Kompas.com - 24/08/2021, 18:46 WIB
Tol air atau drainase berukuran jumbo di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, ternyata kerap dipakai untuk tempat tinggal penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Tol Air Pasteur merupakan salah satu warisan infrastruktur Ridwan Kamil pada 2016 lalu, saat dirinya masih menjabat sebagai wali kota Bandung. KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANATol air atau drainase berukuran jumbo di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, ternyata kerap dipakai untuk tempat tinggal penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS). Tol Air Pasteur merupakan salah satu warisan infrastruktur Ridwan Kamil pada 2016 lalu, saat dirinya masih menjabat sebagai wali kota Bandung.

BANDUNG, KOMPAS.com - Saluran air atau drainase berukuran jumbo di Jalan Dr Djunjunan (Pasteur), Kota Bandung, Jawa Barat, ternyata kerap dipakai untuk tempat tinggal tuna wisma, atau penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung Didi Ruswandi membenarkan bahwa saluran air itu kini sering digunakan sebagai tempat tinggal oleh PMKS.

Pasalnya, anggota DPU Kota Bandung sempat menemukan sejumlah barang yang ditata secara apik layaknya kamar.

Misalnya seperti kasur, bantal, pakaian yang menggantung, batu yang dibuat seperti kursi di dalam gorong-gorong selebar lebih kurang 2x2 meter tersebut.

Baca juga: Teknologi Tol Air Tak Efektif Tangkal Banjir di Gedebage, Ini Penjelasan Ridwan Kamil

Video temuan tempat tinggal di dalam saluran air di Pasteur tersebut diunggah dalam akun Instagram milik Didi Ruswandi.

Saat ditelusuri ke lokasi, barang-barang yang semula ditata seperti kamar tersebut telah dbersihkan oleh anggota DPU Kota Bandung.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Dinsos: PMKS Tinggal di Gorong-gorong Pasteur Dipastikan Bukan Warga Kota Bandung

Saat itu, yang tersisa hanya akuarium berisi ikan kecil, sikat gigi, saringan ikan dan celana jeans.

"Ini drainase Jalan Djundjunan dipakai buat rebahan," kata Didi dalam akun Instagramnya, Selasa (24/8/2021).

Saat dihubungi Kompas.com, Didi mengatakan, salah satu pegawainya sudah menemukan siapa yang tinggal di dalam gorong-gorong di Jalan Pasteur.

"Anggota saya menemukan ada dua ibu-ibu dengan gerobak yang lagi duduk-duduk dekat situ. Keduanya mengiyakan (tinggal di dalam gorong-gorong)," kata Didi.

Didi mengatakan, anggotanya menduga ada orang lain yang tinggal di dalam gorong-gorong.

"Soalnya ada baju laki-laki juga dan kasurnya ada tiga. Tapi yang laki-laki enggak ada saat itu," kata Didi.

Didi mengatakan, DPU Kota Bandung juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial Kota Bandung untuk penanganan PMKS tersebut.

"Kata Pak Kadinsos mau ditampung di rumah singgah dulu," kata Didi.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak di Pidie, Aceh

Komandan Tim Badan Intelijen Strategis TNI Tewas Ditembak di Pidie, Aceh

Regional
Kenang Sugondo Djojopuspito, Gubernur Jatim Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Tuban

Kenang Sugondo Djojopuspito, Gubernur Jatim Gelar Upacara Peringatan Sumpah Pemuda di Tuban

Regional
Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Regional
Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Regional
Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Regional
Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Regional
Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Regional
Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Regional
Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Regional
Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Regional
2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

Regional
Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Regional
Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Regional
Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Regional
Dalam 9 Bulan, 29 Polisi di Maluku Dipecat Secara Tidak Hormat

Dalam 9 Bulan, 29 Polisi di Maluku Dipecat Secara Tidak Hormat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.