Kompas.com - 12/08/2021, 06:28 WIB
Tim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, saat melakukan penutupan akses jalan poros Samarinda – Tenggarong, Minggu (11/7/2021). IstimewaTim gabungan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kutai Kertanegara, Kaltim, saat melakukan penutupan akses jalan poros Samarinda – Tenggarong, Minggu (11/7/2021).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Jumlah kasus positif Covid-19 di Kalimantan Timur (Kaltim) sejak empat pekan terakhir tidak kunjung melandai.

Padahal, selama masa itu, delapan daerah sudah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level IV.

Memasuki pekan pertama Agustus, penambahan kasus positif masih tinggi sebagaimana terjadi sejak Juli 2021.

Kasus aktif masih atas 1.000 sampai 2.000 kasus per hari.

Hal itu membuat Kaltim jadi satu dari empat provinsi lain yang disorot Presiden Jokowi karena kasus positif Covid-19 tinggi.

Baca juga: Jokowi Soroti Peningkatan Kasus Covid-19 di Kaltim, Gubernur Tuding Pekerja dari Luar Sebagai Pemicu Lonjakan 

Hingga Selasa (10/8/2021), total akumulasi kasus terkonfirmasi positif di Kaltim mencapai 133.826 kasus.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebanyak 110.584 di antaranya sudah sembuh dan 19.115 masih dalam perawatan serta 4.127 meninggal.

Kompas.com merangkum perjalanan PPKM di Kaltim selama empat pekan terakhir dan laporan kasus harian tim Satgas Covid-19 yang tak menunjukkan tren penurunan.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Padilah Mante Runa.KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur, Padilah Mante Runa.

Pernah landai

Pada Mei 2021, kasus Covid-19 di Kaltim seperti laporan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 sempat melandai hingga di bawah 50 kasus per hari.

Masa ini dianggap Kaltim telah melewati puncak penularan pandemi sejak awal tahun.

Kegiatan ekonomi, sosial, budaya, dan keagamaan yang sebelumnya dibatasi dan diawasi ketat pada awal-awal pandemi terlihat makin longgar.

Meski begitu, tetap ada pembatasan-pembatasan. Namun, kontrol petugas atas pembatasan itu tak seketat di awal-awal pandemi.

Baca juga: Kasus Aktif Covid-19 di Kaltim Tinggi, Satgas Singgung Soal Isolasi Mandiri

Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Padilah Mante Runa menyebutkan, banyak orang tak taat prokes terjadi sejak kasus melandai.

Itu terjadi bahkan dari level keluarga seperti kumpul keluarga tanpa masker, nongkrong di kafe, mal, pasar, acara nikahan, hingga acara keagamaan.

“Coba lihat dulu (kasus landai) di mana-mana, tempat umum, di jalanan, orang jarang pakai masker, orang berkumpul sana-sini, keramaian sana-sini,” ungkap dia saat dihubungi Kompas.com, Selasa (10/8/2021).

Kondisi itu, kata dia, memicu ledakan kasus saat ini.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Kantor PSS Sleman Dibakar OTK, Ini Kata Polisi

Regional
Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Kantornya Dibakar, Dirut PSS Sleman: Kalau Ada Kekecewaan Kita Maklum

Regional
2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

2 Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, Pelaku Pakai Topeng, Bawa Sajam, Bom Molotov hingga Pistol Rakitan

Regional
Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran 'Omah PSS' Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Dirut Liga Indonesia Baru Kecam Pembakaran "Omah PSS" Sleman: Itu Bukan Suporter, tapi Perusuh...

Regional
Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, 'Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit...'

Cerita Saksi Lihat Pemotor di Depannya Tewas Tergencet Avanza, "Mobilnya Tiba-tiba Oleng, Tabrak Motor Saya hingga Jatuh ke Parit..."

Regional
Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Kantor Manajemen PSS Sleman Dibakar Orang Tak Dikenal

Regional
Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Sederet Fakta Istri Disiram Air Keras hingga Tewas, Suami Dihasut agar Cemburu, hingga Terancam Hukuman Mati

Regional
Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Pria yang Tertangkap Basah Curi Motor lalu Diamuk Warga, Diikat dan Ditelanjangi Ternyata Residivis

Regional
Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Beberapa Hari Diguyur Hujan, 7 Kecamatan di HST Kalsel Terendam Luapan Sungai Barabai

Regional
Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Wagub Jabar Sebut Banjir Bandang Garut karena Hutan Jadi Lahan Pertanian

Regional
Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Warga Kembali Gelar Aksi 1.000 Lilin, Tuntut Kasus Mayat Ibu dan Bayi dalam Kantong Plastik Dituntaskan

Regional
Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Asrama Mahasiswa di Makassar Diserang Puluhan OTK, 1 Orang Luka Parah

Regional
Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Banjir di Kota Bima NTB Meluas hingga 14 Kelurahan, 1.059 KK Terdampak

Regional
Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Tersambar Petir di Gubuk Tempatnya Berteduh, ODGJ Ini Ditemukan Tewas Terduduk

Regional
Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Sumur Bor Milik Warga di Tuban Keluarkan Gas Mudah Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.