KOMPAS.com - Kepala Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Alimuddin Tiro angkat bicara terkait kasus penganiayaan yang dilakukan anggotanya saat razia pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).
Menurutnya, insiden penganiayaan terhadap ibu hamil pemilik warung kopi itu terjadi pada Rabu (14/7/2021) sekitar pukul 20.44 Wita.
Pihaknya menyayangkan kejadian tersebut dan berjanji akan memproses anggotanya sesuai ketentuan yang berlaku.
"Itu oknum ya bukan institusi dan sampai sekarang saya belum ketemu dengan yang bersangkutan (pelaku) dan akan melakukan tindakan sesuai dengan prosedur" kata Alimuddin Tiro saat dihubungi, Kamis (15/7/2021).
Baca juga: Oknum Satpol PP Gowa Diduga Aniaya Ibu Hamil Pemilik Warung Kopi Saat Razia PPKM
Korban penganiayaan Nur Halim (26) mengatakan, kejadian itu berawal saat warungnya dalam posisi sudah tutup dan pemasaran penjualan dilakukan secara online.
Namun, beberapa saat kemudian petugas yang melakukan razia itu masuk dan memberikan teguran.
Lantaran merasa tidak ada aturan yang dilanggar, ia dan istri kemudian terlibat adu mulut dengan petugas.
"Saat kejadian kami sedang live cari nafkah jualan di Facebook karena warung sudah kami tutup. Kami ikuti aturan yang ada dan mereka masuk tegur kami," katanya.
Saat terjadi keributan itu, istrinya yang sedang hamil sembilan bulan juga dipukul oknum Satpol PP tersebut.
Tidak terima dengan perbuatan yang dilakukan petugas itu, pihaknya akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.