Kompas.com - 06/06/2021, 14:12 WIB
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan KOMPAS.COM/HANDOUTIlustrasi kekerasan terhadap perempuan

PEKANBARU, KOMPAS.com - Kisah pilu dialami Idariyani, seorang warga Desa Terantang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Wanita 39 tahun ini mengaku dianiaya oleh suaminya. Bahkan, korban juga sering diancam dibunuh agar semua harta jatuh ke tangan suaminya.

Hal itu membuat Idariyani menempuh jalur hukum dengan melaporkan suaminya ke Polsek Tambang.

Kepada Kompas.com Idariyani bercerita kalau dirinya diduga dianiaya sang suami pada Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 17.45 WIB.

"Saya waktu itu sedang panen sawit terus dia datang ke kebun sama saudaranya empat orang dan satu anak kami yang paling tua. Dia marah ke saya kenapa sawit masih dipanen, padahal kebun ini milik orangtua saya," ujar Idariyani, Sabtu (5/6/2021).

Baca juga: Tak Terima Dinasihati, Seorang Suami Aniaya Istri yang Hamil 9 Bulan hingga Babak Belur

Korban mengaku dianiaya mantan suami dan adiknya

Disaat suaminya sedang marah, korban memvideokannya. Namun, terduga pelaku menyuruh adiknya untuk merampas handphone.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Terduga pelaku memegang korban, sedangkan adiknya mengambil paksa handphone lalu dibuang ke Sungai Kampar.

"Saya berusaha merebut handphone, tapi saya dipegang sama dia (suami). Leher saya dicekiknya. Adiknya juga ikut mencekik dan menindih tubuh saya hingga saya susah bernapas," akui Idariyani.

Di lokasi kejadian, sebut dia, ada saksi yang melihat kejadian itu, yaitu dua orang tukang panen sawit dan satu wanita teman korban.

"Saya minta tolong sama tukang panen, tapi dikejar (sama suami) lalu ditamparnya. Tukang panen pun pergi dari lokasi. Sedangkan saya sudah mau mati ditindih adiknya karena susah bernapas," kata Idariyani.

Baca juga: Suami Cekik Istri hingga Tewas Setelah Ajak Mabuk Miras Oplosan Bareng

Anak tertua akhirnya melerai

Melihat korban dianiaya, anaknya yang paling tua akhirnya melerai dan barulah adik terduga pelaku melepaskanya.

Setelah itu, korban pergi dengan warga setempat menggunakan perahu mesin.

Usai kejadian tersebut, korban langsung melaporkan suami dan adik suaminya ke Polsek Tambang atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan secara bersama-sama.

Idariyani menjelaskan, statusnya dengan terduga pelaku sudah bercerai secara agama sejak 7 Desember 2020 lalu. Sedangkan cerai secara hukum negara masih dalam proses di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru, Riau.

 

Suami nikah siri dengan wanita lain, pengajuan cerai masih dalam proses

"Dia ajukan kasasi. Tapi, gugatan pertama dan kedua sudah cerai. Dia tidak mau pisah sama saya, tapi saya tak anggap dia suami lagi. Saya sudah tak tahan dianiaya. Dia pun juga sudah nikah siri dengan wanita lain. Jadi, kebun sawit tak boleh dipanen sama dia, padahal punya orangtua saya. Hasil panen juga buat biaya sekolah dan makan dua anak sama saya. Anak yang paling tua sama dia (suami)," kata Idariyani.

Sejak menikah 1999 silam, Idariyani juga mengaku sudah sering mengalami kekerasan dari suaminya. Mulai dari dipukul, ditendang, ditampar hingga kepala dibenturkan ke dinding.

Bahkan, korban mengaku sering diancam dibunuh.

"Dia sudah berapa kali mau bunuh saya. Memang dia itu mau membunuh saya, biar kebun sawit dan semua harta bisa dikuasainya. Padahal kebun sawit dan semua harta milik orangtua saya. Dia cuma terima enaknya saja. Dia ambil mobil dan rumah terus dikasih ke istri barunya itu. Sedangkan saya sendiri sekarang ngontrak rumah," kata Idariyani.

Ia berharap, terduga pelaku dapat ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara.

Karena korban mengaku trauma apa yang sudah dilakukan oleh suaminya itu.

"Semoga kasus ini diusut sampai tuntas. Dihukum dia sesuai dengan perbuatannya. Biar saya enggak diancam dibunuh terus. Saya sudah trauma," ucap Idariyani.

Dugaan KDRT diselidiki polisi, korban didampingi LBH

Kapolsek Tambang Iptu M Harris Saputra ketika dikonfirmasi Kompas.com mengaku kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Laporan korban (Idariyani) sudah kita terima dan sudah periksa lima saksi.

Laporannya terkait KDRT. Saat ini kita sedang menunggu hasil visum, setelah itu penetapan tersangka," kata Harris melalui sambungan telepon, Sabtu (5/6/2021) malam.

Sementara itu, Kuasa Hukum Idariyani, Noval Setyawan mengaku akan terus mengawal kasus kliennya sampai pelaku ditangkap dan dihukum.

"Ibu Idariyani sudah buat laporan di Polsek Tambang. Kita dampingi setelah buat laporan. Kita dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Pekanbaru mendampingi korban dan juga mendampingi beberapa saksi yang dihadirkan di polsek," kata Noval saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Dia mengatakan, laporan yang dibuat kliennya ke Polsek Tambang, yaitu dugaan KDRT dan penganiyaan secara bersama-sama.

Menurutnya, Jumat (4/6/2021), petugas Polsek Tambang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini masih menunggu proses penyelidikan dari kepolisian.

"Kita akan terus kawal dan sekarang menunggu hasil penyelidikan polisi," kata Noval.

Terkait hubungan pelapor dengan terlapor, Noval mengatakan saat ini masih berstatus sebagai suami istri dalam hukum negara. Karena belum ada dokumen perceraian.

"Secara hukum negara kita, kasus perceraiannya sedang proses kasasi di Mahkamah Agung (MA). Kalau secara agama sudah tidak sah (suami istri)," sebut  Noval.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Belasan Santriwati di Bandung Jadi Korban Pelecehan Seksual, Ridwan Kamil: Pelaku Biadab dan Tidak Bermoral

Regional
Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Cerita Bambang, Selamat Saat Mobilnya Tertimpa Pohon Tumbang, Melompat ke Parit

Regional
Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Ini Pengakuan Pelaku Pembakar Pria Hidup-hidup di Sumut, Terancam Hukum Mati

Regional
Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Kontak Tembak dengan KKB, TNI Amankan Senjata Api Rampasan, Milik Prajurit TNI yang Dibunuh

Regional
Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Diduga Tersambar Petir, Pabrik Pengolahan Karet di Cilacap Terbakar, Karyawan Panik Berhamburan

Regional
Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Ibu Kandung yang Buang Bayinya di Kardus Bekas di Sukoharjo Jalani 23 Adegan Rekonstruksi

Regional
Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Kabur Usai Cabuli Anaknya yang Berusia 10 Tahun, Pria Ini Ditangkap Anggota TNI Perbatasan

Regional
Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Sulawesi Selatan Masih Akan Hadapi Cuaca Buruk hingga Awal Tahun 2022

Regional
Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Bocah 7 Tahun Luka-luka Diduga Didorong Bibinya ke Jurang, Ayahnya Lapor Polisi

Regional
Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Kasus Korupsi Masjid Sriwijaya, Eks Sekda Sumsel Dituntut 10 Tahun Penjara

Regional
Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Gedung Sekolah di Lembata Disegel, Begini Tanggapan Pemda

Regional
Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Satu dari Dua Orang Nelayan yang Hilang Ditemukan Tewas di Perairan PLTU Rembang

Regional
Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Alasan Wali Kota Tegal Pasang Portal di Kawasan Alun-alun Meski Diprotes Warga

Regional
Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Kawasan Cianjur Akan Menerapkan Ganjil Genap Saat Nataru

Regional
Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Ratusan Warga Merantai Pagar Rumah Dinas Bupati Pamekasan dan Kantor Dewan, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.