Kondisi Teras Cihampelas, Proyek Rp 48 M, Sepi di Tengah Pandemi, Nasib Pedagangnya Pun Getir

Kompas.com - 07/08/2021, 08:00 WIB
Tampak sejumlah kios di Teras Cihampelas ditutup pemiliknya lantaran sepi pengunjung ditengah pandemi covid-19 di Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat (6/8/2021). KOMPAS.COM/AGIE PERMADITampak sejumlah kios di Teras Cihampelas ditutup pemiliknya lantaran sepi pengunjung ditengah pandemi covid-19 di Jalan Cihampelas, Bandung, Jumat (6/8/2021).

 

Teras Cihampelas, dulu sempat dipuji Jokowi

Ii menyadari bahwa teras Cihampelas sebetulnya memiliki daya tarik wisata yang menyedot pengunjung untuk datang. Namun, dampak pandemi tak terelakan ditambah pembatasan mobilitas warga oleh pemerintah yang melarang warganya untuk sementara tidak berkerumun dan datang ke ketempat ramai.

Pengunjung Teras Cihampelas pun mulai sepi, hal itu tentu berdampak pada penjualan para pedagang di Jembatan yang sempat dipuji Presiden Joko Widodo tersebut.

"Dari segi penjualan tentu turun drastis, bahkan saya bisa tak dapat penghasilan meski buka dari pagi sampai sore. Sekarang mah minimal Rp. 20.000 saja sudah untung," ucapnya.

Meski sepi, Ii tetap ber- ikthiar membuka kiosnya tetap berjualan, ia percaya meski jalan ditutup, pengunjung sepi, rejeki sudah diatur tuhan yang maha kuasa. "Ya saya mah pasrah, giman yang diatas," ucapnya.

Namun, ia tetap memanjatkan doa berharap kondisi pandemi cepat berlalu dan kembali normal, pasalnya wabah covid mencekik kehidupannya sehari-hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Sebagai pedagang ya pandemi ini sih tentu musibah buat kami," tuturnya.

Kalau pun dapat bantuan dari pemerintah, ia gunakan untuk modal kembali berjualan, karena jika dipakai makan sehari-hari malah habis hanya dalam waktu singkat. "Kalau dipakai jualan kan bisa bertahan beberapa hari kedepan," pungkasnya.

Dari 192 kios yang ada di teras Cihampelas, kata Ii, hanya empat kios saja yang masih bertahan. "Disini itu ada kios kuliner dan souvenir, semuanya tutup, cuman empat saja yang buka. Mereka tutup karena gak ada pembeli," ujarnya.

Kondisi serupa pun dialami pemilik kios lainnya Supadi (57) yang juga mengalami kondisi krisis seara penjualan. Omsetnya menurun drastis sejak awal pandemi tepatnya pembatasan dilakukan pemerintah setempat.

Jika pada hari normal bisa mencapai Rp.300.000 per harinya, kini Supadi hanya dapat untung Rp.50.000 saja. "Dapat Rp.100.000 saja susah," ucapnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses Masuk Bandar Lampung Diperketat Jelang Libur Nataru, Ini Lokasinya

Akses Masuk Bandar Lampung Diperketat Jelang Libur Nataru, Ini Lokasinya

Regional
Markas Anak Punk di Sukoharjo Digerebek, Kasatpol PP: Mereka Suka Mabuk-mabukan

Markas Anak Punk di Sukoharjo Digerebek, Kasatpol PP: Mereka Suka Mabuk-mabukan

Regional
Tumpukan Sampah Memenuhi Pantai di Pesisir Cirebon

Tumpukan Sampah Memenuhi Pantai di Pesisir Cirebon

Regional
Heboh Video Porno 25 Detik di Sragen, Polisi Sebut 2 Pelaku Masih di Bawah Umur

Heboh Video Porno 25 Detik di Sragen, Polisi Sebut 2 Pelaku Masih di Bawah Umur

Regional
Perahu Ketinting Rusak Dihatam Ombak di Minahasa Sulut, 1 Warga Tewas

Perahu Ketinting Rusak Dihatam Ombak di Minahasa Sulut, 1 Warga Tewas

Regional
Heboh, Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Kotoran Sapi di Kediri

Heboh, Mayat Bayi Ditemukan di Tumpukan Kotoran Sapi di Kediri

Regional
Kepala Madrasah di Sambas Cabuli Gadis Berusia 16 Tahun hingga Hamil

Kepala Madrasah di Sambas Cabuli Gadis Berusia 16 Tahun hingga Hamil

Regional
Warga Desa Tamilow Masih Blokade Jalan Usai Bentrok dengan Polisi, Ini Tanggapan Kapolda Maluku

Warga Desa Tamilow Masih Blokade Jalan Usai Bentrok dengan Polisi, Ini Tanggapan Kapolda Maluku

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 9 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 9 Desember 2021

Regional
Detik-detik Menegangkan Emak-emak Kendarai Motor dan Macet di Tengah Rel, Kendaraan Terseret Kereta Api

Detik-detik Menegangkan Emak-emak Kendarai Motor dan Macet di Tengah Rel, Kendaraan Terseret Kereta Api

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 9 Desember 2021

Regional
Sosok Herry, Guru Pesantren di Bandung yang Perkosa 12 Santri Sejak Tahun 2016, Ternyata Bukan Pimpinan Ponpes

Sosok Herry, Guru Pesantren di Bandung yang Perkosa 12 Santri Sejak Tahun 2016, Ternyata Bukan Pimpinan Ponpes

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 9 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 9 Desember 2021

Regional
Cerita Juru Bahasa Isyarat Pers Rilis Kepolisian, Buat Ungkapan untuk Kata Vulgar dan Sadis

Cerita Juru Bahasa Isyarat Pers Rilis Kepolisian, Buat Ungkapan untuk Kata Vulgar dan Sadis

Regional
Tinjau Vaksinasi Covid-19 Massal di Ambon, Panglima TNI Minta Lansia dan Anak Jadi Prioritas

Tinjau Vaksinasi Covid-19 Massal di Ambon, Panglima TNI Minta Lansia dan Anak Jadi Prioritas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.