Nasib Asep, Penjual Kopi yang Dipenjara gara-gara Langgar PPKM, Dimasukkan Satu Sel dengan Napi Lain hingga Rambut Dipelontos...

Kompas.com - 15/07/2021, 15:11 WIB
Foto-foto pemilik kedai yang memilih 3 hari penjara saat vonis langgar PPKM Darurat saat akan menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAFoto-foto pemilik kedai yang memilih 3 hari penjara saat vonis langgar PPKM Darurat saat akan menjalani masa tahanan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis (15/7/2021).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Tasikmalaya, Davi Bartian, mengaku pihaknya telah menerima Asep Lutfi Suparman (23), seorang terpidana dengan kurungan 3 hari sesuai vonis sidang tindak pidana ringan (Tipiring) dari Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya pada Kamis (15/7/2021) siang.

Terpidana ini selama menjalani masa tahanan di Lapasnya akan dikurung satu sel dengan narapidana lainnya dan sesuai aturan bagi warga binaan lainnya.

"Sebelumnya kami menerima laporan dari Kejari Tasikmalaya, akan ada satu narapidana Tipiring. Sesuai aturan penegakkan hukum kami siap menerimnya tentunya dengan syarat sudah di tes antigen dan akan ditempatkan satu sel bersama narapidana lainnya," jelas Davi, kepada wartawan di Lapas Kelas II B Tasikmalaya, Kamis siang.

Baca juga: Cerita Pemilik Kedai Kopi, Kena Denda PPKM Rp 5 Juta, Akhirnya Pilih Dipenjara 3 Hari

Sesuai pantauan Kompas.com, Asep yang sebelumnya berambut agak panjang dan memakai kaos berdaster biasa masuk ke salah satu ruangan petugas dalam Lapas dan diperiksa administrasinya sesuai syarat narapidana umunnya.

Tak berselang lama, Asep keluar ruangan dengan rambut plontos dan sudah memakai baju tahanan sama dengan narapidana lainnya berwarna biru tua.

Asep pun langsung digiring oleh petugas Lapas ke sel tahanan Situ Cilambu Blok 12 yang berlokasi di paling belakang bangunan Lapas tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Kronologi Tukang Bubur Terkenal Kena Denda Rp 5 Juta Saat PPKM Darurat, gara-gara 4 Pembeli Ngeyel Makan di Tempat

Di sel tersebut terdapat puluhan narapidana lainnya dengan kasus kriminal umum yang menjalani masa tahanan belasan sampai puluhan tahun lamanya.

"Gak ada ruangan khusus ya, sel nya disatukan dengan narapidana lainnya. Apalagi, ruangan sel tahanan di kita kan penuh juga. Jadi disatuin bareng tahanan lainnya," tambah Davi.

Alasan pelanggar PPKM dimasukkan satu sel dengan napi lainnya

Menurut Davi, narapidana vonis persidangan Tipiring ini diberlakukan dengan tahanan lainya karena telah ditetapkan sebagai pelaku tindak pidana.

Sehingga, pihaknya sebagai lembaga warga binaan akan melakukan pembinaan dengan aturan sama bersama narapidan lainnya.

"Iya, masuknya telah divonis sebagai pelaku tindak pidana meski Tipiring. Jadi wajin ditahan di Lapas," pungkasnya.

Baca juga: Titip Rp 15 Juta ke PN untuk Pedagang yang Langgar PPKM Darurat, Dedi Mulyadi: Nanti Saya Tambah

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Kebakaran 30 Rumah di Palangkaraya, Berawal dari Pertengkaran Suami Istri

Regional
Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Penyekatan Jalan Masih Berlaku di Kawasan Puncak Bogor

Regional
Penemuan Mayat Pria, Diduga Tewas Saat BAB di Pinggir Pantai Selatan

Penemuan Mayat Pria, Diduga Tewas Saat BAB di Pinggir Pantai Selatan

Regional
Qatar, Salah Satu Pemimpin MIT, Dipastikan Tewas Dalam Kontak Senjata di Parigi Moutong

Qatar, Salah Satu Pemimpin MIT, Dipastikan Tewas Dalam Kontak Senjata di Parigi Moutong

Regional
Kubu Raya Zona Merah, 10 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sepekan

Kubu Raya Zona Merah, 10 Pasien Covid-19 Meninggal dalam Sepekan

Regional
PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

PPKM Level 4 di Pekanbaru Diperpanjang, Wali Kota: Aturan Tetap Sama, Penyekatan Jalan Masih Berlaku

Regional
Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Hasil Investigasi KIPI Pastikan Ibu di Sulut Bukan Meninggal karena Vaksin AstraZeneca

Regional
294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

294 Warga Kabupaten Blitar Isoman di Rumah, Tempat Isolasi Bangle Masih Kosong

Regional
Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Dikejar Cicilan Utang Bank, Pasangan Kekasih di Tegal Nekat Curi 3 Motor dalam Sebulan

Regional
Keterbatasan Stok, Dua Kawasan Pendidikan di Sumedang Jadi Fokus Pemkab Percepat Herd Immunity

Keterbatasan Stok, Dua Kawasan Pendidikan di Sumedang Jadi Fokus Pemkab Percepat Herd Immunity

Regional
PPKM Level 4 di Kebumen Diperpanjang, Bupati: Aturan Tidak Berubah, Hajatan Masih Dilarang

PPKM Level 4 di Kebumen Diperpanjang, Bupati: Aturan Tidak Berubah, Hajatan Masih Dilarang

Regional
Cerita 3 Pemuda Curi Gelang dan Ponsel, Kecanduan Nyabu dan Game Online, Masuk Rumah dengan Pintu Terbuka

Cerita 3 Pemuda Curi Gelang dan Ponsel, Kecanduan Nyabu dan Game Online, Masuk Rumah dengan Pintu Terbuka

Regional
Kisah Linmas Melawan Takut Bantu Warga Terpapar Covid-19, Sempat Dilarang Keluarga hingga Taruhan Nyawa

Kisah Linmas Melawan Takut Bantu Warga Terpapar Covid-19, Sempat Dilarang Keluarga hingga Taruhan Nyawa

Regional
Kabupaten Sambas dan Kubu Raya Masuk Zona Merah Covid-19, BOR dan Kasus Aktif Tinggi

Kabupaten Sambas dan Kubu Raya Masuk Zona Merah Covid-19, BOR dan Kasus Aktif Tinggi

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkot Yogyakarta Fokus Kurangi Mobilitas Warga di Perumahan

PPKM Diperpanjang, Pemkot Yogyakarta Fokus Kurangi Mobilitas Warga di Perumahan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X