Anggota DPRD Kritis Dihantam Double Stick, Pelaku Juga Lapor Polisi, Mengaku Membela Diri

Kompas.com - 04/05/2021, 15:33 WIB
Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto tengah memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus penganiayaan antar sesama anggota DPRD Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang terjadi saat rapat Pansus. Selasa, (4/5/2021). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Kapolres Takalar, AKBP Beny Murjayanto tengah memberikan keterangan kepada awak media terkait kasus penganiayaan antar sesama anggota DPRD Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang terjadi saat rapat Pansus. Selasa, (4/5/2021).

TAKALAR, KOMPAS.com - Kericuhan yang terjadi saat rapat pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggung Jawaban Bupati (LPJP) 2020 yang mengakibatkan seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan kritis setelah dihantam double stick oleh rekan seterunya menguak fakta baru. 

NS yang diduga sebagai pelaku penganiayaan turut melaporkan balik korbannya dengan alasan dirinya hanyalah membela diri.

Pihak kepolisian sendiri mengaku bertindak profesional dengan menerima laporan keduanya namun tetap akan menetapkan tersangka setelah proses penyelidikan usai dilakukan.

"Saya tidak banyak berkomentar, yang jelas saya hanya membela diri," kata NS saat meninggalkan Mapolres Takalar pada Selasa (4/5/2021) dini hari.

Baca juga: Ricuh Saat Rapat, Seorang Anggota DPRD Terluka Dihantam Double Stick

Pihak kepolisian sendiri mengakui terjadi aksi saling lapor antar NS dan Johan Nojeng namun tetap akan menetapkan tersangka setelah proses penyelidikan.

"Ada dua laporan  atau saling lapor dan saat ini proses penyelidikannya masih berjalan" kata AKBP Beny Murjayanto, Kapolres Takalar.

Diberitakan sebelumnya, Johan Nojeng, anggota DPRD Kabupaten Takalar kritis dan harus dilarikan ke rumah sakit usai mendapat penganiayaan menggubakan double stick oleh NS yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Takalar.

Selain Johan Nojeng, seorang anggota DPRD lainnya, Bakri Sewang juga turut menjadi korban penganiayaan oleh NS.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gibran: Stok Sampai Lebaran Cukup, Tenang Saja

Gibran: Stok Sampai Lebaran Cukup, Tenang Saja

Regional
Varian Baru Covid-19 Muncul di Mojokerto, Dibawa WNI yang Pulang dari Afrika

Varian Baru Covid-19 Muncul di Mojokerto, Dibawa WNI yang Pulang dari Afrika

Regional
Foto Nani Pengirim Sate Beracun Menggunakan Daster di Tahanan Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kapolsek Bantul

Foto Nani Pengirim Sate Beracun Menggunakan Daster di Tahanan Viral di Medsos, Ini Penjelasan Kapolsek Bantul

Regional
Daftar 15 Titik Penyekatan di Karawang, Berlaku Selama Larangan Mudik 6-17 Mei

Daftar 15 Titik Penyekatan di Karawang, Berlaku Selama Larangan Mudik 6-17 Mei

Regional
Lebaran, Obyek Wisata di Banyumas Tetap Buka, Kuota Pengunjung Dibatasi

Lebaran, Obyek Wisata di Banyumas Tetap Buka, Kuota Pengunjung Dibatasi

Regional
Berawal dari Curhat, Gadis 19 Tahun Malah Dijual Keperawanannya, Dijadikan PSK

Berawal dari Curhat, Gadis 19 Tahun Malah Dijual Keperawanannya, Dijadikan PSK

Regional
Kabupaten Tangerang Tutup Akses bagi Pemudik, 15 Titik Penyekatan Dijaga 24 Jam

Kabupaten Tangerang Tutup Akses bagi Pemudik, 15 Titik Penyekatan Dijaga 24 Jam

Regional
Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Di Lampung Mudik Lokal Tak Dilarang, Pemudik Tetap Harus Bawa Bukti Negatif Covid-19

Regional
Uji Coba Jam Malam di Banjarmasin, Kendaraan Masuk Dialihkan

Uji Coba Jam Malam di Banjarmasin, Kendaraan Masuk Dialihkan

Regional
Berkaca dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Dedi Mulyadi Sarankan Pasar Buka 24 Jam

Berkaca dari Kerumunan Pasar Tanah Abang, Dedi Mulyadi Sarankan Pasar Buka 24 Jam

Regional
Tambang Emas Ilegal di Riau Digerebek, Puluhan Pekerja Tak Berkutik Diamankan

Tambang Emas Ilegal di Riau Digerebek, Puluhan Pekerja Tak Berkutik Diamankan

Regional
Nekat Mudik 6 Mei Dini Hari, Puluhan Pemudik Diputar Balik di Pos Tanjungpura Karawang

Nekat Mudik 6 Mei Dini Hari, Puluhan Pemudik Diputar Balik di Pos Tanjungpura Karawang

Regional
Penjaga Kebun Durian Berkelahi dengan Pencuri, Satu Tewas

Penjaga Kebun Durian Berkelahi dengan Pencuri, Satu Tewas

Regional
Larangan Mudik, Mobil Pelat Luar Kota Diminta Putar Balik di Pintu Suramadu

Larangan Mudik, Mobil Pelat Luar Kota Diminta Putar Balik di Pintu Suramadu

Regional
Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, 'Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?'

Cerita Pemudik Motor Pasrah Diputar Balik di Karawang, "Dua Minggu 2 Kali Antigen, Duit dari Mana?"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X