Pengasuh Ponpes di Bantul Cabuli 2 Santri Sesama Jenis, Sebelumnya Pernah Jadi Korban

Kompas.com - 01/07/2021, 07:50 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan seorang pengasuh pondok pesantren karena melakukan pencabulan sesama jenis terhadap santri.

Tersangka EK (22), mahasiswa asal Lampung Timur, ini pernah menjadi korban pencabulan sesama jenis sebelumnya.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan mengatakan, kasus ini bermula D (15) menceritakan kepada keluarganya terkait pencabulan yang dialaminya pada Desember 2020 lalu di salah satu ponpes di Bantul.

Baca juga: Semua RS Rujukan Covid-19 di Kota Tegal Penuh, RSUD Kardinah Tambah Bed Ruang Isolasi

Hal serupa juga dialami rekan D, yakni H (15) pada pertengahan Juni 2021 lalu.

Keluarga yang merasa tidak terima langsung melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian. Mendapatkan laporan, pihk kepolisian langsung bergerak melakukan penyelidikan. Bukti dan saksi cukup, polisi langsung menangkap EK.

"Setelah diamankan ternyata pelaku ini adalah pengasuh di ponpes atau musyrif(yang ditempati D dan H)," katanya kepada wartawan di Mapolres Bantul, Rabu (30/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi langsung memeriksa EK, dan menetapkan sebagai tersangka. Dari pengakuan EK. Dia sudah 3 tahun menjadi musyrif atau pengasuh di pondok tersebut.

Dalam melakukan aksinya, pelaku menggunakan modus mengiming-imingi korban dengan meminjami ponsel untuk bermain games online hingga menonton YouTube.

Setelah dibujuk rayu itu kemudian korban dicabuli oleh pelaku.

Baca juga: Usai Takziah, 40 Warga Desa di Tegal Positif Covid-19

 

Dari pengakuan EK, dia sebelumnya pernah menjadi korban pencabulan saat menjadi santri pondok di wilayah Lampung. Oleh sebab itu, saat ini dia melampiaskan kepada santri yang diasuhnya.

"Pelaku sudah diamankan di Mapolres Bantul," kata Ihsan.

Polisi mengamankan barang bukti dari korban berupa 1 potong kaos lengan pendek berwarna orange bertuliskan Greenlight dan 1 sarung berwarna putih motif garis-garis merk Wadimor. Selain itu, polisi mengamankan BB 1 potong celana panjang warna hitam.

Atas perbuatannya, EK disangkakan Pasal 82 UU RI No.17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Untuk ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," kata Ihsan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ganjil Genap Belum Jadi Diterapkan, Malioboro Padat Pengunjung

Ganjil Genap Belum Jadi Diterapkan, Malioboro Padat Pengunjung

Regional
Kasus Covid-19 Terus Menurun, Bupati Karimun Belum Mau Longgarkan Pembatasan

Kasus Covid-19 Terus Menurun, Bupati Karimun Belum Mau Longgarkan Pembatasan

Regional
Cerita Rokaya, TKW di Irak yang Minta Dipulangkan ke Indonesia, Nyaris Buta dan Tetap Disuruh Bekerja

Cerita Rokaya, TKW di Irak yang Minta Dipulangkan ke Indonesia, Nyaris Buta dan Tetap Disuruh Bekerja

Regional
Pelat Nomor Mobilnya Tak Sesuai Aturan Ganjil Genap, Pengendara Ini Menolak Diputar Balik: Saya Anggota DPRD DKI Jakarta

Pelat Nomor Mobilnya Tak Sesuai Aturan Ganjil Genap, Pengendara Ini Menolak Diputar Balik: Saya Anggota DPRD DKI Jakarta

Regional
Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Ditangkap

Pembakar Mimbar Masjid Raya Makassar Ditangkap

Regional
Kronologi Pemuda di Blitar Bunuh Teman Usai Pesta Miras, Tersinggung Ucapan Korban

Kronologi Pemuda di Blitar Bunuh Teman Usai Pesta Miras, Tersinggung Ucapan Korban

Regional
Warga Karawang Bisa Melapor Langsung ke Kapolres Lewat Nomor Ini

Warga Karawang Bisa Melapor Langsung ke Kapolres Lewat Nomor Ini

Regional
Setahun Tol Pekanbaru-Dumai, Sudah Dilewati 4 Juta Kendaraan

Setahun Tol Pekanbaru-Dumai, Sudah Dilewati 4 Juta Kendaraan

Regional
Mayat Perempuan 14 Tahun Tergeletak di Lapangan Voli, Diduga Diracun, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Mayat Perempuan 14 Tahun Tergeletak di Lapangan Voli, Diduga Diracun, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Regional
Fish Apartement, Usaha Agar Ikan Kembali ke Pantai yang Dirusak Potas dan Bom Ikan

Fish Apartement, Usaha Agar Ikan Kembali ke Pantai yang Dirusak Potas dan Bom Ikan

Regional
Ganjil Genap Mulai Berlaku di Baturraden, Belasan Kendaraan Diputar Balik

Ganjil Genap Mulai Berlaku di Baturraden, Belasan Kendaraan Diputar Balik

Regional
Isak Tangis Keluarga Lepas 100 Brimob Polda Riau yang Dikirim ke Papua

Isak Tangis Keluarga Lepas 100 Brimob Polda Riau yang Dikirim ke Papua

Regional
Mahar Terlalu Mahal, Petani Ini Aniaya Calon Istri

Mahar Terlalu Mahal, Petani Ini Aniaya Calon Istri

Regional
Tergeletak di Lapangan Voli, Remaja 14 Tahun Ini Ternyata Sudah Tewas

Tergeletak di Lapangan Voli, Remaja 14 Tahun Ini Ternyata Sudah Tewas

Regional
Hilang Sejak Awal September 2021, Wanita 25 Tahun Ditemukan Tinggal Tulang

Hilang Sejak Awal September 2021, Wanita 25 Tahun Ditemukan Tinggal Tulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.