Hampir Sepekan Usai Penyerangan Posramil Kisor, Warga 24 Kampung di Maybrat Masih Mengungsi di Hutan

Kompas.com - 08/09/2021, 13:23 WIB
Ilustrasi pengungsi Shutterstock.comIlustrasi pengungsi

SORONG,KOMPAS.com- Hampir seminggu berlalu sejak Posramil Kisor di Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Papua Barat diserang.

Dalam penyerangan itu, empat anggota TNI gugur. Insiden tersebut juga menimbulkan ketakutan dan trauma bagi warga sekitar.

Hingga kini, warga di 24 kampung di Distrik Aifat Selatan dan Aifat Timur, Kabupaten Maybrat, Papua Barat masih memilih mengungsi di hutan.

Baca juga: Kapolda Papua Barat Sebut Penyerangan Pos Koramil Kisor di Maybrat Terencana

Juru Bicara Jaringan Damai Papua (JDP) Yan Christian Warinussy mengatakan, para pengungsi berasal dari sejumlah kampung di sekitar lokasi penyerangan.

Yakni, 18 kampung dari Distrik Aifat Selatan dan 6 kampung Aifat Timur. Sehingga, total ada 24 kampung yang warganya mengungsi ke hutan.

Dari jumlah tersebut, data pengungsi dari Aifat Selatan bahkan mencapai 500 hingga 700 jiwa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Beberapa di antaranya, adalah perempuan dan anak-anak.

"24 kampung yang warganya mengungsi akibat trauma atas penyerangan itu," kata Yan, Rabu (8/9/2021).

Baca juga: Begini Kondisi Serda Imanuel, Korban Selamat Saat Penyerangan Posramil Kisor yang Dievakuasi ke RSPAD Jakarta

 

Berharap pihak gereja bujuk warga keluar dari hutan

Dia pun meminta aparat menghentikan operasi jika situasi memang benar-benar telah kondusif.

Yan juga berharap pihak gereja membujuk masyarakat yang masih mengungsi, keluar dari hutan.

"Di sisi lain saya minta untuk aparat TNI-Polri untuk menghentikan operasinya dan memberikan kesempatan kepada pihak gereja Pendeta dan Uskup yang mayoritas Kristen dan Katolik di sana mengimbau agar masyarakat yang mengungsi kembali ke kampungnya untuk beraktivitas seperti biasanya," ujar Yan.

Keterlibatan pihak gereja sangat penting untuk bertemu dengan warga dan mengajak mereka kembali ke kampung.

"Saya juga berharap kepada petugas kemanusiaan melalui Pemerintah Kabupaten Maybrat Dinas Kesehatan untuk membantu melakukan pelayanan kesehatan terhadap warga yang mengungsi,"kata Yan Christian Warinussy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Penyalahgunaan Solar, Penyerobotan Tambang, hingga Kepemilikan Senpi Ilegal Terjadi di Desa Ini

Regional
Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Mantan Kadishub Cilegon Didakwa Terima Suap Rp 530 Juta

Regional
Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Sepasang Kekasih Penjambret Ditangkap Polisi, Salah Satunya Residivis

Regional
Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Covid-19 di Sumut Melandai, Edy Rahmayadi Ingatkan soal Gelombang Ketiga

Regional
Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Anggota DPR Minta Kebijakan Swab PCR Penumpang Pesawat Dikaji Ulang, Ini Alasannya

Regional
Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Kebakaran Kecil Terjadi di Pos SPKT Polresta Pekanbaru

Regional
[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

[POPULER NUSANTARA] Foto Pegang KTP Berujung Diteror Pinjol | Kecelakaan Pesawat Smart Air di Bandara Ilaga

Regional
Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Bocah 11 Tahun Diperkosa Tetangganya, Korban Yatim Piatu, Pelaku Kabur Bawa 3 Anaknya

Regional
Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Seorang Polisi di Lombok Timur Tewas Ditembak Rekannya Sesama Anggota Polri

Regional
Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Modal Celana Loreng, Pria Ini Nekat Mengaku Anggota Kopassus dan Bawa Kabur 3 Motor

Regional
Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Musim Penghujan Telah Tiba, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Siaga Bencana

Regional
Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Tebar Ancaman, Penagih Pinjol Digaji Rp 4,2 Juta Sebulan, Dapat Bonus jika Capai Target

Regional
YouTuber Asal Bali Yudist Ardhana: Content Creator Harus Tahu Etika (Bagian 2)

YouTuber Asal Bali Yudist Ardhana: Content Creator Harus Tahu Etika (Bagian 2)

Regional
Santri Ponpes di Kendal Ini Produksi Pesawat Aeromodeling, Produknya Dibeli Pejabat

Santri Ponpes di Kendal Ini Produksi Pesawat Aeromodeling, Produknya Dibeli Pejabat

Regional
Memburu Para Perampok dan Pembunuh Pengusaha Elpiji di Padang

Memburu Para Perampok dan Pembunuh Pengusaha Elpiji di Padang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.