Kompas.com - 25/08/2021, 19:51 WIB
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi saat mengadakan konferensi pers pengungkapan kasus pemalsuan surat bebas Covid-19, Rabu (25/8/2021). Dok. Polresta PekanbaruKapolresta Pekanbaru Kombes Pol Pria Budi saat mengadakan konferensi pers pengungkapan kasus pemalsuan surat bebas Covid-19, Rabu (25/8/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polresta Pekanbaru, Riau, menangkap lima orang pelaku pemalsuan hasil tes PCR Covid-19.

Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi mengatakan, kelima pelaku ditangkap di Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, pada Minggu (22/8/2021).

"Kelima pelaku akan menggunakan angkutan udara, namun kedapatan membawa surat hasil tes PCR negatif Covid-19 palsu," ujar Budi pada wartawan saat konferensi pers, Rabu (25/8/2021).

Baca juga: Jadi Syarat SKD CPNS 2021, Ini Daftar Tarif Tes PCR dan Antigen

Dia menjelaskan, awalnya penangkapan terhadap seorang laki-laki berinisial HA (38) dan perempuan berinisial LS (32).

"Kedua pelaku ini menggunakan surat tes PCR dengan logo salah satu rumah sakit di Pekanbaru, dengan hasil negatif Covid-19," ujar Budi.

Dari penyelidikan, kedua pelaku memalsukan surat negatif Covid-19 di Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka ini bukan pasangan suami istri. Keduanya hanya sama-sama bekerja di Jakarta.

"Jadi, mereka ini mau ke Jakarta dengan pesawat Batik Air. Namun, mereka menggunakan surat bebas Covid-19 palsu," kata Budi.

Baca juga: Penyebab Harga Tes PCR di Sejumlah RS Belum Turun

Pada hari yang sama, petugas kembali menangkap tiga orang laki-laki yang juga membawa surat bebas Covid-19 palsu.

Mereka ditangkap saat hendak menaiki pesawat di Bandara SSK II Pekanbaru.

Ketiga pelaku berinisial NA (22), AD (21), dan MZ (47).

Menurut Budi, pelaku NA dan AD merupakan mahasiswa yang akan berangkat ke Turki.

"Hasil pemeriksaan, surat hasil tes PCR dibuat temannya HF mahasiswa di Turki, dengan mengedit. Kemudian dikirimkan lewat WA, lalu di-print di Pekanbaru. Mereka ini hendak berangkat ke Jakarta pesawat Citilink," kata Budi.

 

Kemudian, satu orang pelaku lainnya yakni MZ.

Pelaku ini membawa surat bebas Covid-19 palsu saat akan berangkat ke Jakarta melalui transportasi udara.

Pelaku ini mengaku mendapat surat bebas Covid-19 dari seorang perempuan berinisial S.

Namun, S saat ini masih diburu oleh kepolisian.

Budi menyebutkan, para pelaku melakukan perbuatan melawan hukum itu karena ingin cepat mendapatkan surat bebas Covid-19 tanpa melalui pemeriksaan medis.

Kelima pelaku dikenakan Pasal 35 jo Pasal 51 ayat 1 dan atau Pasal 32 jo Pasal 48 ayat 1 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Kemudian Pasal 263 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 12 tahun penjara atau denda Rp 12 milliar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

4 Fakta soal Video Tak Senonoh Seorang Wanita di Bandara YIA, Diduga Direkam di Gedung Parkir

Regional
Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Pencuri Jual Motor Curian di Medsos, Ditangkap oleh Polisi yang Menyamar Jadi Pembeli

Regional
Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Proyektil Peluru Nyasar Lukai Paha Bocah di Gorontalo Diduga Milik Polisi

Regional
Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Adu Mulut karena Ditegur Saat Pesta Miras, Pria di Manado Ditikam Berulang Kali

Regional
Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Sebulan Kasus Temuan Jasad Ibu dan Bayi di Kupang, Seorang Pria Datangi Polisi Mengaku sebagai Pembunuh

Regional
Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang 'Framing'

Soal Video Viral Debat dengan Tokoh Adat, Gubernur NTT: Netizen Beda Poltik yang "Framing"

Regional
Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Patuh pada Ulama, PKB Jatim Janji Tak Intervensi Muktamar ke-34 NU

Regional
Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Anaknya Dituding Terlibat dalam Proyek Sapi di Pulau Sumba, Ini Kata Gubenur NTT

Regional
Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Cerita Dian, Guru Wilayah 3T, Harus Pakai Sandal Jepit hingga Kesulitan Air Bersih

Regional
Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Tinjau Lokasi Longsor, Bupati Toraja Utara Kerahkan Alat Berat dan Beri Bantuan ke Para Korban

Regional
Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Staf Ahli Kemendes Minta Hotel Berbintang Pakai Produk Holtikultura Warga Maumere

Regional
2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

2 Oknum Dokter Tertangkap Satpol PP Selingkuh di Kamar, IDI Sinjai Turun Tangan

Regional
Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Tak Hanya Sepak Bola, Surabaya-Liverpool Kerja Sama Edukasi Penanganan Gempa hingga Pengembangan Kawasan Dolly

Regional
Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Duduk Perkara Calon Kades Petahana di Jember Blokade Akses Jalan Warga karena Kalah Pilkades

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Ridwan Kamil: Kalau Partai Butuh Tokoh Elektabilitas Lumayan, Mungkin Saya Akan Dihitung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.