Camat Tenggarong Kaltim Dianiaya Penambang Ilegal, Pelipis Mata Kiri Boma Bengkak

Kompas.com - 11/05/2021, 14:59 WIB
Warga meleraikan Camat Arfan Boma dan pria inisial T sebagai pemilik tambang ilegal saat aksi pemukulan di lokasi tambang RT 17 Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Minggu (9/5/2021). IstimewaWarga meleraikan Camat Arfan Boma dan pria inisial T sebagai pemilik tambang ilegal saat aksi pemukulan di lokasi tambang RT 17 Kelurahan Mangkurawang, Tenggarong, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur, Minggu (9/5/2021).

"Dia (pemilik tambang) bilang ke saya, kenapa Pak (Boma) aktivitas dihentikan. Kenapa mengancam anak buah saya," ucap Boma menirukan pemilik tambang.

Boma mengatakan, pihaknya hanya meminta operator menghentikan aktivitas tambang ilegal karena mengancam keselamatan masyarakat dan wilayahnya.

"Saya bilang ke dia (pemilik tambang) itu anak sungai, sumber air rusak, ada tanah rusak, kebun rusak. Sebelumnya saya sudah tegur mereka berkali-kali," terang Boma.

Situasi tetap menegang. Boma bilang pemilik tambang sempat mengeluarkan mandau (parang).

Kemudian dirinya juga mengamankan satu parang untuk menjaga diri. Keduanya sama-sama memegang parang.

"Pak T (pemilik tambang) sempat keluarkan mandau, saya juga harus bela diri, siapa tahu dia maju. Tapi dileraikan. T masuk dalam mobil. Saya juga sudah menjauh kurang lebih 7 meter," cerita Boma.

Tapi tiba-tiba, pemilik tambang itu keluar lagi dari mobil dan mengambil sepotong kayu lalu mengejar dan memukul Boma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dia (pemilik tambang) pukul saya pakai kayu, saya tangkis pakai tangan tapi kayu kena pelipis saya. Saya piting dia, langsung saya jatuhkan. Setelah itu, dilerai sama orang yang hadir di situ," terang Boma.

Usai kejadian itu, Boma melapor polisi. Ada dua pengaduan yang dilaporkan yakni penganiayaan dan penambangan ilegal.

Kapolsek Tenggarong Iptu Rachmat Andika Prasetyo mengatakan, Camat Boma dan pemilik tambang sudah diperiksa.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, Tak Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Berlarian

Gempa M 3,6 Guncang Buleleng Bali, Tak Berpotensi Tsunami, Warga Panik dan Berlarian

Regional
Ayah Apriyani Rahayu Ketiban Untung, Dapat Rp 100 Juta dan Rumah Usai Anaknya Sukses di Olimpiade

Ayah Apriyani Rahayu Ketiban Untung, Dapat Rp 100 Juta dan Rumah Usai Anaknya Sukses di Olimpiade

Regional
Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan, Korupsi Dana BOS Rp 839 Juta dengan Modus Kegiatan Fiktif

Kepsek dan Bendahara di Manggarai Ditahan, Korupsi Dana BOS Rp 839 Juta dengan Modus Kegiatan Fiktif

Regional
Kuota Vaksin Minim, Bupati Magetan: Begitu Datang Kami Segera Habiskan

Kuota Vaksin Minim, Bupati Magetan: Begitu Datang Kami Segera Habiskan

Regional
Penyekatan di Perbatasan Aceh dan Sumut Tetap Berlaku

Penyekatan di Perbatasan Aceh dan Sumut Tetap Berlaku

Regional
Sehari Sebelum Tewas, Remaja Ini Tulis Status 'RIP' di Medsos

Sehari Sebelum Tewas, Remaja Ini Tulis Status "RIP" di Medsos

Regional
Temukan Beras Bansos Berkutu Saat Sidak, Emil: Segera Ganti

Temukan Beras Bansos Berkutu Saat Sidak, Emil: Segera Ganti

Regional
150 Anak di DI Yogyakarta Kehilangan Orangtuanya karena Covid-19

150 Anak di DI Yogyakarta Kehilangan Orangtuanya karena Covid-19

Regional
Pelajar SMA di Madiun Divaksin, Wali Kota: Covid-19 Tak Kenal Umur, Vaksin Harus Segera, Termasuk Remaja

Pelajar SMA di Madiun Divaksin, Wali Kota: Covid-19 Tak Kenal Umur, Vaksin Harus Segera, Termasuk Remaja

Regional
Tutup Selama PPKM, Begini Strategi Pengelola Taman Satwa Bisa Bertahan

Tutup Selama PPKM, Begini Strategi Pengelola Taman Satwa Bisa Bertahan

Regional
Tangis Haru Pedagang Ayam Penyet, Dagangannya Diborong Anak-anak Muda, lalu Dibagikan Gratis ke Warga

Tangis Haru Pedagang Ayam Penyet, Dagangannya Diborong Anak-anak Muda, lalu Dibagikan Gratis ke Warga

Regional
Mengenang Digma Marchya, Mahasiswa Semester 6 yang Meninggal karena Covid-19, Jadi Relawan Swab 'Tracing' di Kediri

Mengenang Digma Marchya, Mahasiswa Semester 6 yang Meninggal karena Covid-19, Jadi Relawan Swab "Tracing" di Kediri

Regional
Ada Posko Rapid Test Antigen dan Vaksinasi di Tiap Pasar Tradisional Kota Gorontalo

Ada Posko Rapid Test Antigen dan Vaksinasi di Tiap Pasar Tradisional Kota Gorontalo

Regional
Ritual Pati Ka, Tradisi 'Memberi Makan Minum' Arwah Leluhur di Danau Kelimutu

Ritual Pati Ka, Tradisi "Memberi Makan Minum" Arwah Leluhur di Danau Kelimutu

Regional
Pencuri Kembalikan Lagi Sepeda Rp 45 Juta Milik Mantan Rektor: Sungguh Aneh Bin Ajaib

Pencuri Kembalikan Lagi Sepeda Rp 45 Juta Milik Mantan Rektor: Sungguh Aneh Bin Ajaib

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X