covid-19 Sultra Belum Dibayar, Polisi Periksa Kepala BPBD dan Bendahara

Honor 174 Anggota Satgas Covid-19 Sultra Belum Dibayar, Polisi Periksa Kepala BPBD dan Bendahara

Regional
Diteror dan Diancam Pinjol Ilegal, Simak Imbauan Polda Jateng Ini

Diteror dan Diancam Pinjol Ilegal, Simak Imbauan Polda Jateng Ini

Regional
Hasil Olah TKP Janggal, Polisi Bongkar Makam Remaja Tewas di Bawah Jembatan Palembang

Hasil Olah TKP Janggal, Polisi Bongkar Makam Remaja Tewas di Bawah Jembatan Palembang

Regional
Yudist Ardhana, dari Magician hingga Sukses Jadi YouTuber Pulau Dewata (Bagian 1)

Yudist Ardhana, dari Magician hingga Sukses Jadi YouTuber Pulau Dewata (Bagian 1)

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.