Ditanya Soal Pungli Pemakaman Pasien Covid-19, Kepala UPT: Tidak Ngasih Juga Gak Apa-apa

Kompas.com - 05/07/2021, 17:32 WIB
Keluarga menangis saat menyaksikan pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). Petugas pikul jenazah mengatakan, pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut mengalami peningkatan sebanyak 20 hingga 30 jenazah per hari dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya lima hingga delapan jenazah per hari. ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISIKeluarga menangis saat menyaksikan pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut, Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/6/2021). Petugas pikul jenazah mengatakan, pemakaman jenazah dengan protokol COVID-19 di TPU Cikadut mengalami peningkatan sebanyak 20 hingga 30 jenazah per hari dibandingkan dengan bulan lalu yang hanya lima hingga delapan jenazah per hari.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Sejumlah warga di Kota Bandung, Jawa Barat, mengeluhkan adanya praktik pungutan liar saat melakukan pemakaman pasien Covid-19 di TPU Cikadut.

Adapun besaran pungutan tersebut beragam, yaitu mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 1,2 juta.

Kepala UPT Pemakaman Wilayah 3 Bandung, Sumpena saat dikonfirmasi terkait kasus tersebut justru meragukannya.

"Bahasanya di lapangan biasanya si ahli waris nanya, biasanya yang lain suka ngasih berapa? Lalu dijawab ada yang ngasih Rp 1 juta, Rp 500.000. Tidak ada paksaan, kalau ga ngasih juga gak apa-apa, karena sudah ditanggung pemerintah," ujar Sumpena, Senin (5/7/2021).

Baca juga: Warga Kaget Dipungut Rp 1,2 Juta untuk Makamkan Jenazah Covid-19 di TPU Cikadut

Namun demikian, ketika terjadi adanya pemaksaan ia mengimbau warga untuk melaporkannya kepada petugas TPU Cikadut.

"Di pelayanan, kami selalu mengarahkan tidak ada pungutan. Bilamana ada yang meminta, jangan ditanggapi. Bila ada yang memaksa, itu oknum. Laporkan pada kami, kami terbuka," terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengakuan korban

Salah satu korban pungutan liar (pungli) di TPU Cikadut adalah Yan Candra, warga Kota Bandung.

Yan mengaku saat melakukan pemakaman saudaranya yang terkonfirmasi positif Covid-19 diminta membayar uang sebesar Rp 1,2 juta.

Menurut oknum yang meminta uang itu, kata Yan, digunakan untuk membayar biaya padung sebesar Rp 200.000 dan penggali makam serta pengangkut jenazah masing-masing Rp 500.000.

"Uang yang Rp 1 juta ini diserahkan di lapangan. Petugas kantor TPU tidak mau menerima titipan uang Rp 1 juta. Uang Rp 1 juta ini juga enggak ada kuitansinya," ungkap dia.

Baca juga: Ibu-ibu yang Menyebut Pemerintah Zalim dan Tak Takut Corona Ditangkap, Polisi: Ngakunya Iseng

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Jumali, Lansia 80 Tahun Menempuh Puluhan Kilometer Berdagang Anyaman Bambu demi Istri yang Stroke

Kisah Jumali, Lansia 80 Tahun Menempuh Puluhan Kilometer Berdagang Anyaman Bambu demi Istri yang Stroke

Regional
Surabaya Art and Culture Festival 2021 Digelar Mulai 19 September, Berlangsung secara Virtual

Surabaya Art and Culture Festival 2021 Digelar Mulai 19 September, Berlangsung secara Virtual

Regional
Dikejar, Pencuri Bersenjata Tabrak Polisi hingga Tembak Orang

Dikejar, Pencuri Bersenjata Tabrak Polisi hingga Tembak Orang

Regional
Wabup Sintang Yosep Sudiyanto Wafat, Sempat Terinfeksi Covid-19 dan Dirawat di RSCM Jakarta

Wabup Sintang Yosep Sudiyanto Wafat, Sempat Terinfeksi Covid-19 dan Dirawat di RSCM Jakarta

Regional
Covid-19 di Jatim Melandai, BOR 164 Rumah Sakit Rujukan Kini Berstatus Hijau

Covid-19 di Jatim Melandai, BOR 164 Rumah Sakit Rujukan Kini Berstatus Hijau

Regional
Hendak Ditangkap, Residivis Narkoba Malah Gigit Polisi, Akhirnya Terpaksa Ditembak

Hendak Ditangkap, Residivis Narkoba Malah Gigit Polisi, Akhirnya Terpaksa Ditembak

Regional
Gudang Apotek di Pematangsiantar Terbakar, Stok Obat-obatan Dilahap Api

Gudang Apotek di Pematangsiantar Terbakar, Stok Obat-obatan Dilahap Api

Regional
Cerita Pencuri Kabel Telkom Saat Ditangkap Polisi: Saya Ditinggal Teman

Cerita Pencuri Kabel Telkom Saat Ditangkap Polisi: Saya Ditinggal Teman

Regional
Jelang Pembukaan Makam Bung Karno, Pedagang Suvenir Antusias Ikuti Tes Covid-19

Jelang Pembukaan Makam Bung Karno, Pedagang Suvenir Antusias Ikuti Tes Covid-19

Regional
Aksara Bali Dibuatkan Papan Ketik Khusus, agar Mudah Dipelajari

Aksara Bali Dibuatkan Papan Ketik Khusus, agar Mudah Dipelajari

Regional
Pengunjung Sudah 25 Persen dari Kapasitas, Kendaraan ke Pantai Anyer Diminta Putar Balik

Pengunjung Sudah 25 Persen dari Kapasitas, Kendaraan ke Pantai Anyer Diminta Putar Balik

Regional
Momen Siswi SMP Ketakutan dan Gemetaran Saat Divaksin, Begini Reaksinya Setelah Disuntik

Momen Siswi SMP Ketakutan dan Gemetaran Saat Divaksin, Begini Reaksinya Setelah Disuntik

Regional
Video Viral, Pengendara Moge Selamat Saat Motornya Tiba-tiba Terbakar di Jalur Bromo

Video Viral, Pengendara Moge Selamat Saat Motornya Tiba-tiba Terbakar di Jalur Bromo

Regional
Polisi Berlakukan One Way di Jalur ke Puncak Bogor, Kendaraan yang Hendak Naik Ditahan

Polisi Berlakukan One Way di Jalur ke Puncak Bogor, Kendaraan yang Hendak Naik Ditahan

Regional
Vaksinasi Covid-19 di Aceh Utara Baru 17 Persen

Vaksinasi Covid-19 di Aceh Utara Baru 17 Persen

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.