Kisah Bung Karno Diasingkan ke Bangka Barat, "Curhat" Fotonya ke Fatmawati: Fat, Mas Kurus atau Gemuk?

Kompas.com - 06/06/2021, 15:13 WIB
Ruang kerja Bung Hatta di Pesanggrahan Wisma Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/8/2017). KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJORuang kerja Bung Hatta di Pesanggrahan Wisma Menumbing, Muntok, Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Sabtu (29/8/2017).

BANGKA BARAT, KOMPAS.com - Pesanggrahan Menumbing di puncak perbukitan Menumbing di Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung hingga kini masih berdiri kokoh.

Di sanalah sang tokoh Proklamator, Bung Karno, pernah menjalani masa sunyi sebagai tahanan politik.

Ketika itu pemerintah Kolonial Belanda menganggap Bung Karno dan sejumlah tokoh lainnya sebagai batu penghalang dalam upaya menguasai kembali Indonesia.

Sebagaimana diketahui, Belanda setelah perang Dunia II, datang ke Indonesia dengan membonceng pasukan sekutu.

Namun, niat Belanda untuk merajut kembali koloni-koloni mereka terganjal kondisi Indonesia yang sudah memproklamirkan kemerdekaan.

Dalam waktu bersamaan, para pendiri bangsa mulai memainkan peran mengelola bangsa yang baru mereka dirikan.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Soekarno, Walkot Surabaya Eri Cahyadi: Ingat Ajarannya, Utamakan Kepentingan Wong Cilik

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejarawan Pangkalpinang Akhmad Elvian mengatakan, Bung Karno diasingkan di pesanggrahan Menumbing pada periode 1948-1949.

Selain Bung Karno (presiden), ada Bung Hatta (wakil presiden), Agus Salim (menteri luar negeri), RS Soerjadarma (kepala angkatan udara), Sutan Sjahrir (mantan perdana menteri), MR Asaat (ketua KNIP) dan AG Pringgodigdo (mensesneg) yang diterbangkan ke Pangkalpinang, Bangka.

"Saat pesawat mendarat di Bandara Pangkalpinang, Bung Karno, Agus Salim dan Sutan Sjahrir tak ikut turun. Mereka dipisahkan dan diterbangkan lagi ke Parapat, Sumatera Utara. Baru kemudian pada Februari 1949 diterbangkan ke Pangkalpinang dengan pesawat amfibi," kata Akhmad Elvian kepada Kompas.com di Pangkalpinang, Minggu (6/6/2021).

Baca juga kisah cinta Bung Karno dan Fatmawati Kisah Cinta Bung Karno, Sempat Ditolak Fatmawati karena Tak Mau Dipoligami

Alasan Belanda pilih Bangka Barat untuk asingkan Soekarno

Akhmad menuturkan, Belanda sengaja memisahkan pendiri bangsa agar mereka tidak membangun kekuatan selama berada di pengasingan.

Namun karena desakan publik Tanah Air yang kian besar dan adanya dukungan dunia internasional, para pendiri bangsa akhirnya berkumpul di pengasingan Bangka Barat.

Wilayah Bangka Barat dipilih Belanda karena adanya industri timah yang sudah maju ketika itu.

Bangka Barat juga menjadi salah satu basis kekuatan Belanda dengan adanya lapangan terbang dan pelabuhan laut di Muntok. 

Simak profil istri Bung Karno Profil Ibu Fatmawati Soekarno dan Kisahnya Menjahit Sang Merah Putih...

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Deni, Berjuang Dapatkan Haknya Setelah 16 Tahun Bekerja di Perusahaan Kontraktor

Kisah Deni, Berjuang Dapatkan Haknya Setelah 16 Tahun Bekerja di Perusahaan Kontraktor

Regional
Saat Aiptu Rozi Beri Uang Rp 50.000 untuk Bujuk Siswa yang Menangis karena Takut Jarum Suntik

Saat Aiptu Rozi Beri Uang Rp 50.000 untuk Bujuk Siswa yang Menangis karena Takut Jarum Suntik

Regional
Sopir Truk Kontainer yang Ditabrak Bus Sugeng Rahayu Diduga Kabur

Sopir Truk Kontainer yang Ditabrak Bus Sugeng Rahayu Diduga Kabur

Regional
Kampung Narkoba di Palembang Dilengkapi CCTV untuk Memantau Polisi

Kampung Narkoba di Palembang Dilengkapi CCTV untuk Memantau Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 September 2021

Regional
Bertemu di Tradisi Ya Qowiyyu Klaten, Ini yang Dibicarakan Airlangga dan Ganjar Pranowo

Bertemu di Tradisi Ya Qowiyyu Klaten, Ini yang Dibicarakan Airlangga dan Ganjar Pranowo

Regional
Bantuan 1.000 Ton Jagung Kementan Segera Habis, Peternak Ayam Blitar Tunggu Kepastian Janji Jokowi

Bantuan 1.000 Ton Jagung Kementan Segera Habis, Peternak Ayam Blitar Tunggu Kepastian Janji Jokowi

Regional
Mimpi Memicu Seorang Napi di Pekanbaru untuk Kabur dari Penjara

Mimpi Memicu Seorang Napi di Pekanbaru untuk Kabur dari Penjara

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 September 2021

Regional
Pemkab dan DPRD Nganjuk Sepakati RPKU-PPPAS 2021, Sisa Anggaran Diprioritaskan untuk Infrastruktur

Pemkab dan DPRD Nganjuk Sepakati RPKU-PPPAS 2021, Sisa Anggaran Diprioritaskan untuk Infrastruktur

Regional
Jumlah Pengunjung Malioboro Mulai Berangsur Normal, tapi Daya Beli Masih Kurang

Jumlah Pengunjung Malioboro Mulai Berangsur Normal, tapi Daya Beli Masih Kurang

Regional
Gibran, Pendaki Gunung Guntur yang Hilang 6 Hari Akhirnya Ditemukan

Gibran, Pendaki Gunung Guntur yang Hilang 6 Hari Akhirnya Ditemukan

Regional
Tak Mau Mubazirkan Makanan, Kakek Beddu Punguti Beras yang Berceceran di Jalan: Hati Saya Miris

Tak Mau Mubazirkan Makanan, Kakek Beddu Punguti Beras yang Berceceran di Jalan: Hati Saya Miris

Regional
Seorang Petugas Rutan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anak

Seorang Petugas Rutan Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Anak

Regional
Minum Miras dan Obat Kuat, Pria di Banyuwangi Tewas, Sempat Mengeluh Sakit di Dada

Minum Miras dan Obat Kuat, Pria di Banyuwangi Tewas, Sempat Mengeluh Sakit di Dada

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.