[POPULER NUSANTAR] Nani Pengirim Sate Sianida Merantau Sejak Lulus SMP | Memburu Pria yang Bakar Perawat Eva

Kompas.com - 06/05/2021, 06:26 WIB
Tersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021) KOMPAS.COM/MARKUS YUWONOTersangka Pengiriman Sate NA di Mapolres Bantul Senin (3/5/2021)
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Nani Aprilia Nurjaman (25) ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus tewasnya Naba Faiz Prasetya (10).

Fakta terbaru terungkap dari sosok Nani. Sang ayah di Majalengka bercerita anak perempuannya itu merantau sejak usia 15 tahun setelah lulus SMP. Nani ke Bantul diajak temannya untuk berjualan baju.

Sementara itu di Kabupaten Malang, polisi mencari pria bermasker yang membakar perawat Eva Sofiana.

Kasus tersebut terjadi saat perawat Eva beristirahat di tempatnya bekerja di Klinik Bungan Husada, Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Dua kasus tersebut menjadi perhatian banyak pembaca Kompas.com dan berikut 5 berita populer Nusantara selengkapnya:

1. Nani pengrim sate sianida merantau sejak lulus SMP

Kediaman Nani Aprialliani Nurjaman (25) di Majalengka Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Rumahnya tampak sepi tidak ada aktivitas.(Kompas.com/MOHAMAD UMAR ALWI) Kediaman Nani Aprialliani Nurjaman (25) di Majalengka Jawa Barat, Selasa (4/5/2021). Rumahnya tampak sepi tidak ada aktivitas.
Nani Aprilia pengirim sate siania yang menewaskan bocah 10 tahun di Bantul ternyata merantau sejak usia 15 tahun.

Hal tersebut diungkapkan sang ayah, M (45) di Majalengka. Ia mengatakan anak perempuannya diajak ke Bantul oleh rekannya untuk berjualan pakaian saat lulus SMP.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nani adalah perempuan asal Desa Buniwangi, Kecamatan Palasan, Majalengka, Jawa Barat.

"Kalau tidak salah 2014 ia berangkat kerja ke Bantul setelah lulus SMP, pulang setiap Lebaran. Tapi sebelum puasa (kemarin) dia sempat pulang juga," ucapnya.

Baca juga: 5 Fakta Sosok Nani Pengirim Sate Sianida, Merantau sejak Lulus SMP, Ditangkap di Hari Ulang Tahun

2. Jokowi akan resmikan PSEL di Surabaya

Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur, akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (6/4/2021) mendatang.KOMPAS.COM/GHINAN SALMAN Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo, Surabaya, Jawa Timur, akan diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Kamis (6/4/2021) mendatang.
Presiden Joko Widodo dijadwalkan meresmikan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) yang berada di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Benowo Surabaya pada Kamis (6/5/2021).

PSEL tersebut dibangun sejak tahun 2012. Dengan berjalannya waktu, Pemkot Surabaya pemkot yang bekerja sama dengan PT Sumber Organik mulai menggunakan metode Gasification Power Plant untuk mengolah sampah menjadi listrik.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Kota Surabaya Anna Fajriatin.

Dengan metode baru, PSEL bisa mengubah 1.000 ton sampah menjadi energi listri 9 megawatt per hari.

"Sebetulnya targetnya tahun 2020, tapi karena kondisi Covid-19 sehingga untuk komisioning dengan mendatangkan tim ahli dari luar negeri ke Indonesia jadi mundur. Alhamdulillah tanggal 10 Maret 2021 kemarin sudah proses. Jadi, sudah bisa menghasilkan listrik 9 Megawatt dari setiap 1.000 ton sampah per hari," kata dia.

Baca juga: Kamis, Jokowi Resmikan Pengolah Sampah Menjadi Listrik Terbesar di Indonesia

3. Koster ditegur sejumlah menteri

Gubernur Bali I Wayan KosterHumas Pemprov Bali Gubernur Bali I Wayan Koster
Gubernur Bali Wayan Koster mengaku mendapat teguran dari sejumlah menteri terkait banyaknya pelaksanaan upacara keagamaan Hindu di Bali.

Teguran muncul karena acara-acara tersebut berlangsung layaknya seperti suasana normal tanpa Covid-19.

Teguran tersebut juga sebagai bentuk kekhawatiran kondisi Covid-19 di India yang melonjak tajam usai adanya festival umat Hindu.

"Saya mendapat kiriman video dari sejumlah menteri, dari Jakarta, yang mengirim beberapa kegiatan adat. Saya langsung ditegur mengingat kejadian-kejadian seperti yang ada di India, itu akan menjadi perhatian kita bersama," kata Koster saat jumpa pers di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Denpasar, Selasa (4/5/2021).

Baca juga: Saat Sejumlah Menteri Tegur Koster soal Upacara Adat di Bali, Diingatkan Jangan Sampai Covid-19 seperti di India

4. Viral foto Nani berdaster di tahanan

ilustrasi penjaraPEXELS.com/RODNAE Productions ilustrasi penjara
Foto Nani Aprilia pengirim sate sianiada berdaster di dalam tahanan viral di media sosial.

Foto tersebut diambil salah satu anggota Polsek Bantul di Mapolsek Bantul pada Sabtu (1/5/2021).

Foto itu awalnya dikirim ke keluarga Nani untuk bukti bahwa Nani berdaster karena belum mendapatkan kiriman pakaian.

Oleh anggota, foto tersebut dikirim ke istrinya dan kemudian oleh istri anggota, foto Nani berdaster dijadikan status WhatsApp.

Kapolsek Bantul Kompol B. Ayom mengakui foto Nani tersebut memang diambil oleh anggotanya.

"Kta kasih teguran karena itu tidak boleh. Tapi kan itu tidak sengaja karena itu untuk pribadi dan istrinya ingin tahu, dikirim terus dijadikan status dan didownload teman-temannya," ucapnya.

Baca juga: Foto Nani Pengirim Sate Beracun Dalam Tahanan Beredar Luas, Berawal dari Status WA Istri Polisi

5. Memburu pelaku yang bakar perawat Eva

Ilustrasi perawat.Shutterstock Ilustrasi perawat.
Polisi memburu pria pelaku yang menyerang Eva Sofiana Wijayanti (33), perawat Klinik Bunga Husada di Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang.

Perawat Eva dibakar oleh pria yang tak dikenal saat beristirahat di klinik tempatnya bekerja pada Senin (3/5/2021).

Pelaku yang datang menggunakan motor tiba-tiba masuk ke klinik dan menyiram cairan yang diduga Pertalite ke wajah Eva.

Lalu ia menyulut api dengan korek hingga api membakar tubuh Eva.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kabur menggunakan motor. Sementara Eva diselamatkan anak pemilik klini dan dilarikan ke rumah sakit.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Ghinan Salman, Ach. Fawaidi, Markus Yuwono | Editor : Rachmawati, Robertus Belarminus, Pythag Kurniati, Khairina)



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga yang Diusir dari Desa Disebut Tak Mau Vaksin sampai Pemerintah Menjamin Garansi Kesehatan

Warga yang Diusir dari Desa Disebut Tak Mau Vaksin sampai Pemerintah Menjamin Garansi Kesehatan

Regional
Pecatan Polisi di Kupang Jadi Komplotan Pencuri Ternak Sapi

Pecatan Polisi di Kupang Jadi Komplotan Pencuri Ternak Sapi

Regional
10 Nakes RSUD Rasidin Padang Positif Covid-19, Pelayanan Terdampak

10 Nakes RSUD Rasidin Padang Positif Covid-19, Pelayanan Terdampak

Regional
Virus Corona Varian Delta dan Delta Plus Ditemukan di Jambi

Virus Corona Varian Delta dan Delta Plus Ditemukan di Jambi

Regional
38 Jam Kandas, KM Tidar Akhirnya Kembali Berlayar ke Ambon

38 Jam Kandas, KM Tidar Akhirnya Kembali Berlayar ke Ambon

Regional
Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar dan Surabaya, Diduga Bermuatan Politis hingga Dilaporkan ke Polisi

Vandalisme Baliho Puan Maharani di Blitar dan Surabaya, Diduga Bermuatan Politis hingga Dilaporkan ke Polisi

Regional
Cerita 2 Anggota Paskibraka asal Sulbar Gagal ke Istana Negara karena Positif Covid-19

Cerita 2 Anggota Paskibraka asal Sulbar Gagal ke Istana Negara karena Positif Covid-19

Regional
Tak Terima Diejek, Pria Ini Aniaya Bocah 7 Tahun di Parkiran Mal, Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Tak Terima Diejek, Pria Ini Aniaya Bocah 7 Tahun di Parkiran Mal, Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Regional
2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Gubernur Papua Minta Masyarakat Tenang

2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Gubernur Papua Minta Masyarakat Tenang

Regional
Cabuli Siswi SD di Mobil, Pemilik Toko Kelontong Terancam 15 Tahun Penjara

Cabuli Siswi SD di Mobil, Pemilik Toko Kelontong Terancam 15 Tahun Penjara

Regional
Gara-gara Belum Vaksinasi Covid-19, Warga Ini Diusir dari Desa di Bali

Gara-gara Belum Vaksinasi Covid-19, Warga Ini Diusir dari Desa di Bali

Regional
Pembunuhan Bos Barang Bekas, Pelaku Pegawainya Sendiri, Mayat Dimasukan Karung Berisi Batu Agar Tenggelam

Pembunuhan Bos Barang Bekas, Pelaku Pegawainya Sendiri, Mayat Dimasukan Karung Berisi Batu Agar Tenggelam

Regional
31 Ruas Jalan di Kota Semarang Masih Ditutup Selama PPKM Level 4

31 Ruas Jalan di Kota Semarang Masih Ditutup Selama PPKM Level 4

Regional
Tes Antigen Massal di Batam, Petugas: Ada yang Bandel, HP Dimatikan, Terpaksa Kita Gedor Rumahnya

Tes Antigen Massal di Batam, Petugas: Ada yang Bandel, HP Dimatikan, Terpaksa Kita Gedor Rumahnya

Regional
Pelajar 15 Tahun Sukses Bisnis Karangan Bunga Saat Pandemi, Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Per Hari

Pelajar 15 Tahun Sukses Bisnis Karangan Bunga Saat Pandemi, Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Per Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X