KILAS DAERAH

Bantu Warga Isoman Sembuh dari Covid-19, Pemkab Wonogiri Perkuat Sensitivitas Sosial Warga

Kompas.com - 14/08/2021, 16:24 WIB

KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri memperkuat sensitivitas masyarakat untuk membantu warga yang tengah menjalani isolasi mandiri (isoman) dari paparan Covid-19.

Pasalnya, aksi gotong royong berupa bantuan logistik makanan dinilai efektif mempercepat kesembuhan warga yang menjalani isoman.

“Di tengah pandemi Covid-19, kepekaan dan sensitivitas sosial sesama warga sangat dibutuhkan. Kepekaan untuk saling bergotong royong membantu warga isoman yang terkonfirmasi positif Covid-19 dapat memotivasi mereka untuk segera sembuh,” ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (14/8/2021).

Pria yang akrab disapa Jekek itu mencontohkan warga di wilayah Kecamatan Bulukerto yang bahu membahu membantu warga yang sedang isoman.

Baca juga: Wonogiri Masuk PPKM Level 3, Bupati Jekek Minta Warga “Go Nyawiji” Lawan Covid-19

Semangat gotong royong mereka wujudkan dengan memberikan bantuan makanan hingga mencarikan pakan ternak.

“Kebetulan, warga yang isoman memiliki ternak sapi. Jadi, selain memberikan kebutuhan makan dan minum, warga yang lain juga ikut mencarikan pakan bagi ternak sapi mereka,” terang Jekek.

Menurut Jekek, hal tersebut menunjukkan tingginya kepekaan sosial warga. Mereka tidak ingin warga yang berjuang pulih dari Covid-19 terbebani persoalan logistik hingga pakan ternak.

Dengan demikian, warga dapat fokus untuk sembuh dari Covid-19 dengan mengonsumsi makanan bergizi, minum obat, dan vitamin yang diberikan petugas layanan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Baca juga: Kematian Covid-19 Didominasi Lansia, Pemkab Wonogiri Targetkan Tuntaskan Vaksinasi Lansia

Tak hanya itu, lanjut Jekek, upaya gotong royong menolong warga isoman juga dapat menjadi alternatif bila tidak ada fasilitas isolasi terpusat di wilayah terdekat.

“Saat ada warga yang positif Covid-19 dan menjalani isoman, mari perkuat sensitivitas sosial dengan semangat ‘Go Nyawiji’ membantu dan memotivasi mereka sehingga cepat sembuh dari Covid-19,” ungkapnya.

Trend isoter terus membaik

Pada kesempatan yang sama, Jekek mengatakan, warga isoman semakin banyak yang mau dipindahkan ke tempat isolasi terpusat di Gedung PGRI Kota Wonogiri.

Hal itu menunjukkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perawatan intensif terkait bahaya yang disebabkan oleh virus corona varian delta.

Baca juga: 11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

“Masyarakat sudah memahami apa yang harus dilakukan ketika terkonfirmasi positif Covid-19, yaitu mau dipindah ke isoter. Saat ini banyak warga yang mau diisoter, maka trennya pun semakin membaik,” ujar Jekek.

Ia mencontohkan, saat ditemukan satu keluarga yang terkonformasi positif Covid-19 dan setelah dilakukan tracing, ternyata tiga keluarga lainnya juga positif.

Lantaran paham mengenai kebijakan isoter, empat keluarga tersebut mau diboyong ke Gedung PGRI Kota Wonogiri.

Sementara, bagi warga di kecamatan lain yang lokasinya jauh dari Gedung PGRI, Pemkab Wonogiri sedang menyiapkan isolasi terpusat berbasis distrik.

Baca juga: Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Namun, sebelum menyediakan isoter berbasis distrik, Pemkab Wonogiri secara masif menyosialisasikan metode dan strategi isoman.

“Titik lain (isoter) kami persiapkan dengan istilah Aglomerasi Wonogiri. Sebelum termanfaatkan 100 persen, maka hari ini yang diperkuat adalah menyosialisasikan metode atau strategi isoman,” ungkap Jekek.

Bagi Jekek, mendirikan fasilitas isoter adalah hal mudah. Namun, sebelum pembangunan gedung isoter dilakukan, masyarakat harus diedukasi terkait maksud dan tujuan strategi isoman ke isoter.

“Kami tidak serta merta mendirikan isoter. Kami bicara fungsi, kalau hanya bikin gampang. Kami punya fasilitas dan dari segi anggaran pun sudah siap. Tinggal membeli tempat tidur dan yang lain. Namun, yang terpenting adalah bagaimana mengedukasi publik agar memiliki pemahaman utuh apa maksud dan tujuan strategi isoman ke isoter,” jelasnya.

Baca juga: Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Ia menyebutkan, isoter “Aglomerasi Wonogiri” terbagi di empat area. Satu isoter Aglomerasi Wonogiri dapat menjangkau tiga atau empat kecamatan dengan posisi gedung berada di tengah-tengah wilayah.

Sembari menunggu proses pembangunan tempat isoter di empat titik tersebut, Jekek meminta satuan tugas (satgas) di desa mengambil langkah khusus dan inovasi untuk menangani warga isoman. Salah satunya dengan membeli oxymeter hingga thermo gun.

“Kami mendorong setiap desa untuk melakukan pengadaan alat-alat tersebut. Dengan demikian, satgas tidak hanya memonitor asupan makanan, tetapi juga melakukan deteksi awal bagi warga yang isoman,” kata Jekek.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.