Bupati Bogor Ade Yasin Dibuat Pusing gara-gara Banyak Aduan Kades Diperas Wartawan Gadungan

Kompas.com - 16/06/2021, 20:21 WIB
Kala Bupati Bogor Ade Yasin mengaku pusing dengan wartawan gadungan yang sering kali melakukan pemerasan kepala desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dok. Humas Pemkab BogorKala Bupati Bogor Ade Yasin mengaku pusing dengan wartawan gadungan yang sering kali melakukan pemerasan kepala desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin mengaku pusing dengan wartawan gadungan yang sering kali melakukan pemerasan.

Hal itu ia katakan menyusul banyaknya laporan pemerasan terhadap kepala desa (kades) di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Wartawan gadungan ini dikenal dengan istilah wartawan bodrek. Mereka kerap meminta uang dengan cara mengancam.

Baca juga: Bupati Bogor: Modus Wartawan Gadungan, Tanyai lalu Ancam Kades Soal Program Satu Miliar Satu Desa

Tak jarang, modus yang mereka lakukan menanyakan tentang pengelolaan satu miliar satu desa (Samisade) sambil memalak kades.

"Kita inikan ada program satu miliar satu desa (samisade). Jadi kepala desa sering didatangi oleh wartawan bodrek, atau LSM yang tidak jelas identitasnya, ada juga oknum yang mengatasnamakan aparat penegak hukum,” curhat Ade dalam giat Rebo Keliling (Boling) di Kecamatan Klapanunggal, Rabu (16/06/2021).

Baca juga: Peras Kades Rp 5 Juta, Polisi Tangkap Oknum LSM Anti-korupsi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ade mengungkapkan bahwa laporan tersebut berupa intimidasi seperti diganggu sehingga tidak bisa kerja, kemudian anggaran diotak-atik.

Keberadaan oknum wartawan ini dinilai mengganggu kinerja para kades karena sering mencari kesalahan dengan nada intimidasi.

"Suka mencari-cari masalah yang ujung-ujungnya memeras dan mengancam. Misalnya bantuan Samisade, uangnya belum turun sudah didatangi oleh yang ngaku wartawan tapi tidak jelas identitasnya," ujar Ade.

Oleh sebab itu, ia mengimbau agar kades juga harus meningkatkan literasi media dan tidak perlu takut terhadap orang yang mengaku-ngaku sebagai wartawan.

Baca juga: Gunakan Foto Pembeli BBM yang Gunakan Jeriken, 3 Wartawan Gadungan Peras SPBU hingga 10 Juta, Ini Kronologinya

 

Bupati Bogor: kalau mengganggu, laporkan saja...

Sejauh ini, tegas Ade, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk menindak para oknum yang sering meresahkan kades dan warga.

"Selama kades kerjanya benar, ya jangan takutlah. Kalau memang menganggu, laporkan saja," imbau Ade.

Seperti diketahui, program samisade merupakan bantuan keuangan untuk membangun dan meningkatkan kualitas insfrastruktur yang merata di seluruh Kabupaten Bogor.

Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Bogor sudah menganggarkan Rp311,8 miliar untuk membangun jalan ataupun jembatan di 349 desa, 38 kecamatan dan 532 titik.

Dengan adanya program tersebut, diharapkan bisa menjadi penggerak ekonomi warga desa supaya lebih maju.

Baca juga: Besok, Presiden Tinjau Langsung Vaksinasi Massal di Stadion Pakansari Bogor

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Tahapan Pilkades Dimulai, Kapolres Probolinggo Harap Cakades Sosialisasikan Vaksinasi Covid-19

Regional
Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Terungkap, Pegawai Kopitiam yang Dianiaya Preman Berawal Pelaku Hendak Menagih Utang ke Pemilik Kedai

Regional
Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Diduga Gelapkan Dana PPB Senilai Ratusan Juta Rupiah, Sekdes di Blitar Dilaporkan ke Polisi

Regional
Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Kehabisan Uang dan Tak Punya Tiket, Puluhan Mahasiswa Asal Ambon Mengamuk Memaksa Naik Kapal

Regional
Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Biaya Pengobatan Korban Diduga Keracunan Makanan yang Dirawat di RSUD Kertosono Digratiskan

Regional
Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Di Hari Sumpah Pemuda, Ormas Tikus Pithi Hanata Baris Resmi Jadi Partai Kedaulatan Rakyat

Regional
Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Kronologi Pensiunan Polisi Kena Hipnotis, Pelaku Ditangkap

Regional
Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Tanah Longsor Landa Puncak Bogor, Satu Unit Rumah Rusak

Regional
2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

2 Minimarket di Madiun Dibobol Maling dalam 2 Hari, Pelaku Jebol Tembok Belakang

Regional
Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Kisah Lada Hitam Lampung, Dulu Dicari Penjajah Kini Diekspor dari Rumah

Regional
Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Ibu 3 Anak di Luwu Timur yang Laporkan Pencabulan Disebut Mangkir, LBH: Tak Ada Panggilan

Regional
Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Bedah Rumah Rp 20,25 Miliar, Kades di Bali Ini Dituntut 8 Tahun Penjara

Regional
Dalam 9 Bulan, 29 Polisi di Maluku Dipecat Secara Tidak Hormat

Dalam 9 Bulan, 29 Polisi di Maluku Dipecat Secara Tidak Hormat

Regional
'Suami Saya Langsung Marah dan Melapor ke Polisi'

"Suami Saya Langsung Marah dan Melapor ke Polisi"

Regional
Konas Menwa Indonesia: Diklatsar Harus Ada Pengawasan

Konas Menwa Indonesia: Diklatsar Harus Ada Pengawasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.