Gara-gara Ayam Masuk ke Kebun, 2 Keponakan Keroyok Paman hingga Tewas

Kompas.com - 16/05/2021, 20:37 WIB
Keluarga melaporkan kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia ke Polres Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (15/5/2021). Korban diduga meninggal setelah dianiaya 2 keponakannya, hanya gara-gara ayam miliknya masuk ke area kebun pelaku. handoutKeluarga melaporkan kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia ke Polres Humbang Hasundutan (Humbahas), Sabtu (15/5/2021). Korban diduga meninggal setelah dianiaya 2 keponakannya, hanya gara-gara ayam miliknya masuk ke area kebun pelaku.

HUMBANG HASUNDUTAN, KOMPAS.com - Seorang pria di Kecamatan Dolok Sanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), tewas setelah diduga dianiaya dua keponakannya pada Sabtu (15/5/2021).

Penganiayaan diduga dilakukan karena masalah sepele, ayam korban masuk ke area kebun milik pelaku.

"Korban dan dua pelaku masih saudara dekat. Korban merupakan Bapa Uda (Paman Kandung) kedua pelaku," ungkap Kepala Urusan Humas Polres Humbahas Bripka Syawal, lewat pesan singkat, Minggu (16/5/2021).

Syawal menceritakan, korban berinisial PS ditemukan oleh kakaknya, DS, di belakang rumah. Saat itu, korban sedang dipukuli dua keponakannya yang berinisial AS dan SS.

"Mulanya, DS mendengar suara ribut dari belakang rumahnya dan melihat adiknya (korban) sedang dipukuli oleh kedua pelaku," kata Syawal.

Baca juga: Polda Jatim: Mobilitas Masyarakat ke Malang Raya dan Surabaya Raya Jadi Perhatian Kami

Melihat kejadian itu, DS langsung melereai perkelahian tersebut. Cekcok pun berhenti, korban pun langsung dibawa ke RSUD Dolok Sanggul.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun tiba di rumah sakit, korban kemudian dinyatakan meninggal dunia.

"Korban meninggal dunia di rumah sakit. Untuk mengetahui penyebab pasti kematiannya, korban dibawa ke RS Bhayangkara di Medan untuk diautopsi," ujar Syawal.

Pihak keluarga yang tak terima dengan kematian korban melaporkan kejadian tersebut ke Polres Humbang Hasundutan.

"Dan dalam waktu 1X24 jam, kedua pelaku berhasil diamankan. Kemudian dilakukan penahanan," kata Syawal.

 

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku tega menganiaya pamannya karena ayam milik korban yang masuk ke kebunnya.

"Diingatkan pelaku, namun korban tidak terima, dan terjadi pertengkaran mulut sampai terjadi penganiayaan. Dan diduga hingga menyebabkan korban meninggal dunia," ujar Syawal.

Baca juga: 3 Anggota KKB Pimpinan Lekagak Telenggen Menyerahkan Diri

Syawal mengatakan, kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka. Mereka diancam dengan Pasal 170 Jo 351 ayat 3 Kitab Undang-undang Hukum Pidana tentang pengeroyokan atau penganiayaan yang menyebabkan kematian.

"Untuk ancaman hukuman yaitu paling lama tujuh tahun penjara," kata Syawal.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Merapi Keluarkan 5 Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Gunung Merapi Keluarkan 5 Awan Panas, Meluncur hingga 2.000 Meter

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,6 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa Bumi Magnitudo 5,6 Guncang NTT, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pemkab Banyumas Sediakan Tempat Isolasi Gratis untuk Ibu Hamil di Hotel, Kapasitas 125 Orang

Pemkab Banyumas Sediakan Tempat Isolasi Gratis untuk Ibu Hamil di Hotel, Kapasitas 125 Orang

Regional
Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, BPBD: Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Ibu dan Ayahnya Meninggal karena Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Ajak Sang Paman Kunjungi Makam Orangtuanya

Ibu dan Ayahnya Meninggal karena Covid-19, Bocah 8 Tahun Ini Ajak Sang Paman Kunjungi Makam Orangtuanya

Regional
2 Pembunuh Nakes di Kalsel Ditangkap, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

2 Pembunuh Nakes di Kalsel Ditangkap, Pelaku Ingin Kuasai Harta Korban

Regional
Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel: Mohon Maaf Atas Kegaduhan Ini

Polemik Bantuan Rp 2 Triliun Keluarga Akidi Tio, Kapolda Sumsel: Mohon Maaf Atas Kegaduhan Ini

Regional
Belum Laporkan Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Masih Dipikirkan

Belum Laporkan Pelanggaran Prokes Pemakaman Bupati Yasin Payapo, Satgas: Masih Dipikirkan

Regional
Gubernur NTT Laporkan Pegiat Organisasi Antikorupsi ke Polisi

Gubernur NTT Laporkan Pegiat Organisasi Antikorupsi ke Polisi

Regional
2 ASN Jadi Tersangka Pungli Pasar Cepu, Pemkab Blora Tidak Berikan Bantuan Hukum

2 ASN Jadi Tersangka Pungli Pasar Cepu, Pemkab Blora Tidak Berikan Bantuan Hukum

Regional
4 Kali Mendaftar dan Ditolak, Ini Cerita Warga yang Kesulitan Mendapat Vaksin Covid-19

4 Kali Mendaftar dan Ditolak, Ini Cerita Warga yang Kesulitan Mendapat Vaksin Covid-19

Regional
Terdampak PPKM, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar

Terdampak PPKM, Pemkot Malang Bebaskan Retribusi Pedagang Pasar

Regional
Pandemi Covid-19, Wali Kota Denpasar Minta Sekolah Tunda Pembayaran Uang Seragam

Pandemi Covid-19, Wali Kota Denpasar Minta Sekolah Tunda Pembayaran Uang Seragam

Regional
Ada 35.000 Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta di Banyumas, kecuali Guru dan Nakes

Ada 35.000 Penerima Subsidi Gaji Rp 1 Juta di Banyumas, kecuali Guru dan Nakes

Regional
Ambon Keluar dari Zona Merah, Satgas: Kasus Baru Berkurang dan Pasien Sembuh Tinggi

Ambon Keluar dari Zona Merah, Satgas: Kasus Baru Berkurang dan Pasien Sembuh Tinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X