Soal Pemilik Kedai Kopi Dipenjara, JPU Kejaksaan Negeri: Aturan Vonis Persidangan Wajib Jalani di Lapas

Kompas.com - 15/07/2021, 18:14 WIB
Agus Suparman (56), ayah pemilik kedai kopi yang memilih dipenjara dari pada bayar denda Rp 5 juta ke Negara gara-gara langgar PPKM Darurat di depan Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAAgus Suparman (56), ayah pemilik kedai kopi yang memilih dipenjara dari pada bayar denda Rp 5 juta ke Negara gara-gara langgar PPKM Darurat di depan Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021).

Dukung keputusan anaknya

Sementara itu, Agus Rahman (56), ayah kandung Asep mengatakan, dirinya tak tega dengan anaknya harus menjalani vonis tersebut. Namun, ia harus mendukung keputusan anaknya itu.

"Saya bangga dengan keputusan anak saya. Meski sebetulnya, kalau untuk bayar denda Rp 5 juta saya langsung bisa sediakan saat ini juga. Tapi, saya mendukung keinginan anak saya yang lebih memilih kurungan penjara dari pada bayar dendanya," ungkapnya di depan gerbang Lapas.

Dirinya juga sudah membujuk berkali-kali untuk membayar denda sesuai vonis hakim demi anaknya, tapi tak diperbolehkan.

"Saya beberapa kali membujuk anaknya untuk bayar dendanya saja, kita nyediain uang segitu gampang. Tapi, saya bangga dengan keputusan anak saya yang memilih denda kurungan ini. Katanya, uang segitu mending dipakai keperluan lainnya saja dari pada dibayarkan ke Negara," ungkap Agus. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Banjir Bandang dan Longsor Melanda Cilacap, Ratusan KK Terdampak

Banjir Bandang dan Longsor Melanda Cilacap, Ratusan KK Terdampak

Regional
Hasil Otopsi Jenazah Siswa yang Diduga Dianiaya Guru Diketahui Pekan Depan

Hasil Otopsi Jenazah Siswa yang Diduga Dianiaya Guru Diketahui Pekan Depan

Regional
Pemkot Surabaya Beri Keringanan Pajak BPHTB hingga 50 Persen, Berlaku Sampai 31 Desember 2021

Pemkot Surabaya Beri Keringanan Pajak BPHTB hingga 50 Persen, Berlaku Sampai 31 Desember 2021

Regional
Tak Tahu-menahu soal Kedatangan KPK, Bupati Tabanan: Saya Kan Baru...

Tak Tahu-menahu soal Kedatangan KPK, Bupati Tabanan: Saya Kan Baru...

Regional
Seekor Gajah Masuk Kebun Warga, Ternyata Sakit dan Butuh Pertolongan

Seekor Gajah Masuk Kebun Warga, Ternyata Sakit dan Butuh Pertolongan

Regional
Sepekan di Luar Negeri, Ini Agenda Kunjungan Kerja Ridwan Kamil

Sepekan di Luar Negeri, Ini Agenda Kunjungan Kerja Ridwan Kamil

Regional
Eri Cahyadi Pastikan Urusan Adminduk Selesai di Tingkat RT

Eri Cahyadi Pastikan Urusan Adminduk Selesai di Tingkat RT

Regional
Kabar Baik, Asrama Haji Surabaya Kini Nol Pasien Covid-19

Kabar Baik, Asrama Haji Surabaya Kini Nol Pasien Covid-19

Regional
Pembobol Mesin ATM di Pontianak Tertangkap, Nyaris Dihakimi Warga

Pembobol Mesin ATM di Pontianak Tertangkap, Nyaris Dihakimi Warga

Regional
Kisah Ipda Basilio, Tetap Tenang meski Ditendang dan Dimaki Demonstran, Kini Dapat Penghargaan

Kisah Ipda Basilio, Tetap Tenang meski Ditendang dan Dimaki Demonstran, Kini Dapat Penghargaan

Regional
“Cukup Bayar Pinjaman Pokok, Bunganya Tidak Usah”

“Cukup Bayar Pinjaman Pokok, Bunganya Tidak Usah”

Regional
Pencurian di Vila di Bali, WN Ukraina Jadi Korban, Uang 1.500 Dollar AS Hilang, Ini Kronologinya

Pencurian di Vila di Bali, WN Ukraina Jadi Korban, Uang 1.500 Dollar AS Hilang, Ini Kronologinya

Regional
Polisi Tangkap Guru Agama yang Diduga Cabuli Murid, Modusnya Obati Korban

Polisi Tangkap Guru Agama yang Diduga Cabuli Murid, Modusnya Obati Korban

Regional
Penyelenggara Hajatan Bingung, Gelar Acara Mantu, Malah Ikut Jadi Korban Keracunan Massal: Enggak Menyangka

Penyelenggara Hajatan Bingung, Gelar Acara Mantu, Malah Ikut Jadi Korban Keracunan Massal: Enggak Menyangka

Regional
Pemkab Bogor Sediakan Layanan Mengurus Perizinan secara 'Drive-thru'

Pemkab Bogor Sediakan Layanan Mengurus Perizinan secara "Drive-thru"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.