NEWS
Salin Artikel

Suami Cekik Istri, Dibantu Adik dan Disaksikan Anak Pertama, gara-gara Rebutan Harta

Wanita 39 tahun ini mengaku dianiaya oleh suaminya. Bahkan, korban juga sering diancam dibunuh agar semua harta jatuh ke tangan suaminya.

Hal itu membuat Idariyani menempuh jalur hukum dengan melaporkan suaminya ke Polsek Tambang.

Kepada Kompas.com Idariyani bercerita kalau dirinya diduga dianiaya sang suami pada Minggu (30/5/2021), sekitar pukul 17.45 WIB.

"Saya waktu itu sedang panen sawit terus dia datang ke kebun sama saudaranya empat orang dan satu anak kami yang paling tua. Dia marah ke saya kenapa sawit masih dipanen, padahal kebun ini milik orangtua saya," ujar Idariyani, Sabtu (5/6/2021).

Korban mengaku dianiaya mantan suami dan adiknya

Disaat suaminya sedang marah, korban memvideokannya. Namun, terduga pelaku menyuruh adiknya untuk merampas handphone.

Terduga pelaku memegang korban, sedangkan adiknya mengambil paksa handphone lalu dibuang ke Sungai Kampar.

"Saya berusaha merebut handphone, tapi saya dipegang sama dia (suami). Leher saya dicekiknya. Adiknya juga ikut mencekik dan menindih tubuh saya hingga saya susah bernapas," akui Idariyani.

Di lokasi kejadian, sebut dia, ada saksi yang melihat kejadian itu, yaitu dua orang tukang panen sawit dan satu wanita teman korban.

"Saya minta tolong sama tukang panen, tapi dikejar (sama suami) lalu ditamparnya. Tukang panen pun pergi dari lokasi. Sedangkan saya sudah mau mati ditindih adiknya karena susah bernapas," kata Idariyani.

Anak tertua akhirnya melerai

Melihat korban dianiaya, anaknya yang paling tua akhirnya melerai dan barulah adik terduga pelaku melepaskanya.

Setelah itu, korban pergi dengan warga setempat menggunakan perahu mesin.

Usai kejadian tersebut, korban langsung melaporkan suami dan adik suaminya ke Polsek Tambang atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan penganiayaan secara bersama-sama.

Idariyani menjelaskan, statusnya dengan terduga pelaku sudah bercerai secara agama sejak 7 Desember 2020 lalu. Sedangkan cerai secara hukum negara masih dalam proses di Pengadilan Agama Kota Pekanbaru, Riau.


Suami nikah siri dengan wanita lain, pengajuan cerai masih dalam proses

"Dia ajukan kasasi. Tapi, gugatan pertama dan kedua sudah cerai. Dia tidak mau pisah sama saya, tapi saya tak anggap dia suami lagi. Saya sudah tak tahan dianiaya. Dia pun juga sudah nikah siri dengan wanita lain. Jadi, kebun sawit tak boleh dipanen sama dia, padahal punya orangtua saya. Hasil panen juga buat biaya sekolah dan makan dua anak sama saya. Anak yang paling tua sama dia (suami)," kata Idariyani.

Sejak menikah 1999 silam, Idariyani juga mengaku sudah sering mengalami kekerasan dari suaminya. Mulai dari dipukul, ditendang, ditampar hingga kepala dibenturkan ke dinding.

Bahkan, korban mengaku sering diancam dibunuh.

"Dia sudah berapa kali mau bunuh saya. Memang dia itu mau membunuh saya, biar kebun sawit dan semua harta bisa dikuasainya. Padahal kebun sawit dan semua harta milik orangtua saya. Dia cuma terima enaknya saja. Dia ambil mobil dan rumah terus dikasih ke istri barunya itu. Sedangkan saya sendiri sekarang ngontrak rumah," kata Idariyani.

Ia berharap, terduga pelaku dapat ditangkap polisi dan dijebloskan ke penjara.

Karena korban mengaku trauma apa yang sudah dilakukan oleh suaminya itu.

"Semoga kasus ini diusut sampai tuntas. Dihukum dia sesuai dengan perbuatannya. Biar saya enggak diancam dibunuh terus. Saya sudah trauma," ucap Idariyani.

Dugaan KDRT diselidiki polisi, korban didampingi LBH

Kapolsek Tambang Iptu M Harris Saputra ketika dikonfirmasi Kompas.com mengaku kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Laporan korban (Idariyani) sudah kita terima dan sudah periksa lima saksi.

Laporannya terkait KDRT. Saat ini kita sedang menunggu hasil visum, setelah itu penetapan tersangka," kata Harris melalui sambungan telepon, Sabtu (5/6/2021) malam.

Sementara itu, Kuasa Hukum Idariyani, Noval Setyawan mengaku akan terus mengawal kasus kliennya sampai pelaku ditangkap dan dihukum.

"Ibu Idariyani sudah buat laporan di Polsek Tambang. Kita dampingi setelah buat laporan. Kita dari LBH (Lembaga Bantuan Hukum) Pekanbaru mendampingi korban dan juga mendampingi beberapa saksi yang dihadirkan di polsek," kata Noval saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Sabtu malam.

Dia mengatakan, laporan yang dibuat kliennya ke Polsek Tambang, yaitu dugaan KDRT dan penganiyaan secara bersama-sama.

Menurutnya, Jumat (4/6/2021), petugas Polsek Tambang sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Saat ini masih menunggu proses penyelidikan dari kepolisian.

"Kita akan terus kawal dan sekarang menunggu hasil penyelidikan polisi," kata Noval.

Terkait hubungan pelapor dengan terlapor, Noval mengatakan saat ini masih berstatus sebagai suami istri dalam hukum negara. Karena belum ada dokumen perceraian.

"Secara hukum negara kita, kasus perceraiannya sedang proses kasasi di Mahkamah Agung (MA). Kalau secara agama sudah tidak sah (suami istri)," sebut  Noval.

https://regional.kompas.com/read/2021/06/06/141208878/suami-cekik-istri-dibantu-adik-dan-disaksikan-anak-pertama-gara-gara

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.