6 Strategi Sri Sultan Antisipasi Merebaknya Varian Delta di Yogyakarta

Kompas.com - 18/07/2021, 08:05 WIB
Sri Sultan HB X saat ditemui di kompleks Kepatihan Kota Yogyakarta, setelah rapat daring dengan presiden RI, Senin (17/5/2021). KOMPAS.com/WISANG SETO PANGARIBOWO Sri Sultan HB X saat ditemui di kompleks Kepatihan Kota Yogyakarta, setelah rapat daring dengan presiden RI, Senin (17/5/2021).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Ditemukannya virus corona varian delta membuat pemerintah Daerah Istimewa (DI) Yogyakarta membuat beberapa strategi untuk mengantisipasi semakin menyebarnya varian tersebut.

Gubernur DI Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X  mengatakan saat ini Pemerintah DI Yogyakarta telah membuat enam strategi untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona varian delta.

"Strategi pertama meningkatkan kapasitas layanan rumah sakit, logistik, dan sumber daya manusia untuk penanganan Covid-19," katanya, Sabtu (17/7/2021).

Strategi kedua, adalah memastikan ketersediaan oksigen dengan melakukan komunikasi secara intens dengan Pemerintah Pusat, koordinasi berkelanjutan dengan seluruh rumah sakit, serta melakukan komunikasi dengan perusahaan dan distributor oksigen. 

Baca juga: Menkes Budi Gunadi Benarkan Varian Delta Ditemukan di DI Yogyakarta

Ketiga, Pemerintah DI Yogyakarta memulai distribusi obat gratis bagi pasien isoman (isolasi mandiri).

"Strategi keempat menaikkan kapasitas tracing merujuk pada angka positif di DIY dan (kelima) meningkatkan kapasitas sumber daya manusia laboratorium untuk meningkatkan kecepatan analisis spesimen," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sultan menambahkan saat ini melaksanakan vaksinasi berbasis kemitraan secara lebih massif dan meningkatkan kapasitas vaksinasi di fasilitas kesehatan. 

"Keenam mempercepat vaksinasi tahap keempat bagi masyarakat pada bulan Juli, yang sedianya akan dilaksanakan pada bulan Agustus tahun 2021," tutup Sultan.

Baca juga: Mahasiswa Kesehatan Tingkat Akhir DI Yogyakarta Bakal Direkrut Jadi Relawan Nakes

Menkes Budi: varian delta sudah tersebar di Yogyakarta

Sebelumnya diberitakan, berdasarkan data di laman resmi organisasi nirlaba internasional, Global Initiative on Sharing All Influenza Data (GISAID), Covid-19 varian delta telah ditemukan di Daerah Istimewa Yogyakarta.

GISAID merupakan organisasis nirlaba yang didirikan di Jerman pada 2008. Organisasi itu merupakan bank data beragam virus influenza dan corona yang menjadi penyebab Covid-19.

Baca juga: 20 Orang Terpapar Covid-19 Varian Delta di DIY, 11 Dewasa dan 9 Anak-anak

 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membenarkan, Covid-19 varian delta telah masuk ke DI Yogyakarta.

"Jadi yang pertama kita rutin submit ke GISAID, yang kemarin memang betul itu data varian delta di Indonesia sudah cukup banyak," katanya saat jumpa pers di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Kota Yogyakarta, Sabtu (17/7/2021).

Budi menjelaskan, varian delta ditemukan tersebar di 14 provinsi di Indonesia, termasuk DI Yogyakarta.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.