Tidak Sembarangan, Begini Cara Pemindahan 2 Gajah dari Bali ke Lembang

Kompas.com - 13/06/2021, 12:27 WIB
Kebun Binatang Lembang Park and Zoo mendapat hibah satwa baru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, yakni dua ekor gajah sumatera betina bernama sindi (30) dan dela (18). KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANAKebun Binatang Lembang Park and Zoo mendapat hibah satwa baru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, yakni dua ekor gajah sumatera betina bernama sindi (30) dan dela (18).

BANDUNG, KOMPAS.com - Kebun Binatang Lembang Park and Zoo mendapat hibah satwa baru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali, yakni dua ekor gajah sumatera betina bernama sindi (30) dan dela (18).

Manajer Operasional Lembang Park and Zoo Iwan Susanto mengatakan, pemindahan sindi yang memiliki bobot 2,5 ton dan dela yang memiliki bobot 1,5 ton dilakukan dalam waktu lebih dari 36 jam.

"Tentunya kedatangan gajah sumatera ini menambah koleksi satwa besar kita. Selama ini koleksi kita paling besar harimau sama singa," kata Iwan di Lembang, Jawa Barat, Sabtu (12/6/2021).

Baca juga: Gajah di India Diuji Covid-19 Setelah Kematian Singa Asia akibat Corona

Menurut Iwan, sindi dan dela dihibahkan oleh BKSDA Bali, lantaran jumlah gajah Sumatera di tempat konservasi gajah sumatera di Bali telah melebihi kapasitas.

"Dihibahkan karena di tempat konservasinya ada surplus. Bukan karena tidak sanggup merawat," tutur Iwan.

Baca juga: Pawangnya Meninggal, Gajah Ini Tempuh 24 Km untuk Ucapkan Selamat Tinggal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada proses-proses yang perlu dilewati sebelum seekor satwa bisa dikirim dan menghuni kebun binatang baru.

Proses pertama, menurut Iwan, pihaknya melakukan koordinasi surat menyurat kepada BKSDA Bali untuk meminta izin agar kedua gajah bisa dipindahkan.

Setelah mendapat persetujuan hibah, pihak BKSDA Bali kemudian meminta Lembang Park and Zoo membuat kandang khusus gajah dengan spesifikasi yang sesuai standar.

Kebun binatang Lembang Park & Zoo mendapat hibah satwa baru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali yakni dua ekor gajah Sumatera betina bernama Sindi (30) dan Dela (18).KOMPAS.com/PUTRA PRIMA PERDANA Kebun binatang Lembang Park & Zoo mendapat hibah satwa baru dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali yakni dua ekor gajah Sumatera betina bernama Sindi (30) dan Dela (18).

Kemudian, pihak BKSDA Bali juga memiliki kewajiban untuk merawat sindi dan dela secara intensif, agar saat dipindahkan keduanya dalam kondisi bugar dan sehat.

"Kita bikin BAP sarpras kandang, di Bali mereka buat BAP sarpras kesehatan satwa," kata Iwan.

Baca juga: Melipir ke Lembang Park & Zoo yang Instagramable...

Ketika kandang dinyatakan siap dan layak untuk dihuni, serta kedua gajah juga dalam keadaan sehat, maka gajah baru boleh dipindahkan.

Proses pengangkutan gajah biasanya menggunakan truk khusus pengangkut satwa-satwa besar.

Truk yang tersedia biasanya milik Taman Safari.

Dalam proses pemindahan gajah, Iwan memastikan gajah dalam keadaan sadar dan tidak dibius.

"Pawang gajah ikut di truk, jadi aman. Gajah itu menurut sama pawangnya," tutur Iwan.

Iwan mengatakan, kedua gajah tersebut tidak mengalami kesulitan beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Padahal, Bali dan Lembang memiliki suhu dan cuaca yang berbeda.

Setelah tiba di kandang barunya, gajah-gajah itu akan kembali diperiksa kondisi kesehatannya.

"Setelah serah terima BAP titip rawat pas datang ke sini, dokter kita cek lagi. Alhamdulillah sindi dan dela sehat semua," kata Iwan.

Selain gajah, Lembang Park and Zoo saat ini tengah menyiapkan beberapa kandang untuk satwa baru.

Rencananya, satwa yang akan didatangkan adalah jerapah dan harimau siberia.

"Untuk sekarang, koleksi satwa kita ada 580 ekor," kata Iwan.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jawa Barat Kini Bebas dari Zona Merah dan Oranye Covid-19

Jawa Barat Kini Bebas dari Zona Merah dan Oranye Covid-19

Regional
Kepala Desa Ditodong Pakai Senjata, Uang BLT Dirampok

Kepala Desa Ditodong Pakai Senjata, Uang BLT Dirampok

Regional
Pengakuan Teller Bank BUMN Curi Uang 8 Nasabah hingga Rp 1,2 M: Saya Menyesal...

Pengakuan Teller Bank BUMN Curi Uang 8 Nasabah hingga Rp 1,2 M: Saya Menyesal...

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Akses Jalan Padang-Solok Kembali Lancar

Sempat Tertutup Longsor, Akses Jalan Padang-Solok Kembali Lancar

Regional
Sosok Pratu Ida Bagus Putu yang Gugur Ditembak KKB, Sempat Tangani Covid-19 di Yogyakarta hingga Bawa Ribuan Masker ke Papua

Sosok Pratu Ida Bagus Putu yang Gugur Ditembak KKB, Sempat Tangani Covid-19 di Yogyakarta hingga Bawa Ribuan Masker ke Papua

Regional
Jumat Malam, Aceh Diguncang Gempa 5,2 Magnitudo

Jumat Malam, Aceh Diguncang Gempa 5,2 Magnitudo

Regional
Mendagri Puji TNI dan Polri Dalam Penanganan Terorisme di Poso

Mendagri Puji TNI dan Polri Dalam Penanganan Terorisme di Poso

Regional
6 Hari Menghilang di Gunung Guntur, Bagaimana Ghibran Bertahan Hidup?

6 Hari Menghilang di Gunung Guntur, Bagaimana Ghibran Bertahan Hidup?

Regional
Ganjil Genap di Kawasan Wisata Sanur dan Kuta Berlaku Hari Ini, Cek Jadwal dan Lokasinya

Ganjil Genap di Kawasan Wisata Sanur dan Kuta Berlaku Hari Ini, Cek Jadwal dan Lokasinya

Regional
Profil Budi Irawanto, Wakil Bupati Bojonegoro yang Laporkan Bupatinya Gara-gara 'Chat' WhatsApp

Profil Budi Irawanto, Wakil Bupati Bojonegoro yang Laporkan Bupatinya Gara-gara "Chat" WhatsApp

Regional
Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah, Pemkab Sumedang Bakal Lakukan Testing Acak

Antisipasi Klaster Covid-19 di Sekolah, Pemkab Sumedang Bakal Lakukan Testing Acak

Regional
DP2KP: Ada 7 Lokasi Jagal Anjing di Bantul

DP2KP: Ada 7 Lokasi Jagal Anjing di Bantul

Regional
Kronologi Pria Tewas Usai Minum Miras dan Obat Kuat, Mengeluh Sakit di Dada, Meninggal Sebelum Tiba di RS

Kronologi Pria Tewas Usai Minum Miras dan Obat Kuat, Mengeluh Sakit di Dada, Meninggal Sebelum Tiba di RS

Regional
Kelakar Airlangga Hartarto Saat Ditanya soal Pilpres 2024: Sekarang Masih September 2021

Kelakar Airlangga Hartarto Saat Ditanya soal Pilpres 2024: Sekarang Masih September 2021

Regional
Soal Karapan Sapi di Bangkalan yang Dihadiri Ribuan Orang, Tanpa Izin, Penyelenggara Klaim Hanya Latihan

Soal Karapan Sapi di Bangkalan yang Dihadiri Ribuan Orang, Tanpa Izin, Penyelenggara Klaim Hanya Latihan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.